Ungkap Penculikan Tentara, Warga Myanmar Ditangkap dan Dipenjara

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 21 Agustus 2017 | 06:04 WIB
Ungkap Penculikan Tentara, Warga Myanmar Ditangkap dan Dipenjara
Ilustrasi penculikan atau penyekapan [pixabay]

Suara.com - Aung Ko Htwe ditangkap polisi Myanmar dan dipenjara karena mengaku pernah diculik tentara dan dilatih perang. Karena pengakuan itu, dia ditangkap, Sabtu (19/8/2017) kemarin.

Aung Ko Htwe, penduduk Desa Kalaware, Yangon mengaku diculik oleh militer Myanmar pada tahun 2005. Saat itu dia masih remaja. Pengakuan itu dia sampaikan ke Burma Radio Free Asia (RFA).

Htwe diculik oleh seorang sersan tentara Myanmar di Yangon. Dia dijual ke seorang tentara lain yang membawanya ke sebuah pusat perekrutan di wilayah Mandalay tengah.

Di pusat pelatihan, para tentara anak itu mempunyai aturan ketat. Dalam pengakuan Htwe, ada dua tentara anak yang dihukum mati tahun 2007. Mereka dituduh melakukan kriminal dengan melakuakn pembunan dan melarikan diri dari kamp militer di Shan. Namun hukuman itu diringankan menjadi 10 tahun penjara.

Kakak Htwe, Nay Zar Tun menjelaskan adiknya ditangkap Jumat lalu.

"Dia ditangkap pada hari Jumat, beberapa hari setelah cerita tentang hidupnya diterbitkan oleh RFA," Nay Zar Tun.

Htwe ditangkap karena dinilai menyinggung salah satu petinggi militer, Letnan Kolonel Myo Myint Aung dari Komando Militer Yangon. Htwe diancam hukuman dua tahun penjara.

Seorang petugas polisi mengkonfirmasi bahwa Aung Ko Htwe ditangkap di Kotapraja Dagon Seikkan, wilayah Yangon. Dia dikirim ke Penjara Insein.

"Pengadilan pertama akan dilakukan 1 September," kata petugas tersebut tanpa menyebut nama.

Pengungkapan kasus penculikan tentara anak ini yang pertama di Myanmar. Bahkan PBB baru mendapatkan laporan ini.

Sebelumnya, Militer Myanmar pernah mengaku menarik 849 anak-anak di bawah umur dari karier tentara. Bahkan militer mengklaim menghuum 439 tentara yang terlibat dalam kasus itu. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Myanmar Dilanda Wabah Flu Babi, 23 Orang Meninggal

Myanmar Dilanda Wabah Flu Babi, 23 Orang Meninggal

News | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 09:53 WIB

Kadispen TNI AU Cerita Kronologi Perkelahian Kolonel dan Letkol

Kadispen TNI AU Cerita Kronologi Perkelahian Kolonel dan Letkol

News | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 01:04 WIB

Letkol dan Kolonel TNI AU Berkelahi di Halim Perdana Kusuma

Letkol dan Kolonel TNI AU Berkelahi di Halim Perdana Kusuma

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 23:03 WIB

Bantai Pemuda Palestina, Tentara Israel Cuma Dipenjara 18 Bulan

Bantai Pemuda Palestina, Tentara Israel Cuma Dipenjara 18 Bulan

News | Senin, 31 Juli 2017 | 09:39 WIB

Pakai Bedak dan Lipstik, Tentara Lelaki ISIS Kabur dari Mosul

Pakai Bedak dan Lipstik, Tentara Lelaki ISIS Kabur dari Mosul

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 06:32 WIB

Muslim Rohingya Dilempari Batu Sampai Tewas

Muslim Rohingya Dilempari Batu Sampai Tewas

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 15:09 WIB

Apa Jadinya Jika Lelaki Kemayu Daftar TNI?

Apa Jadinya Jika Lelaki Kemayu Daftar TNI?

Tekno | Sabtu, 17 Juni 2017 | 20:23 WIB

Akun Biksu Anti-Islam Myanmar Diblokir Facebook

Akun Biksu Anti-Islam Myanmar Diblokir Facebook

Tekno | Rabu, 14 Juni 2017 | 11:45 WIB

Pesawat Militer Myanmar Jatuh, Angkut 104 Penumpang

Pesawat Militer Myanmar Jatuh, Angkut 104 Penumpang

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 19:31 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub

Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:46 WIB

LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral

LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:46 WIB

Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok

Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:35 WIB

Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang

Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:28 WIB

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:40 WIB

Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS

Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:38 WIB

Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:26 WIB

Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat

Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:56 WIB

Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook

Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:49 WIB