Bungkam soal Rohingya, Nobel Suu Kyi Tetap Tak Bisa Dicabut

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 09 September 2017 | 07:49 WIB
Bungkam soal Rohingya, Nobel Suu Kyi Tetap Tak Bisa Dicabut
Politisi Myanmar pemimpin Partai NLD Aung San Suu Kyi.

Suara.com - Desakan agar medali penghargaan Nobel Perdamaian yang diterima Konselor Myanmar, Aung San Suu Kyi, pada tahun 1991 semakin marak sejak dua pekan terakhir.

Sebabnya, Suu Kyi dinilai bungkam dan tak membela komunitas Rohingya di wilayah Rakhine, yang menjadi target persekusi militer Myanmar.

Namun, Kepala Nobel Institute Olav Njolstad menegaskan, predikat penerima Nobel Perdamaian Suu Kyi tidak bisa dicabut.

"Alfred Nobel (penggagas hadiah Nobel) tidak pernah mengatakan penghargaan itu bisa dicabut. Yayasan Nobel juga tak memunyai aturan pencabutan itu," kata Olav melalui pos elektronik kepada The Associated Press yang dikutip Telegraph, Jumat (8/9/2017).

Karenanya, Olav memasatikan pencabutan medali Nobel Perdamaian 1991 dari Suu Kyi merupakan kemustahilan.

"Tidak ada satu pun anggota komite di Stockholm dan Oslo pernah berpikir mengenai pencabutan penghargaan itu setelah diberikan kepada seseorang," tegasnya lagi.

Suu Kyi pada awal dekade lalu menerima Nobel Perdamaian atas perjuangan nonkekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia. Namun, kekinian, penghargaan itu dipertanyakan kepantasannya.

Sebab, 386.000 orang sudah menandatangani petisi yang digalang secara daring melalui laman Change.org, untuk mendesak Nobel Perdamaian ditarik dari Suu Kyi.

Suu Kyi dinilai memihak kepada militer dan pemerintah Myanmar yang melakukan persekusi terhadap warga Rohingya di Rakhine.

Dalam surat terbukanya, mantan Uskup Anglikan Afrika Selatan yang juga penerima Nobel Perdamaian, Desmond Tutu, mempertanyakan sikap bungkam Suu Kyi atas konflik Rohingya.

Menurutnya, sikap bungkam Suu Kyi itu secara tidak langsung merupakan persetujuan sehingga militer Myanmar leluasa menggelar operasi militer di Rakhine.

Bahkan, saat memberikan pernyataan, Suu Kyi justru menilai krisis Rohingya disebabkan peredaran berita-berita serta foto hoaks alias bohong mengenai kondisi Rohingya di Rakhine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah: Megawati Tak Bisa Disamakan Suu Kyi

Fahri Hamzah: Megawati Tak Bisa Disamakan Suu Kyi

News | Jum'at, 08 September 2017 | 19:58 WIB

Sama-sama Dapat Nobel Perdamaian, Desmond Tutu Kutuk Suu Kyi

Sama-sama Dapat Nobel Perdamaian, Desmond Tutu Kutuk Suu Kyi

News | Jum'at, 08 September 2017 | 13:20 WIB

HRWG Desak Myanmar Buka Akses Internasional dan Jurnalis

HRWG Desak Myanmar Buka Akses Internasional dan Jurnalis

News | Kamis, 07 September 2017 | 17:48 WIB

Fadli Zon: Jangan Cuma Kecam, Sediakan Pulau Buat Rohingya

Fadli Zon: Jangan Cuma Kecam, Sediakan Pulau Buat Rohingya

News | Kamis, 07 September 2017 | 14:54 WIB

FPI Klaim 10.000 Pendaftar Ingin Bela Rohingya ke Myanmar

FPI Klaim 10.000 Pendaftar Ingin Bela Rohingya ke Myanmar

News | Kamis, 07 September 2017 | 11:56 WIB

Israel Jual Senjata dan Latih Militer Myanmar yang Buru Rohingya

Israel Jual Senjata dan Latih Militer Myanmar yang Buru Rohingya

News | Kamis, 07 September 2017 | 11:15 WIB

Suu Kyi: Dunia Salah soal Rohingya karena Termakan Berita Hoaks

Suu Kyi: Dunia Salah soal Rohingya karena Termakan Berita Hoaks

News | Kamis, 07 September 2017 | 07:38 WIB

Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Terus Berjalan

Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Terus Berjalan

News | Kamis, 07 September 2017 | 06:07 WIB

Kedubes Myanmar 'Dikepung' Lautan Massa Solidaritas Rohingya

Kedubes Myanmar 'Dikepung' Lautan Massa Solidaritas Rohingya

Video | Rabu, 06 September 2017 | 20:28 WIB

Aksi di Kedubes Myanmar Bubar, Tiga Demonstran "Operasi Semut"

Aksi di Kedubes Myanmar Bubar, Tiga Demonstran "Operasi Semut"

News | Rabu, 06 September 2017 | 19:12 WIB

Terkini

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB