Polisi Tangkap 5 Pengepung dan Perusuh di Area Kantor YLBHI

Reza Gunadha | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 18 September 2017 | 06:47 WIB
Polisi Tangkap 5 Pengepung dan Perusuh di Area Kantor YLBHI
Mobil barakuda milik korps Brimob Polri disiagakan dalam aksi massa di Gedung YLBHI di Jalan Diponegoro, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) dini hari WIB. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Polda Metro Jaya menangkap sejumlah orang dari gerombolan pemicu kerusuhan di dekat kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)/LBH Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) dini hari.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz mengatakan, orang-orang ditangkap itu diduga merupakan provokator aksi pengepungan kantor YLBHI yang berujung bentrokan tersebut.

"Ada sekitar 5 orang yang ditangkap. Mereka sudah kami ikuti sejak awal, dan akan diproses secara hukum,” kata Idham Aziz di Jalan Diponegoro, Senin.

Ia mengungkapkan, gerombolan pengepung kantor YLBHI sejak Minggu (17/9) malam tersebut berjumlah ribuan orang yang mengatasnamakan sejumlah organisasi.

Jumlah gerombolan tersebut semakin bertambah banyak hingga Senin dini hari, sehingga aparat kepolisian memutuskan menindak tegas untuk mengendalikan mereka.

Orang-orang yang diduga provokator dan sudah ditangkap itu akan diproses secara hukum, karena diduga melanggar Pasal 170 KUHP tentang pelaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum.

Sementara akibat pengepungan dan bentrokan tersebut, kantor YLBHI megalami kerusakan ringan.

Massa sempat memaksa masuk ke gedung. Ada pula yang melempari dengan batu. Akibatnya, beberapa properti di kantor YLBHI rusak.

"Ada sedikit kerusakan. Kemudian kami menutup seluruh ruangan," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Alghiffari Aqsa, di lokasi, Senin dini hari.

Gerombolan tersebut menggeruduk kantor YLBHI setelah menduga gedung itu digunakan untuk acara terkait PKI, Minggu malam.

Alghiffari menuturkan, YLBHI/LBH Jakarta ketika itu tengah menggelar  acara seni bertajuk "Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi" yang sama sekali tak terkait PKI.

"Acara yang berlangsung sejak Minggu sore jam 03.00 sampai pukul 21.30 WIB itu judulnya 'Asik-Asik Aksi'. Isinya ada banyak, kesenian, orasi, komedi tunggal, ada yang melukis," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Penampakan Kantor YLBHI Usai Jadi Sasaran Amuk Massa

Begini Penampakan Kantor YLBHI Usai Jadi Sasaran Amuk Massa

News | Senin, 18 September 2017 | 05:25 WIB

Sering Bela Orang Miskin, Direktur YLBHI Heran Kantornya Didemo

Sering Bela Orang Miskin, Direktur YLBHI Heran Kantornya Didemo

News | Senin, 18 September 2017 | 04:40 WIB

Dikepung Massa, Dituduh Sarang PKI, Ini Klarifikasi LBH Jakarta

Dikepung Massa, Dituduh Sarang PKI, Ini Klarifikasi LBH Jakarta

News | Senin, 18 September 2017 | 04:39 WIB

Hampir 5 Jam Dikepung, Peserta Kegiatan Seni di YLBHI Dievakuasi

Hampir 5 Jam Dikepung, Peserta Kegiatan Seni di YLBHI Dievakuasi

News | Senin, 18 September 2017 | 04:13 WIB

Yang Bikin Ricuh di Gedung YLBHI Anggota Non FPI

Yang Bikin Ricuh di Gedung YLBHI Anggota Non FPI

News | Senin, 18 September 2017 | 03:00 WIB

Sebagian Gerombolan Penyerang YLBHI Anggota FPI

Sebagian Gerombolan Penyerang YLBHI Anggota FPI

News | Senin, 18 September 2017 | 02:37 WIB

Aksi Massa di Gedung YLBHI Ricuh, Sejumlah Aparat Terluka

Aksi Massa di Gedung YLBHI Ricuh, Sejumlah Aparat Terluka

News | Senin, 18 September 2017 | 02:37 WIB

Dibubarkan Polisi dari YLBHI, Massa Mundur sampai  Stasiun Cikini

Dibubarkan Polisi dari YLBHI, Massa Mundur sampai Stasiun Cikini

News | Senin, 18 September 2017 | 02:14 WIB

Kapolres Pastikan Tak Ada Kegiatan PKI di YLBHI, Massa: Bohong!

Kapolres Pastikan Tak Ada Kegiatan PKI di YLBHI, Massa: Bohong!

News | Senin, 18 September 2017 | 02:12 WIB

Chaos, Gerombolan Pengepung YLBHI Lari Tunggang Langgang

Chaos, Gerombolan Pengepung YLBHI Lari Tunggang Langgang

News | Senin, 18 September 2017 | 01:41 WIB

Terkini

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB