Kembangkan Infrastruktur, Kemen PUPR Perkuat Kawasan Perbatasan

Fabiola Febrinastri

Senin, 14 Agustus 2017 | 10:30 WIB
Kembangkan Infrastruktur, Kemen PUPR Perkuat Kawasan Perbatasan
Ilustrasi kawasan perbatasan. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memacu akselerasi pengembangan infrastruktur terpadu di kawasan perbatasan. Hal itu bertujuan untuk memperkuat wilayah perbatasan dalam  kerangka  Negara  Kesatuan  Republik Indonesia  (NKRI), sesuai  dengan  Nawacita dan visi misi Presiden Joko Widodo.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan, mengatakan, daratan yang merupakann wilayah perbatasan di Indonesia meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste.

"Kemudian Provinsi Kalimantan Barat, Tengah, dan Utara dengan Malaysia, serta Provinsi Papua dengan Papua Nugini," papar Rido, saat berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) ”Jelajah Tapal Batas 2017” di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (10/8/2017).

Hadir sebagai pembicara lain, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, Pelaksana Tugas Pengembangan Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Marvel Situmora, dan Walikota Tarakan, Sofian Raga. Diskusi ini juga diikuti perwakilan asosiasi pengusaha, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan kelompok masyarakat.

Menurut Rido, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR telah mengamanatkan pengembangan wilayah perbatasan  melalui pemenuhan  pelayanan  dasar  dan  peningkatan konektivitas sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

"Mulai dari membuka keterisolasian, mendukung perekonomian rakyat, pelayanan sosial dasar, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu dan lainnya," terang Rido.

Untuk pengembangan konektivitas kawasan perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara, lanjutnya, program infrastruktur yang digulirkan pada anggaran tahun 2017 meliputi pembangunan jalan Long Boh -Metulang–Long Nawang.

“Untuk pembangunan jalan Long Bawan-Long Midang, Long Pujungan–Long Kemuat-Langap, dan Mensalong- Tau Lumbis dilakukan melalui cara membuka hutan terlebih dahulu,” ujarnya.

Kemudian, ada juga preservasi rehabilitasi jalan dalam Kota Tanjung Selor, rehabilitasi mayor jalan Sekatak Buji-Malinau, rehabilitasi mayor jalan lingkar Pulau Sebatik, rehabilitasi mayor jalan Mensalong-APAS.

“Pelebaran jalan batas Bulungan-Tanjung Selor, Tanjung Selor-Tanjung Palas, pelebaran jalan SP. 3 Tanjung Palas-Sekatak Buji, preservasi  rehabilitasi jalan dalam Kota Nunukan, serta rekonstruksi jalan Simanggaris-batas negara,” jelasnya.

Adapun pengembangan keciptakaryaan, lanjut Rido, meliputi, pembangunan Break Water Pantai Tanjung Aru, Kepulauan Sebatik, pembangunan Sea Wall Pantai Amal Baru, Kota Tarakan, pembangunan embung serbaguna Tanjung Agung, pembangunan embung serbaguna Pulau Bunyu Tahap I, serta pembangunan intake dan jaringan transmisi Indulung Kota Tarakan.

Selain itu, ada peningkatan infrastruktur permukiman kawasan kumuh di Sungai Bolong Kelurahan, Nunukan Utara, pembangunan infrastruktur kawasan perdesaan desa raspen tubu di Kecamatan Malinau Utara, pembangunan drainase lingkungan Pulau Sebatik, dan lainnya.

Rido menjelaskan, peningkatan kualitas rumah swadaya dilakukan mencapai 1.500 Unit, pembangunan rumah khusus 100 unit, serta revitalisasi rumah khusus 50 unit.

Di tempat yang sama, Irianto Lamri menerangkan, selama ini pembangunan infrastruktur fisik dan telekomunikasi telah memacu pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan di Kalimantan Utara.

“Masyarakat sangat berharap agar mutunya bisa meningkat. Idealnya bisa melebihi fasilitas yang ada di negara tetangga,” terangnya.  

Menurutnya, pemerintah sudah terlalu lama fokus di pusat pemerintahan, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan sebagian Sumatera, namun tiga tahun ke belakang telah berbeda.

“Hal itu terlihat di wajah pintu-pintu lintas batas negara serta desa dan kecamatan di wilayah perbatasan,” terangnya.

Untuk pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan infrastruktur telekomunikasi sudah dilakukan, sehingga meningkatkan mobilitas warga. Hal itu sudah membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.

“Pada tahun 2015, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh 3,75 persen, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I-2017 menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara 6,17 persen. Angka itu menempati pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kalimantan Tengah 9,49 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengakui, akses jalan antarkabupaten dan kecamatan sudah lebih baik, penggunaan telepon tak perlu memakai kartu operator negara tetangga atau memanjat pohon untuk mencari sinyal, meski ada beberapa kawasan masih lemah sinyalnya.

Pembicara lainnya, Ririek Adriansyah, mengatakan, pihaknya saat ini terus memperluas jangkauan jaringan internet hingga ke wilayah perbatasan. Ia berharap, hal tersebut akan dampaknya pada perekonomian.

Ia menerangkan, data Bank Dunia pada 2010 menunjukkan, setiap 10 persen peningkatan penetrasi internet akan memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 1,38 persen di negara maju dan 1,12 persen di negara berkembang.

Di tempat sama, Marvel Situmora mengakui, saat ini masih ada sejumlah wilayah yang belum memperoleh sinyal telepon seluler.

 “Dalam lingkup nasional ada 8.831 desa yang belum bersinyal, dari total 79.191 desa dan kelurahan di Indonesia,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Marvel, pihaknya menempuh sejumlah cara untuk mengatasi kemacetan komunikasi, antara lain melalui program Palapa Ring yang menghubungkan kota/kabupaten dengan jaringan serat optik, membangun infrastruktur di wilayah tanpa sinyal, dan menyediakan akses internet melalui desa broadband terpadu.

Ia menjelaskan, wilayah perbatasan di Kalimantan Utara merupakan bagian yang menjadi sasaran pembangunan menara base transceiver station (BTS). Program ini menyasar 228 lokasi sepanjang tahun 2016-2017, antara lain 41 lokasi di Kalimantan Utara, 22 lokasi di Nusa Tenggara Timur, dan 18 lokasi di Papua.

(**Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemen PUPR Undang Pengunjung 'Motoran' di Papua di GIIAS 2017

Kemen PUPR Undang Pengunjung 'Motoran' di Papua di GIIAS 2017

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 11:00 WIB

Kemen PUPR Siap Kembangkan Potensi Kopi dan Lada di Empat Lawang

Kemen PUPR Siap Kembangkan Potensi Kopi dan Lada di Empat Lawang

News | Rabu, 09 Agustus 2017 | 00:01 WIB

Terkini

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:12 WIB

7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS

Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:07 WIB

4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!

4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×