Akprind Minta Maaf Atas Kebohongan Dwi Hartanto

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 11 Oktober 2017 | 02:15 WIB
Akprind Minta Maaf Atas Kebohongan Dwi Hartanto
Dwi Hartanto saat menerima penghargaan dari KBRI di Den Haag, Belanda, 17 Agustus 2017. [YouTube/Video Tube]

Suara.com - Rektor Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind Yogyakarta Amir Hamzah meminta maaf atas kebohongan yang dilakukan mahasiswa doktoral Delft Technische Universitet, Belanda, Dwi Hartanto, yang merupakan lulusan program strata satu institut tersebut.

"Selaku almamater Dwi Hartanto, kami memohon maaf atas tindakan tidak terpuji salah satu alumni kami itu, meskipun yang bersangkutan sempat tidak mengaku sebagai alumnus IST Akprind," kata Amir di kampus IST Akprind Yogyakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, Dwi Hartanto yang melakukan kebohongan informasi terkait sepak terjangnya di dunia penelitian hingga sempat dijuluki "The Next Habibie" merupakan lulusan program strata satu (S-1) IST Akprind pada 2005.

"Dwi Hartanto adalah benar salah satu lulusan Akprind tahun 2005 dengan predikat cumlaude IPK 3,88. Dwi dinyatakan lulus dari Fakultas Teknik Informatika pada 15 November 2005 dan diwisuda pada 26 November 2005," kata Amir.

Dwi yang menulis skripsi berjudul "Membangun Robot Cerdas Pemadam Api Berbasis Algoritma Kecerdasan AAN (Artificial Neural Network)" merupakan lulusan terbaik pada wisuda tersebut dan mahasiswa berprestasi tingkat Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ia mengatakan terkait kebohongan yang telah dilakukan Dwi, pihak kampus tidak akan memberikan sanksi seperti pencabutan ijazah mengingat tindakan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan lulus dan tidak berkaitan dengan akademik selama menempuh pendidikan di Akprind.

"Kami tidak akan memberikan sanksi pada Dwi, kecuali kalau nanti, misalnya, diketahui skripsinya plagiat, maka kami bisa memberikan sanksi berupa pencabutan ijazah yang bersangkutan," kata Amir.

Ia mengemukakan, selama ini Akprind selalu mengedepankan azas kejujuran dalam proses perkuliahan di kampus. Dalam proses perkuliahan mahasiswa sejak awal hingga lulus, Akprind mengedepankan "soft skill" baik kejujuran, etika maupun norma.

"Kami berharap Dwi bisa belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri ke depan. Kasus itu diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi Dwi dan masyarakat Indonesia khususnya akademisi dan peneliti," kata Amir.

Sebelumnya, melalui surat tertulis Dwi Hartanto mengakui kebohongannya dan menyampaikan permintaan maaf atas kebohongan yang telah dilakukannya selama ini.

Dwi mengaku tidak pernah berprestasi seperti apa yang dikatakannya. Dwi juga mengaku bahwa dirinya bukan perancang Satellite Launch Vehicle dan tidak pernah membuat roket bernama TARAV7s (The Apogee Ranger versi 7s). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

I-4: Kebohongan Dwi Hartanto Sebabkan Kerugian Material

I-4: Kebohongan Dwi Hartanto Sebabkan Kerugian Material

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 13:56 WIB

Tak Semudah Klaim Dwi Hartanto, Begini Karier Ilmuwan di Jepang

Tak Semudah Klaim Dwi Hartanto, Begini Karier Ilmuwan di Jepang

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 12:15 WIB

Dwi Hartanto 'The Next Habibie' Manipulasi Cek Demi Berbohong

Dwi Hartanto 'The Next Habibie' Manipulasi Cek Demi Berbohong

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 07:13 WIB

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB