Anggota DPR Tak Ingin Ada Bayi Bernasib Seperti Syakira Lagi

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 05 September 2017 | 18:28 WIB
Anggota DPR Tak Ingin Ada Bayi Bernasib Seperti Syakira Lagi
Deddy Ardiansyah ayah bayi bernama Syakira (6 bulan) [suara.com/Maidian Reviani]

Suara.com - Rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengkah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang terletak di Jalan Percetakan Negara II, Gang DPS, nomor 7, RT 13, RW 6, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekarang menampung belasan warga yang tengah sakit dan menunggu pengobatan di rumah sakit.

Anggota DPR dari Fraksi Demokrat  ‎Eko Wijaya mengapresiasi usaha pemerintah daerah menyediakan rumah tersebut untuk meringankan beban masyarakat dari daerah yang berobat ke Jakarta.

"Keberadaan kantor perwakilan dan rumah singgah ini cukup bagus untuk membantu masyarakat Babel yang sedang berada di Jakarta. Seperti halnya rumah singgah Bangka Tengah yang lokasinya dekat dengan RSCM Jakarta, cukup membantu bagi masyarakat Bangka Tengah yang akan berobat ke RSCM tersebut," kata Eko kepada Suara.com, Selasa (5/9/2017).

Lebih jauh, Eko mengungkapkan jaminan kesehatan selalu menjadi masalah dan tidak kunjung selesai di negara ini, apalagi biaya kesehatan mahal.

Salah satu anak yang kini ditampung di rumah singgah bernama Syakira (6 bulan ). Dia lahir tanpa bola mata (Anopthalmia) dan kelainan tujuh organ tubuh lainnya. 

"Seperti bayi Syakira ini, karena minimnya fasilitas rumah sakit di Bangka, bayi Syakira harus mendapatkan rujukan ke Jakarta. Bisa dibayangkan apabila seluruh provinsi di negara kita mengalami hal ini, tumpukan pasien akan berada di Jakarta," kata Eko.‎

Legislator dari daerah pemilihan Bangka Belitung mengakui fasilitas dan layanan kesehatan di wilayah Bangka Belitung masih ‎jauh dari kata baik.

"Walaupun saya dari Komisi VII yang tidak bermitra dengan Kementerian Kesehatan, namun saya meminta agar pemerintah, terutama pemerintah daerah, lebih serius dalam menangani permasalahan yang seperti ini," katanya.

Dia mendorong pemerintah meningkatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit Bangka Belitung agar kasus-kasus seperti Syakira bisa ditangani di daerah.

Kondisi-kondisi keterbatasan fasilitas dan pelayanan kesehatan ini pula, katanya, harus menjadi evaluasi pemerintah agar pelayanan kesehatan lebih merata di semua daerah sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan bisa lebih baik lagi.

"Terkait dengan keberadaan rumah singgah, yang saya ketahui, Pemerintah Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten memiliki kantor perwakilan dan rumah singgah di Jakarta," kata dia.

"Terakhir, doa dan harapan saya semoga Syakira bisa melewati masa-masa sulit dalam menghadapi penyakitnya dan diberikan kesembuhan, sehingga dapat tumbuh baik seperti anak-anak pada umumnya. Mari kita berikan kepercayaan pada tenaga medis yang menangani Bayi Syakira ini," Eko menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Jadi Seperti Luna Maya, Motivasi Nabila Syakira Ikut Miss Popular 2022

Ingin Jadi Seperti Luna Maya, Motivasi Nabila Syakira Ikut Miss Popular 2022

Entertainment | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:24 WIB

Terkini

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:57 WIB

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB