Belajar dari Kasus Munir untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Selasa, 08 Agustus 2017 | 18:35 WIB
Belajar dari Kasus Munir untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan
Aliansi Muda Untuk Munir (Amuk Munir) melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (2/11).

Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid menyarankan pemerintah belajar dari kasus Munir Thalib dalam mengungkap kasus Novel Baswedan. Hingga saat ini pelaku penyerangan brutal terhadap penyidik Komisi Anti Korupsi belum tertangkap.

"Kita memiliki pengetahuan seperti sekarang ini, hampir sulit bahkan untuk menemukan tersangka peracunnya (Munir) sendiri. Jadi mungkin kasus Munir bukan kasus ideal, tapi bisa jadi pembelajaran berharga dalam menangani kasus Novel," kata Usman di kantornya, Gedung HDI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Ia mencontohkan, jika misalnya, tim pencari fakta (TPF) kesulitan dalam melacak orang-orang berdasarkan komukasi telepon, maka disarankan agar TPF terlebih dahulu memeriksa performa tim telematika Kepolisian atau penyidik yang menangani kasus tersebut.

"Kalau memang maksimal kita minta untuk mengambil langkah-langkah pelacakan telepon ini. Tapi kalau tidak maksimal, ya kita minta untuk diganti," ujar Usman.

Kata dia, tentu saja bukan TPF yang melakukan penggantian penyidik, melainkan melalui Presiden. Namun karena Presiden tidak mungkin turun langsung menangani perkara ini, maka ia bisa mengintruksikan pada bawahannya untuk menggati tim penyidik yang tidak maksimal itu.

"Kalau seandainya diganti, kerjanya maksimal tapi tidak mendapatkan dukungan dari atasan, misalnya mendapatkan perintah resmi dari atasan untuk mendapatkan percakapan telepon dan meminta bantuan dari penyelenggara jasa telekomunikasi, kalau atasannya tidak mendukungnya atasannya harus diganti," tutur Usman.

"Kalau atasannya nggak beres atau beres tapi tidak didukung Kapolri, ya Kapolrinya juga diganti," imbuh Usman.

Selanjutnya, kata dia, jika Presiden tidak mau menggunakan cara yang kasar seperti itu, maka Presiden bisa saja meminta bantuan kepada pihak Telkom untuk mengitruksikan para jajarannya melacak telepon yang dicurigai, atas keperluan pengusutan kasus Novel.

"Seperti dalam kasus Munir dulu, itu kan nomor-nomor telepon tertentu tidak bisa dilacak. Saat itu karena merupakan nomor telepon dari Badan Intelijen Negara (BIN) yang saat itu tidak diketahui," tutur Usman.

baca juga

Kata dia, melacak nomor telepon dari orang tertentu tidak semudah melacak nomor telepon orang biasa.

"Polisi bisa saja menelpon Telkom 'saya polisi dengan NRP sekian minta nomor telepon ini, itu biasanya dikasih. Kalau itu menyangkut orang biasa. Tapi kalau menyangkut orang tertentu itu tidak bisa dikasih itu hanya dikasih oleh Presiden Telkom atau perintah Kapolri berdasarkan orang telekomunikasi kepada penyelenggara jasa telekomunikasi," terang Usman.

Kata dia, dalam peristiwa seperti itu, Presiden Telkom bisa saja dipanggil oleh TPF untuk dimintai bantuan melacak nomor telepon tersebut.

"Mungkin judulnya mencari fakta, tapi dalam pencarian fakta dia bisa mengambil fungsi-fungsi yang lain, supervisi, kontrol, pengawasan dan lain sebagainya. Jadi kalau itu tidak terjadi dalam kasus Novel, ya susah dah," kata Usman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Australia Meminta Penerjemah untuk Periksa CCTV Kediaman Novel

Australia Meminta Penerjemah untuk Periksa CCTV Kediaman Novel

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 18:19 WIB

Polisi Buat Sketsa Lelaki Pencari Gamis di Rumah Novel Baswedan

Polisi Buat Sketsa Lelaki Pencari Gamis di Rumah Novel Baswedan

News | Minggu, 06 Agustus 2017 | 12:55 WIB

Jadi Imam Tertinggi, Jokowi Harus Ikut Tuntaskan Kasus Novel

Jadi Imam Tertinggi, Jokowi Harus Ikut Tuntaskan Kasus Novel

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 15:50 WIB

Perkarakan Novel Tak Mau BAP, Danhil Semprot Masinton Pasaribu

Perkarakan Novel Tak Mau BAP, Danhil Semprot Masinton Pasaribu

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 15:18 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah: Optimisme Novel Semakin Luntur

PP Pemuda Muhammadiyah: Optimisme Novel Semakin Luntur

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 13:51 WIB

Masinton Sindir dan Salahkan Novel Baswedan Tak Mau Di-BAP

Masinton Sindir dan Salahkan Novel Baswedan Tak Mau Di-BAP

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 13:16 WIB

Sering Diwawancara Media, Tekanan Mata Novel Baswedan Naik Lagi

Sering Diwawancara Media, Tekanan Mata Novel Baswedan Naik Lagi

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 08:15 WIB

CCTV di Kediaman Novel Baswedan Akan Diperiksa Polisi Australia

CCTV di Kediaman Novel Baswedan Akan Diperiksa Polisi Australia

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 19:00 WIB

Polisi Olah TKP Ulang Kasus Penyerangan Novel

Polisi Olah TKP Ulang Kasus Penyerangan Novel

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 16:40 WIB

Terkini

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 17:49 WIB

Profil Ahrie Sonta Nasution, Pernah Jadi Tangan Kanan Listyo Sigit hingga Ajudan Presiden Prabowo

Profil Ahrie Sonta Nasution, Pernah Jadi Tangan Kanan Listyo Sigit hingga Ajudan Presiden Prabowo

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:48 WIB

Tiga Kali Kirim Ganja ke Jakarta, Kurir Asal Sumut Raup Upah Rp1 Juta per Kg

Tiga Kali Kirim Ganja ke Jakarta, Kurir Asal Sumut Raup Upah Rp1 Juta per Kg

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:48 WIB

Salam Tiga Jari Menggema, Simbol Perlawanan yang Menyimpan Pesan Besar

Salam Tiga Jari Menggema, Simbol Perlawanan yang Menyimpan Pesan Besar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 17:45 WIB

Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 17:42 WIB

Ratusan Polisi Dimutasi di Tengah Pusaran Isu Propam dan Manuver Jenderal

Ratusan Polisi Dimutasi di Tengah Pusaran Isu Propam dan Manuver Jenderal

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:42 WIB

×