Berburu Rohingya, Kebencian Agama atau Perampasan Lahan?

Reza Gunadha

Sabtu, 02 September 2017 | 19:46 WIB
Berburu Rohingya, Kebencian Agama atau Perampasan Lahan?
Seorang perempuan etnis Rohingya menggendong bayinya setelah tiba di kota Yathae Taung, Rakhine, Myanmar, setelah kabur dari desanya yang diserbu militer, 26 Agustus 2017. [Wai Moe/AFP]

Suara.com - Mata jutaan warga dan tokoh-tokoh dunia, kini mendelik tajam ke arah Myanmar. Konflik berdarah militer negeri itu dengan etnis minoritas Rohingya kembali pecah.

Konflik militer-Rohingya kembali menyeruak tatkala gerilyawan The Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerbu pos kepolisian dan membunuh 30 orang aparat di daerah Rakhine, Jumat (25/8) pekan lalu.

Pascainsurgensi ARSA, militer Myanmar menerapkan operasi militer di wilayah Rakhine, kawasan yang didiami etnis Rohingya. Dalam operasi militer sepekan terakhir, sedikitnya 400 warga Rohingya tewas. Rumah-rumah dibakar. Sementara 38 ribu lainnya melarikan diri ke daerah perbatasan Bangladesh.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres menyebut konflik berdarah di Myanmar tersebut sebagai "malapetaka kemanusiaan". Sedangkan Human Rights Watch (HRW)—lembaga pemantau HAM berbasis di New York—menyebut aksi militer itu sebagai "kejahatan melawan kemanusiaan."

Kantor sekretariat pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi maupun militer menyebut operasi tersebut dilakukan untuk memberantas "teroris Islam" yang bersembunyi di Rakhine.

Klaim resmi Myanmar tersebut disambut oleh banyak pemimpin maupun warga dunia, dengan argumentasi bersifat keagamaan.

Telah terjadi genosida Muslim Rohingya di sana. Mereka tetap diam terhadap ini... Semua yang melihat dari jauh genosida ini dilakukan di bawah kerudung demokrasi juga bagian dari pembunuhan massal ini," kata Erdogan pada perayaan Idul Adha yang diadakan Partai AK di Istanbul, Jumat (1/9/2017), waktu setempat.

Sementara di Indonesia, terjadi gelombang protes dari politikus, organisasi massa, maupun individu  yang juga menilai konflik itu dipicu  kebencian etnis maupun berlatar agama.

Namun klaim konflik Rohingya itu dilatari prasangka agama maupun kebencian etnis, tak sepenuhnya terafirmasi.

baca juga

Profesor Sosiologi Columbia University, Saskia Sassen, misalnya,dalam artikelnya yang diterbitkan The Guardian, 9 Januari 2017, memberikan perspektif lain atas konflik berdarah tersebut.

"Dalam penelitianku, persoalan agama dan etnisitas hanya bagian dalam penjelasan kenapa pembantaian Rohingya terjadi. Tapi, persoalan utamanya bukan kedua hal itu, melainkan perampasan tanah oleh militer untuk kepentingan perusahaan besar. Ini bermotif ekonomi," tulis Saskia.

Perampasan Tanah

Dua dekade terakhir terjadi peningkatan akuisisi atau perpindahan kepemilikan lahan garapan dari warga ke perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam usaha pertambangan, kayu, pertanian, dan air, di seluruh dunia.

Dalam kasus Myanmar, merujuk buku laporan Centre on Housing Rights and Evictions (COHRE) tahun 2007 berjudul "Displacement And Dispossession: Forced Migration and Land Rights, Burma", pihak militer telah menguasai hamparan tanah garapan secara luas dari petani-petani kecil sejak tahun 1990-an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setara: Indonesia Harus Pelopori Invervensi Kemanusiaan Rohingya

Setara: Indonesia Harus Pelopori Invervensi Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 18:31 WIB

Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

News | Sabtu, 02 September 2017 | 17:16 WIB

PDIP Desak Pemerintah Segera Beri Bantuan Kemanusiaan Rohingya

PDIP Desak Pemerintah Segera Beri Bantuan Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 16:52 WIB

DPR Desak Indonesia Putus Kerjasama dengan Myanmar

DPR Desak Indonesia Putus Kerjasama dengan Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 15:57 WIB

Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

News | Sabtu, 02 September 2017 | 15:43 WIB

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Foto | Sabtu, 02 September 2017 | 14:50 WIB

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 14:13 WIB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:51 WIB

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:39 WIB

Aksi Bela Rohingya, Massa Desak ASEAN Bekukan Keanggotaan Myanmar

Aksi Bela Rohingya, Massa Desak ASEAN Bekukan Keanggotaan Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:27 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×