Myanmar Tolak Permintaan Gencatan Senjata Pemberontak Rohingya

Reza Gunadha

Senin, 11 September 2017 | 12:23 WIB
Myanmar Tolak Permintaan Gencatan Senjata Pemberontak Rohingya
Seorang laki-laki memberikan bayi kepada perempuan, agar terhindar dari pagar kawat berduri di dekat kota Maungdaw, perbatasan Myanmar dengan Bangladesh, 28 Agustus 2017. [Rehman Asad/AFP]

Suara.com - Pemerintah dan militer Myanmar menolak permintaan gencatan senjata yang dimaklumatkan milisi bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Penolakan itu merupakan jawaban atas deklarasi gencatan senjata unilateral yang diumumkan juru bicara ARSA pada Sabtu (9/9/2017).

"Kami tak memunyai kebijakan bernegosiasi dengan kelompok teroris," tegas juru bicara senior pemerintah Myanmar, Zaw Htay melalui akun Twitter miliknya, Minggu (10/9) malam, dan disitat Channel News Asia.

Pemerintah Myanmar telah memasukkan ARSA dalam daftar kelompok teroris, karena gerombolan tersebut bertujuan merebut negara bagian Rakhine untuk dideklarasikan sebagai negara sendiri.

Kontak senjata termutakhir antara ARSA dan militer Myanmar terjadi pada Kamis (25/8) tiga pekan lalu. Ketika itu, ARSA menyerang 20 pos polisi yang menewaskan 15 aparat.

Setelah insureksi itu, militer Myanmar merespons dengan penerapan operasi militer di seluruh Rakhine. Dalam operasi itu, sedikitnya 300 ribu warga Rohingnya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Eksodus komunitas Rohingya itu memicu kecaman dunia terhadap Konselor Myanmar Aung San Suu Kyi. Pasalnya, para pengungsi adalah warga sipil Rohingya, bukan pendukung ARSA.

Kecaman semakin menghebat setelah militer Myanmar dilaporkan memasang ranjau darat di jalan-jalan setapak, yang menjadi jalur pengungsi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ARSA, Pemberontak Bersenjata Rohingya Minta Gencatan Senjata

ARSA, Pemberontak Bersenjata Rohingya Minta Gencatan Senjata

News | Senin, 11 September 2017 | 11:55 WIB

Warga Rohingya: Saudara, Ipar, dan Keponakan Saya Dibunuh Tentara

Warga Rohingya: Saudara, Ipar, dan Keponakan Saya Dibunuh Tentara

News | Senin, 11 September 2017 | 06:55 WIB

Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Myanmar Harus Lewat PBB

Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Myanmar Harus Lewat PBB

News | Senin, 11 September 2017 | 04:00 WIB

PBB Bantu 300.000 Muslim Rohingya

PBB Bantu 300.000 Muslim Rohingya

News | Minggu, 10 September 2017 | 01:17 WIB

Kapolri Akan Temui Kepolisian Myanmar, Bahas Krisis Rohingya

Kapolri Akan Temui Kepolisian Myanmar, Bahas Krisis Rohingya

News | Sabtu, 09 September 2017 | 16:24 WIB

Arab Saudi Masih Diam, Iran Kirim Pesawat untuk Rohingya

Arab Saudi Masih Diam, Iran Kirim Pesawat untuk Rohingya

News | Sabtu, 09 September 2017 | 13:02 WIB

Konflik Rohingya, ASEAN Tersandera Kebijakan Nonintervensi

Konflik Rohingya, ASEAN Tersandera Kebijakan Nonintervensi

News | Sabtu, 09 September 2017 | 09:52 WIB

Kritik Aung San Suu Kyi, Fadli Zon Bikin Sajak

Kritik Aung San Suu Kyi, Fadli Zon Bikin Sajak

News | Sabtu, 09 September 2017 | 09:28 WIB

Bocah SD hingga Warganet, Ramai-Ramai Galang Dana untuk Rohingya

Bocah SD hingga Warganet, Ramai-Ramai Galang Dana untuk Rohingya

News | Sabtu, 09 September 2017 | 09:10 WIB

Bungkam soal Rohingya, Nobel Suu Kyi Tetap Tak Bisa Dicabut

Bungkam soal Rohingya, Nobel Suu Kyi Tetap Tak Bisa Dicabut

News | Sabtu, 09 September 2017 | 07:49 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×