Eks Relawan Asal Indonesia: ISIS Itu Pembohong

Rizki Nurmansyah

Rabu, 13 September 2017 | 10:09 WIB
Eks Relawan Asal Indonesia: ISIS Itu Pembohong
Ilustrasi ISIS [Shutterstock]

Suara.com - Kebohongan dan kekejian. Itulah dua hal dari sekelumit kehidupan berat yang dirasakan para mantan relawan ISIS asal Indonesia saat berada di Suriah.

Mereka pun bersyukur bisa kabur dari cengkeraman kelompok militan tersebut dan kembali ke Tanah Air dengan selamat pada 12 Agustus lalu.

Total ada 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang kabur dan kembali ke Indonesia dengan didampingi tim dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Berangkat pada 11 Agustus dari Bandara Internasional Erbil, wilayah Kurdistan di Irak, para deportan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banteng, pada keesokan harinya.

Belasan WNI itu tiba pada pukul 15.45 WIB di Terminal 2 Bandara Soetta dengan menumpang pesawat Qatar Airways nomor penerbangan QR 956.

Kisah pilu tentang kehidupan selama bergabung dengan ISIS pun tak canggung mereka ceritakan dalam video yang diunggah BNPT, Senin (11/9/2017) lalu.

Heru misalnya, menceritakan pengalaman pahitnya melihat kekejian ISIS. Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat tubuh orang yang sudah tak bernyawa masih tetap dipermainkan.

"Mereka kasar. Kepala orang yang dieksekusi dibuat mainan sama anak-anak, ditendang-tendang. Orang dah mati digituin. Saya lihatnya mual," ujar lelaki kelahiran Jakarta, 12 Juli 1962, yang memiliki nama lengkap Heru Kurnia.

Kisah pilu yang tidak jauh berbeda juga diceritakan Syarafina Naila. Perempuan berhijab ini mengaku kaget saat bergabung ke asrama perempuan ISIS.

baca juga

"Aku tidak nyangka pas masuk ke Suriah. Pas di Suriah, sampai di asrama perempuan, kelakuannya bisa dibilang lebih parah dari binatang," ujarnya.

Lain halnya dengan pengalaman yang dialami Mohammad Raihan Rafisanjani. Pemuda berusia 18 tahun itu menceritakan kehidupannya yang terus-menerus dihantui ketakutan akan gempuran dari bom-bom yang dijatuhkan jet tempur pihak lawan.

"Kehidupan di sana tidak kondusif. Kadang, mungkin hari ini ga ada pesawat, tapi besoknya ada. Atau paginya tidak ada pesawat, sorenya ada terus di bom. Nggak bisa hidup aman seperti yang mereka janjikan," ujarnya.

"ISIS itu pembohong. Jangan percaya sama media mereka. Semoga ISIS tidak ada lagi. Islam itu harusnya damai. Jangan asal membunuh. Sesama Islam mereka bunuh. Tidak tahu siapa lawannya dibunuh. Selain mereka bukan Islam pokoknya," lanjut Raihan.

Foto: Mohammad Raihan Rafisanjani, eks relawan ISIS asal Indonesia yang berhasil kabur dari Suriah. [YouTube@BNPT]

Di lain pihak, Difansa Rachmani menceritakan secara gamblang kenyataan pahitnya yang rupanya termakan bujuk rayu kelompok militan tersebut.

"Kebusukan semua di situ. Sadarkanlah mereka, bahwa Islam itu bukan teror," ujar perempuan berhijab kelahiran Tanjung Reded, Berau, Kalimantan Utara, 31 tahun yang lalu.

"Kami baru paham selama ini, dalam Islam itu nyawa manusia, siapapun dia itu sangat berharga, apalagi nyawa seorang muslim. Dan mereka anggap semua yang di luar ISIS kafir, hanya mereka yang muslim. Jadi kalau sudah begitu sulit, main asal bunuh aja," lanjutnya.

Difansa pun berharap tidak ada lagi WNI yang bergabung dengan ISIS. Dan dia pun yakin kelompok yang dipimpin Abu Bakr Al-Baghdadi kini tengah dalam masa kehancuran.

"Beratlah pokoknya di sana. Jadi orang-orang yang belum masuk sana. Bersyukurlah enggak masuk ke lubang buaya istilahnya, lubang penipuan semua di situ," ujarnya.

"Jangan kita sia-siakan hidup kita untuk mendapatkan kebohongan di ISIS. Dan ISIS itu sudah sebentar lagi akan hancur, Insya Allah. Saya yakin, Insya Allah ISIS pasti hancur, karena dia bukan untuk menegakkan kalimat Allah. Allah benci sama mereka," pungkas Difansa.

Lantas, seperti apa kesaksian lengkap para mantan relawan ISIS asal Indonesia selama di Suriah? Berikut video lengkapnya yang diunggah BNPT:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

News | Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB

Penampakan Langit Suriah Mendadak Jadi Merah! Jarak Padang Nol Akibat Fenomena Alam

Penampakan Langit Suriah Mendadak Jadi Merah! Jarak Padang Nol Akibat Fenomena Alam

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad

Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin

Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:34 WIB

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:33 WIB

Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:30 WIB

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:52 WIB

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

×