Pilpres 2019 Diprediksi Diikuti Dua Pasang Calon

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 11 Agustus 2017 | 19:21 WIB
Pilpres 2019 Diprediksi Diikuti Dua Pasang Calon
Konferensi pers di PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (11/8/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Ketua Lingkar Madani, Ray Rangkuti memprediksi terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi pada Pilpres 2019 mendatang. Yaitu dengan tiga pasangan calon dengan dua pasangan calon. Namun, Ray melihat bahwa besar kemungkinan hanya akan ada dua pasangan calon yang akan bertarung.

"Tapi kalau dilihat dari peta yang sekarang dan juga dengan angka presidential threshold 20 persen dengan sistem kemenangan di atas 50 persen, lebih besar kemungkinan akan ada dua calon," kata Ray di kantor PARA Syndicate, Jalan Wijaya Timur, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat ( 11/8/2017).

Kata Ray, apabila target kemenangan di atas 50 persen sesuai dengan UU Pemilu, maka akan sangat berat bila ada tiga pasangan calon. Sebab itu, dua pasangan calon adalah pilihan politik yang paling ideal pada Pilpres 2019 mendatang.

Lebih lanjut, Ray melihat saat ini ada tiga kelompok yang sedang muncul. Pertama, yaitu koalisi pendukung Joko Widod, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Sedangkan kelompok kedua yaitu koalisi pendukun Prabowo Subianto yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Kelompok ini ia istilahkan dengan koalisi petahana calon, karena Prabowo sudah dua kali maju di Pilres. Jika ia calon lagi, berarti Prabowo sudah tiga kali maju dalam pesta demokrasi tingkat nasional.

Sedangkan kelompok ketiga, kata dia yaitu kelompok Abu-abu. Yakni kelompok yang belum menentukan sikap, yaitu Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Di sisi lain, Ray juga melihat terdapat kemungkinan PAN akan menjadi bagian dari partai Abu-abu. Hal ini akan terjadi apabila Demokrat masuk kedalam koalisi Prabowo.

"Awalnya dugaan saya hanya akan ada dua partai politik yang abu-abu. Tapi kenyataannya kan sekarang ini bertambah dengan pernyataan PKB yang belum tentu mendukung pak Jokowi jadi Presiden 2019 kalau tidak ada perubahan kebijakan di full day school," ujar Ray.

Menurut dia, PAN akan bertahan di koalisi pendukung Prabowo, apabila posisinya tidak didominasi dengan masuknya Demokrat pada koalisi itu.

"Jadi kubu Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono ini bertemu, maka sebenarnya yang terpinggirkan dalam koalisi ini adalah PAN. Peran dominasi yang sebelumnya dimiliki PAN dalam koalisi ini, akan terbagi dengan masuknya Demokrat. Itu tentu saja menimbulkan kurang nyaman bagi PAN. Jadi PAN masih dalam posisi menunggu," tutur Ray.

Gerindra sebagai icon dalam koalisi Prabowo, setidaknya akan menjadi penentu dalam koalisi ini. Apakah ia akan memberikan porsi lebih kepada PAN, misal dengan memberi kursi calon Wakil Presiden 2019 atau akan bersikap sebaliknya.

Namun demikian, lanjut Ray, internal PAN sendiri akan sedikit berpolemik, dimana Amien Rais sebagai orang yang mendirikan PAN dengan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum. Kedua tokoh PAN ini akan bersinggungan apabila PAN memilih keluar dari koalisi Prabowo.

"Itulah kenapa PAN agak sedikit diam pasca pertemua SBY dengan Prabowo. Karena sikap menunggu PAN nanti akan kelihatan apabila Demokrat masuk. Dan jika menjadi penanggungjawab koalisi. Tentu ini akan ada resistensi dari PAN," tutur Ray.

Sementara PKB, sudah dengan tegas menyatakan belum pasti memberi dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019. Hal ini menggambarkan PKB sedang menunggu kesempatannya untuk masuk di momen yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hanura Targetkan 81 Kursi  DPR di Pemilu 2019

Hanura Targetkan 81 Kursi DPR di Pemilu 2019

News | Minggu, 06 Agustus 2017 | 03:09 WIB

Hanura Pakai Nama dan Foto Jokowi untuk Alat Peraga Pilkada

Hanura Pakai Nama dan Foto Jokowi untuk Alat Peraga Pilkada

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 11:32 WIB

Gelar Rapimnas, Hanura Targetkan Jadi Partai Empat Besar di 2019

Gelar Rapimnas, Hanura Targetkan Jadi Partai Empat Besar di 2019

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 16:19 WIB

Inilah Faktor-faktor Yang Bisa Bikin Jokowi Kalah di Pilpres 2019

Inilah Faktor-faktor Yang Bisa Bikin Jokowi Kalah di Pilpres 2019

News | Senin, 31 Juli 2017 | 15:30 WIB

Siapa God Father dan God Mother Politik Jelang Pilpres 2019?

Siapa God Father dan God Mother Politik Jelang Pilpres 2019?

News | Senin, 31 Juli 2017 | 14:11 WIB

SMRC Sebut Jokowi Punya Daya Tarik Maju Pilpres 2019, Apa Saja?

SMRC Sebut Jokowi Punya Daya Tarik Maju Pilpres 2019, Apa Saja?

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 17:40 WIB

PKB: Cak Imin Paling Pantas Dampingi Jokowi di 2019

PKB: Cak Imin Paling Pantas Dampingi Jokowi di 2019

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 16:11 WIB

Diyakini Akan Ada 3 Nama Capres di 2019, Jokowi, Prabowo dan...

Diyakini Akan Ada 3 Nama Capres di 2019, Jokowi, Prabowo dan...

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 15:33 WIB

Golkar: Lawan Jokowi Belum Ketahuan, Meski SBY-Prabowo Bertemu

Golkar: Lawan Jokowi Belum Ketahuan, Meski SBY-Prabowo Bertemu

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 14:47 WIB

Maman: Mega, SBY, dan Prabowo Jadi "Kings Makers" Pilpres 2019

Maman: Mega, SBY, dan Prabowo Jadi "Kings Makers" Pilpres 2019

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 14:32 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB