Mensos: Jangan Ada Penerima Bansos yang Terlewat

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 10 Oktober 2017 | 11:30 WIB
Mensos: Jangan Ada Penerima Bansos yang Terlewat
Mensos, Khofifah Indar Parawansa, saat pencairan PKH di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017). (Sumber: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa minta pendamping PKH secara detail menyisir ulang warga kurang mampu di wilayahnya. Hal ini mengingat pada 2018, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH bertambah menjadi 10 juta, dari sebelumnya hanya 6 juta penerima pada 2017.

"Sisir kembali, jangan sampai ada keluarga yang seharusnya memperoleh bantuan sosial malah justru terlewat," pesan Khofifah, saat pencairan PKH di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017)

Ia mengatakan, keakuratan data menjadi poin utama tepat tidaknya sasaran bantuan sosial tersebut dan pendamping adalah ujung tombak Kementerian Sosial dalam penyaluran PKH tersebut. Pendamping dan operator harus siap menghadapi tambahan penerima bantuan PKH dari 6 juta menjadi 10 juta penerima, dan bantuan pangan dari 1,28 juta menjadi 10 juta KPM.

"Jangan anggap sepele, karena tugas ini berat, jadi harus ulet dan detail. Karenanya butuh komitmen kuat baik dari pendamping, bank penyalur, dan pemerintah daerah, agar program ini berjalan on the track dan sesuai harapan," ujarnya.

Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, kata Khofifah, penambahan jumlah KPM pada 2018 sebanyak 460.447 keluarga. Saat ini jumlah KPM ada 969.513 keluarga, dengan total bantuan PKH sebanyak Rp1,83 triliun. Adapun total bansos yang digelontorkan pemerintah kepada Provinsi Jawa Tengah senilai Rp5,34 triliun.

Khofifah menerangkan, target pembangunan 2018, sebagaimana dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun Anggaran 2018, menetapkan tingkat kemiskinan 9-10 persen dan tingkat pengangguran terbuka 5,3-5,5 persen pada rasio gini 0.38. Target ini ditetapkan dengan mengacu pada jumlah penduduk miskin sesuai survei BPS September 2016, yaitu sekitar 27,8 juta jiwa.

"Saya optimistis target tersebut bisa terpenuhi. Perluasan PKH ini menjadi salah satu cara yang ditempuh, selain program yang dilaksanakan berbagai kementerian dan lembaga  lainnya. Bismillah, semoga semua berjalan lancar dan bermanfaat," imbuhnya.

Khofifah menambahkan, PKH menjadi program unggulan nasional dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), PKH menjadi program paling efektif dalam menurunkan angka kemiskinan dan gini rasio.

"Angkanya tinggi sekali dibandingkan peringkat kedua dan ketiga program lainnya, yakni Program Indonesia Pintar dan subsidi listrik," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga minta dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten /kota untuk mengkoordinasikan pelaksanaan PKH di daerah masing-masing dan mensinergikan PKH dengan program bansos lainnya di daerah.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Kemensos dan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Serahkan Bansos PKH di Cilegon-Banten

Presiden Jokowi Serahkan Bansos PKH di Cilegon-Banten

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 09:19 WIB

Terkini

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB