Polisi: Keterangan Novel Tak Bantu Kasus Penyiraman Air Keras

Tomi Tresnady | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 16 Agustus 2017 | 09:39 WIB
Polisi: Keterangan Novel Tak Bantu Kasus Penyiraman Air Keras
Novel Baswedan (capture @Dahnilanza)

Suara.com - Penyidik Polda Metro Jaya yang telah diterbangkan ke Singapura untuk memeriksa Novel Baswedan terkait kasus penyiraman air keras tak membuahkan hasil yang baik.

Keterangan Novel yang diperiksa di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Senin (14/8/2017) dianggap belum signifikan untuk membantu mengungkap pelaku misterius dalam kasus teror air keras yang menimpanya.

"Untuk sementara keterangan yang bersangkutan belum (signifikan) ," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya saat dikonfirmasi, Rabu (16/8/2017).

Menurut Argo, penyidik Polri juga belum serius mendalami pernyataan Novel soal keterlibatan jenderal polisi dan keterangan lainnya yang berhubungan dengan kasusnya ketika diwawancarai beberapa media massa asing.

"Kami belum dapatkan berkaitan dengan apa yang dia sampaikan di media," kata dia.

Saat diperiksa penyidik Polri di Singapura, Novel diminta untuk menjelaskan sebelum dirinya mengalami insiden penyerangan air keras pelaku misterius pada Selasa (11/4/2017).

Kepada tim penyidik Polri, Novel mengaku tak mengetahui secara pasti ciri-ciri dari pelaku misterius yang telah menyerangnya.

Penyidik Polri juga turut menanyakan pernyataan Novel yang telah disampaikan kepada media massa.

Namun, Novel tak mau membeberkan bukti-bukti sesuai pernyataannya di media sebelum polisi berhasil menangkap pelaku penyerangan.

Novel juga tak mau membeberkan nama jenderal polisi yang disebut-sebut terlibat dalam kasusnya.

Penyidik utama KPK itu baru akan mengungkap nama jenderal polisi dan bukti-bukti lainnya jika polisi telah menangkap pelaku yang menyiramkan air keras ke wajahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novel Minta TPF Tidak Libatkan Kepolisian

Novel Minta TPF Tidak Libatkan Kepolisian

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 06:43 WIB

Patrialis Tak Dituntut Seumur Hidup Seperti Akil, Ini Kata KPK

Patrialis Tak Dituntut Seumur Hidup Seperti Akil, Ini Kata KPK

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 01:02 WIB

'Nyanyian' Miryam Pejabat KPK Temui Komisi III, Begini Respon KPK

'Nyanyian' Miryam Pejabat KPK Temui Komisi III, Begini Respon KPK

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:11 WIB

Ditanya Kasus Novel dan Habib Rizieq, Kapolda Bergegas Naik Mobil

Ditanya Kasus Novel dan Habib Rizieq, Kapolda Bergegas Naik Mobil

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:47 WIB

Ada Dua Penyidik Baru di Kasus Novel, Ini Penjelasan Polda Metro

Ada Dua Penyidik Baru di Kasus Novel, Ini Penjelasan Polda Metro

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:31 WIB

Terkini

Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini

Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:08 WIB

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:06 WIB

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:51 WIB

Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap Mata

Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap Mata

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:50 WIB

Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL

Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:43 WIB

Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi

Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:37 WIB

Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:35 WIB

Taksi Diduga Picu Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT

Taksi Diduga Picu Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:29 WIB

Media Asing soal Kecelakaan KA vs KRL di Bekasi: Kecelakaan Kereta Api Mematikan di Indonesia

Media Asing soal Kecelakaan KA vs KRL di Bekasi: Kecelakaan Kereta Api Mematikan di Indonesia

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:28 WIB