Jam Kerja "Secret Service" Trump Berlebih dan Biayanya Membengkak

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 Agustus 2017 | 07:17 WIB
Jam Kerja "Secret Service" Trump Berlebih dan Biayanya Membengkak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP)

Suara.com - Lebih dari 1.000 petugas Secret Service atau petugas keamanan Presiden Donald Trump akan bekerja lembur. Namun kelebihan jam kerja itu terancam tidak akan dibayar.

Direktur Secret Service Kepresidenan Amerika Serikat, Randolph Alles mengatakan kerja lembur itu akan melebihi batas yang diamanatkan kongres tahun ini. Sebab jika terus menerus dilakukan, harus menyusun anggaran baru.

"Untuk memperbaiki masalah yang sedang berlangsung dan serius ini, agensi tersebut telah bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Administrasi, dan Kongres selama beberapa bulan terakhir untuk menemukan solusi legislatif," kata Alles dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu Agency.

"Tapi layanan tersebut memiliki dana yang diperlukan untuk memenuhi semua persyaratan misi saat ini untuk sisa tahun fiskal", katanya.

Trump menghabiskan hampir setiap akhir pekan di luar Washington sejak dia jadi presiden Januari lalu. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di lapangan golfnya di resor New Jersey dan Florida.

Dia juga menyewa mobil golf sendiri dengan biaya layanan 60 ribu dolar AS di Bedminster dan Mar a Lago. Sementara biaya perjalanan main golf ke resor Florida 3 juta dolar AS sekali jalan.

Belum lagi pengamanan terhadap keluarga Trump, terutama anak-anaknya yang sering mondar-mandir ke luar negeri untuk urusan bisnis. Misalnya saja perjalanan Eric Trump ke Uruguay mempunyai tagihan kamar hotel 100 ribu dolar AS.

"Kerja keras dan perjalanan terus-menerus juga telah mendorong eksodus baru-baru ini dari jajaran Secret Service," laporan USA Today mengutip sebuah wawancara eksklusif dengan Alles. (Anadolu)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Perang AS Tabrak Tanker di Singapura, 10 Prajurit Hilang

Kapal Perang AS Tabrak Tanker di Singapura, 10 Prajurit Hilang

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 09:49 WIB

Korut: Bom Nuklir Kami Bukan Ancaman untuk Dunia, Cuma AS

Korut: Bom Nuklir Kami Bukan Ancaman untuk Dunia, Cuma AS

News | Minggu, 20 Agustus 2017 | 09:53 WIB

Trump Anjurkan Bunuh Teroris Pakai Peluru Mengandung Darah Babi

Trump Anjurkan Bunuh Teroris Pakai Peluru Mengandung Darah Babi

News | Minggu, 20 Agustus 2017 | 08:51 WIB

Donald Trump Kutuk Serangan Teror di Barcelona

Donald Trump Kutuk Serangan Teror di Barcelona

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 04:14 WIB

Dipaksa Lepas Jilbab, Perempuan Ini Dapat Rp1,1 Miliar

Dipaksa Lepas Jilbab, Perempuan Ini Dapat Rp1,1 Miliar

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 05:39 WIB

Ancaman Iran Jika AS Jatuhkan Sanksi Baru Terkait Nuklir

Ancaman Iran Jika AS Jatuhkan Sanksi Baru Terkait Nuklir

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 02:03 WIB

Ada Plot Kudeta Presiden Donald Trump di Gedung Putih

Ada Plot Kudeta Presiden Donald Trump di Gedung Putih

News | Selasa, 15 Agustus 2017 | 05:15 WIB

Tak Mau Salahkan Kaum Neo-Nazi, Donald Trump Dikecam

Tak Mau Salahkan Kaum Neo-Nazi, Donald Trump Dikecam

News | Senin, 14 Agustus 2017 | 04:31 WIB

Semenanjung Korea Memanas, Trump-Macron Sepakat Kerja Sama

Semenanjung Korea Memanas, Trump-Macron Sepakat Kerja Sama

News | Senin, 14 Agustus 2017 | 04:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×