Dokumen Rahasia AS: PKI Tak Tahu G30S hingga Tentara Mau Kudeta

Reza Gunadha

Rabu, 18 Oktober 2017 | 12:44 WIB
Dokumen Rahasia AS: PKI Tak Tahu G30S hingga Tentara Mau Kudeta
[NSArchive]

Suara.com - Sejak era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto hingga era reformasi, kisah kelam pembantaian ratusan ribu warga sipil Indonesia yang dimulai sejak peristiwa G30S cenderung tabu dibicarakan oleh penguasa maupun militer.

Pemerintah dan TNI selama ini mengklaim Gerakan 30 September 1965 didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sementara mengenai pembunuhan pemimpin dan anggota PKI, pemimpin dan anggota organisasi massa demokratis, pendukung Soekarno, bahkan orang-orang yang hanya "dicap" sebagai PKI, dinilai hanya sebagai aksi spontan massa anti-PKI.

Namun, klaim-klaim yang terus diwariskan sejak era diktator Soeharto tersebut semakin dipertanyakan oleh banyak pihak. Pasalnya, beragam bukti sejarah menunjukkan hal sebaliknya, sehingga cerita mengenai PKI dan pembantaian massal setelah G30S tak lagi bisa ditentukan seenaknya oleh penguasa.

Termutakhir, 36 dokumen rahasia milik Amerika Serikat dipublikasikan oleh National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA).

Dokumen setebal 30 ribu halaman tersebut berisi fragmen-fragmen kabel diplomatik (telegram) sejak tahun 1964 sampai 1968. Dalam periode itu, Dubes AS yang bertugas di Indonesia adalah Howard P Jones (1958-1965) dan Marshall Green (1965-1969).

Kader PKI Tak Tahu G30S

Satu dokumen penting yang dipublikasikan adalah telegram Kedubes AS di Jakarta tertanggal 20 November 1965,  yakni setelah G30S.

Dalam telegram yang ditujukan kepada Sekretaris Negara AS di Washington berkode 1516 itu disebutkan, banyak aktivis PKI sama sekali tak mengetahui mengenai pembunuhan 30 September. Ada juga yang mengakui kebingungan.

baca juga

Sebabnya, mereka tak pernah mendapat perintah dari pucuk pemimpin PKI untuk melakukan kudeta pada 30 September seperti yang diklaim TNI sesudahnya. Bahkan, karena PKI tak menjadi dalang G30S, banyak aktivis tingkat daerah partai itu yang masih berani ke Jakarta.

"Kader muda PKI dari Yogyakarta ke Jakarta pada awal November karena ada misi partai. 'Sumber' di PKI mengatakan, mereka tak tahu mengenai gerakan 30 September itu dan mereka justru bingung mengenai apa yang harus dilakukan," demikian yang tertulis dalam telegram tersebut.

Pada telegram itu juga disebutkan, seorang jurnalis Australia yang fasih berbahasa Indonesia, sempat mengunjungi daerah di Jawa Tengah pada 10 Oktober 1965. Jurnalis itu melaporkan hal yang sama, yakni pemimpin, kader, maupun simpatisan PKI di daerah itu tak pernah mendapat perintah untuk melakukan pemberontakan 30 September.

Percobaan Kudeta

Fakta sebaliknya dan cenderung mengejutkan justru terungkap dalam dokumen yang dinyatakan tak lagi rahasia (deklasifikasi) sejak Selasa (17/10/2017), pukul 09.00 waktu AS, yakni TNI AD hendak melakukan kudeta terhadap Soekarno.

"Merujuk staf Kedutaan Jerman, tentara Indonesia kini 'mempertimbangkan' kemungkinan untuk menurunkan Soekarno. Mereka telah mendekati sejumlah kedutaan negara Barat untuk memberitahukan kemungkinan tersebut," demikian yang tertulis dalam telegram Kedubes AS tertanggal 12 Oktober 1965 berkode 540A.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokumen Rahasia AS Ungkap Cerita Baru Tentang PKI Tahun 1965

Dokumen Rahasia AS Ungkap Cerita Baru Tentang PKI Tahun 1965

News | Rabu, 18 Oktober 2017 | 03:05 WIB

'Raja Majalah Porno' Tawarkan Rp134 Miliar untuk Gulingkan Trump

'Raja Majalah Porno' Tawarkan Rp134 Miliar untuk Gulingkan Trump

News | Senin, 16 Oktober 2017 | 13:05 WIB

Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

News | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 02:13 WIB

Tato Menteri Susi Ditaksir Mantan Menlu Amerika Serikat

Tato Menteri Susi Ditaksir Mantan Menlu Amerika Serikat

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:38 WIB

Korut Tuding CIA Hendak Bunuh Kim Jong Un dengan Racun

Korut Tuding CIA Hendak Bunuh Kim Jong Un dengan Racun

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 13:58 WIB

Iklan Sabun Dove Ini Kontroversial, Tuai Kecaman dan Boikot

Iklan Sabun Dove Ini Kontroversial, Tuai Kecaman dan Boikot

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 12:52 WIB

Muslimah yang Sedang Hamil Diseret Keluar Pesawat AS

Muslimah yang Sedang Hamil Diseret Keluar Pesawat AS

News | Minggu, 08 Oktober 2017 | 07:43 WIB

Ogah Pakai Jilbab, Gadis Grandmaster Catur Iran Membelot ke AS

Ogah Pakai Jilbab, Gadis Grandmaster Catur Iran Membelot ke AS

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 13:29 WIB

Lengkapi Berkas, Polda Harap Alfian Tanjung Segera Disidang

Lengkapi Berkas, Polda Harap Alfian Tanjung Segera Disidang

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 09:11 WIB

Heboh Isu PKI dan Komunisme, Anggun pun Unjuk Bicara

Heboh Isu PKI dan Komunisme, Anggun pun Unjuk Bicara

Entertainment | Rabu, 04 Oktober 2017 | 16:08 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×