Minta Dipercepat, Presiden Tinjau Bendungan Karian di Banten

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 05 Oktober 2017 | 09:31 WIB
Minta Dipercepat, Presiden Tinjau Bendungan Karian di Banten
Presiden RI Joko Widodo, didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, meninjau kemajuan pembangunan Bendungan Karian, Banten, Rabu (4/10/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meninjau kemajuan pembangunan Bendungan Karian, di Kelurahan Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

"Waduk Karian sudah direncanakan sejak tahun 80-an. Kemudian tiga tahun yang lalu, kami eksekusi untuk dikerjakan. Ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede," ungkap Jokowi, usai peninjauan, Banten, Rabu (4/10/2017).

Presiden menargetkan pembangunan bendungan ini dapat diselesaikan pada 2019, dari rencana semula selesai 2020.

"Setelah melihat di lapangan dan pekerjaan bisa dipercepat, nanti pertengahan 2019, insya Allah bisa selesai," ujarnya.

Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi dan menjadi salah satu proyek strategis nasional.  Pembangunannya menggunakan sumber dana APBN dan akan memiliki kapasitas tampung sebesar 314,7 juta meter kubik, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan pasokan air bagi lahan pertanian seluas 22.000 hektare di Provinsi Banten.

Dengan terjaminnya air irigasi dari bendungan, maka produksi gabah diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 162.800 ton gabah per tahun, senilai Rp 500 miliar. Saat ini, produksi gabah petani adalah 187.000 ton per tahun dan ditargetkan menjadi 349.800 ton gabah per tahun, setelah bendungan beroperasi.

Selain itu, bendungan juga bermanfaat untuk menghasilkan listrik sebesar 1,8 MW bagi 10.000 kepala keluarga yang berada di 40 desa atau 4 kecamatan di sekitar bendungan dan berfungsi untuk pengendali banjir.



Sementara itu, Basuki mengatakan, konstruksi Bendungan Karian telah memasuki tahap pembangunan tubuh bendungan (main dam).  

"Progress konstruksinya sudah mencapai 47 persen. Pekerjaan di lapangan dilakukan tujuh hari seminggu, minimum 2 shift sehari, agar selesai pada Juni 2019," jelasnya.

Bendungan Karian merupakan salah satu dari 65 bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR pada periode 2015-2019, sebagai bagian dari Nawa Cita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.

"Selain irigasi, bendungan ini akan menyuplai kebutuhan air untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan dan industri di 7 kota/kabupaten, yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serpong, Kabupaten Lebak, dan wilayah barat Provinsi DKI Jakarta. Selama ini, pasokan air baku ke Jakarta berasal dari timur Jakarta, yakni Bendungan Jatiluhur. Dengan adanya Bendungan Karian, maka akan ada keseimbangan neraca air ," kata Basuki.

Untuk mengalirkan air baku ke daerah-daerah tersebut diperlukan pembangunan pipa air yang diperkirakan sepanjang 47,9 kilometer. Kapasitasnya sebesar 14,6 juta m3/detik dan akan dinikmati oleh lebih dari 5 juta jiwa.

Saat ini sedang dikaji masterplan-nya dan akan segera disusun studi kelayakannya bersama K-Water dari Korea Selatan, yang memiliki pengalaman panjang sebagai institusi kelas dunia dalam pengelolaan sumber daya air. Kerja sama dibangun dengan skema pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pembangunan Bendungan Karian dimulai sejak Oktober 2015, dengan anggaran sebesar Rp 1,07 triliun dan dikerjakan oleh Daelim Industrial Co, LTD-PT. Wijaya Karya (Persero) PT. Waskita Karya (Persero) Joint Operation.

Sampai saat ini, Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan 33 bendungan dari 49 yang direncanakan. Tahun depan akan dimulai 11 bendungan lagi dan sisanya pada 2019.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Komisi V DPR RI, Nusyirwan Soejono, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, Dirjen Sumber Daya Air, Imam Santoso, Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA, Ni Made Sumiarsih, Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja, dan Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, Tris Raditian.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dengan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembangunan Infrastruktur Tangguh Bisa Kurangi Risiko Bencana

Pembangunan Infrastruktur Tangguh Bisa Kurangi Risiko Bencana

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 09:51 WIB

Kementerian PUPR Kembangkan Hunian Vertikal dengan Konsep TOD

Kementerian PUPR Kembangkan Hunian Vertikal dengan Konsep TOD

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 20:33 WIB

Terkini

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:16 WIB

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:15 WIB

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:33 WIB

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:29 WIB

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB