Array

Ogah Pakai Jilbab, Gadis Grandmaster Catur Iran Membelot ke AS

Reza Gunadha Suara.Com
Kamis, 05 Oktober 2017 | 13:29 WIB
Ogah Pakai Jilbab, Gadis Grandmaster Catur Iran Membelot ke AS
Dorsa Derakhshani, wanita grandmaster catur Iran. [Net]

Suara.com - Dorsa Derakhshani, gadis berusia 19 tahun yang sudah menyandang gelar grandmaster catur Iran, membelot ke Amerika Serikat setelah mengetahui dirinya dilarang bermain untuk negerinya lantaran menolak memakai jilbab.

Dorsa, seperti diberitakan New York Times, Selasa (3/10/2017), bergabung dengan federasi catur AS pada September 2017, setelah mengetahui adanya larangan tersebut.

Bahkan, nama gadis itu sudah tercatat di laman daring Fédération Internationale des Échecs, atau World Chess Federation Cabang AS. Dengan demikian, ia berhak mewaliki AS di ajang federasi dunia.

Kekinian, Dorsa bergabung dengan tim Universitas Saint Louis di bawah pengawasan pelatih Alejandro Ramirez.

“Dia dilarang pemerintah Iran untuk berlaga di kompetisi internasional. Agar bisa berlaga, dia perlu persetujuan federasi tertentu sehingga ia pindah ke AS. Bagi kami itu tak masalah,” tutur Ramirez.

Dorsa sejak Februari 2017 sebenarnya sudah dipastikan tak bakal dipanggil memperkuat timnas catur negeri para Mullah.

Bahkan, ia juga dilarang mengatasnamakan wakil Iran dalam setiap kompetisi yang ingin diikutinya secara individual.

Padahal, Dorsa adalah satu dari banyak atlet berbakat Iran. Gadis itu meraih gelar master internasional dan grandmaster wanita sejak tahun 2016. Dorsa yang dibesarkan di Teheren, memang tak lagi berdomisili di Iran tapi di Barcelona.

Larangan keras tersebut diumumkan Ketua Federasi Atlet Catur Iran Mehrdad Pahlenvanzadeh. Alasan pelarangan itu cukup kontroversial.

Baca Juga: Bayar Utang Resepsi Nikah, Satpam Bobol Brangkas Toko

”Dia menolak memakai jilbab saat bertanding dalam turnamen Tradewise Gibraltar Chess Festival 2017. Itu sangat fatal, dan kami tak bisa menoleransi hal tersebut,” tegas Mehrdad, seperti dilansir Rusia Today, 22 Februari 2017.

Mehrdad mengatakan, pihaknya juga menerapkan larangan yang sama terhadap adik laki-laki Dorsa, yakni Borna.

Bocah yang masih berusia 15 tahun itu, tak bakal pernah dipanggil memperkuat timnas dan dilarang mengatasnamakan Iran karena mau bertanding melawan pecatur asal Israel, Alexander Huzman, pada turnamen yang sama.

Untuk diketahui, atlet, politikus, dan seluruh aparatus negara Iran dilarang bertemu wakil Israel dalam agenda apa pun.

Sebab, hal tersebut dinyatakan sama dengan mengakui keberadaan negara Israel. Iran dalam kebijakan resminya tak pernah mengakui berdirinya negara Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI