Dikepung Tentara, Warga Rohingya: Bayi Juga Mereka Bunuh

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 29 Agustus 2017 | 13:33 WIB
Dikepung Tentara, Warga Rohingya: Bayi Juga Mereka Bunuh
Seorang laki-laki memberikan bayi kepada perempuan, agar terhindar dari pagar kawat berduri di dekat kota Maungdaw, perbatasan Myanmar dengan Bangladesh, 28 Agustus 2017. [Rehman Asad/AFP]

Suara.com - Angkatan bersenjta Myanmar dituduh melakukan aksi ekstrayudisial berupa pembunuhan di daerah Rakhine, yang ditempati komunitas Rohingya.

Warga setempat dan aktivis, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (28/8/2017), menuduh tentara menembak penduduk sipil tak bersenjata, termasuk perempuan dan anak-anak.

Penembakan itu dilakukan ketika angkatan perang Myanmar menggelar operasi khusus seusai kelompok bersenjata yang diduga Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), menyerang pos polisi.

Tentara juga sudah mendeklarasikan perang melawan 'terorisme' dengan cara mengepung kota Maungdaw, Buthidaung, dan Rhatedaung, yang dihuni 800 ribu warga. Mereka juga menerapkan jam malam di daerah Rakhine tersebut.

Warga setempat menilai perang melawan terorisme itu hanya kedok untuk membantai mereka. Bahkan, mereka mengklaim kepada Al Jazeera setidaknya 800 warga Muslim minoritas, termasuk puluhan perempuan dan anak-anak dibunuh dalam operasi tersebut.

"Tentara menyerbu desa kami, Jumat (25/8) pagi. Mereka menembaki rumah dan mobil-mobil warga. Ada 11 orang warga desaku yang tewas dalam penyerbuan itu. Mereka menembaki apa pun yang bergerak," tutur Aziz Khan kepada Al Jazeera.

"Aku melihat perempuan dan anak-anak ada di antara mayat korban penembakan. Bahkan bayi pun tak luput dari tembakan mereka," tegasnya lagi.

Seorang waega kota Buthidaung yang namanya disamarkan menjadi Myint Lwin, menuturkan warga kotanya diliputi rasa ketakutan.

"Kami saling bertukar informasi melalui WhatsApp. Tak jarang yang mengirim foto perempuan dan anak-anak sudah menjadi mayat. Bisa kau bayangkan betapa takutnya kami?" tuturnya.

Kekinian, kata dia, tidak ada satu pun warga Muslim di kotanya yang berani keluar dari rumah. Bahkan untuk pergi ke rumah sakit atau pasar pun mereka tak berani.

Aktivis pembela Rohingya dan bloger yang berbasis di Eropa, Ro Nay San Lwin, mengungkapkan sebanyak 5.000 orang hingga 10.000 warga Rakhine terpaksa kabur dari rumah mereka dalam operasi militer terakhir.

"Mereka juga membakar masjid dan madrasah di daerah itu. Ribuan Muslim kabur tanpa makanan dan tempat penampungan. Pamanku sendiri ditahan tentara," tutur San Lwin.

Ia menuding, pemerintah Myanmar tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan aksi polisional militernya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gagal Raih Emas, Gelandang Timnas U-22: Sudah Rezekinya

Gagal Raih Emas, Gelandang Timnas U-22: Sudah Rezekinya

Bola | Selasa, 29 Agustus 2017 | 13:03 WIB

Pulih, Septian David Siap Turun Lawan Myanmar, Perebutan Perunggu

Pulih, Septian David Siap Turun Lawan Myanmar, Perebutan Perunggu

Bola | Selasa, 29 Agustus 2017 | 12:36 WIB

PKS Ingatkan Ada Pembantaian Muslim Rohingya

PKS Ingatkan Ada Pembantaian Muslim Rohingya

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 11:31 WIB

Tentara Myanmar Balik Tuduh Rohingya Bunuh 12 Polisi dan Sipil

Tentara Myanmar Balik Tuduh Rohingya Bunuh 12 Polisi dan Sipil

News | Minggu, 27 Agustus 2017 | 12:50 WIB

Tentara Myanmar Tembaki Muslim Rohingya dengan Senapan Mesin

Tentara Myanmar Tembaki Muslim Rohingya dengan Senapan Mesin

News | Minggu, 27 Agustus 2017 | 07:30 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB