Dokumen Rahasia AS: PKI Tak Tahu G30S hingga Tentara Mau Kudeta

Reza Gunadha

Rabu, 18 Oktober 2017 | 12:44 WIB
Dokumen Rahasia AS: PKI Tak Tahu G30S hingga Tentara Mau Kudeta
[NSArchive]

Masih dalam telegram tersebut, konglomerat Jerman mengakui turut didekati tentara Indonesia. Tentara meminta dirinya menjadi "perantara" perundingan dengan Kedubes Jerman.

"Jika mereka melakukannya (kudeta) maka hal itu akan berlangsung cepat tanpa peringatan dan Soekarno akan digantikan oleh pemerintahan kombinasi sipil dan junta militer," tulis Kedubes AS dalam telegram itu.

Petinggi Angkatan Darat juga disebut menghubungi kedubes-kedubes negera Barat untuk memastikan mereka mendapat bantuan ekonomi dan keuangan setelah menjatuhkan Soekarno.

"Mereka mendekati banyak kedubes Barat. Tapi mereka tak mendekati Dubes Jepang yang menurut mereka terlalu dekat dengan Soekarno. Tapi, kami mendapat informasi, ada staf Kedubes Jepang yang juga coba didekati para jenderal."

Sementara berdasarkan "sumber" Kedubes AS di pemerintah Indonesia, sekelompok jenderal menemui Soekarno sehari sebelum mereka mencoba mendekati sejumlah kedubes negara Barat.

Pertemuan sejumlah jenderal TNI dengan Soekarno itu persisnya terjadi pada 10 Oktober 1965. Kala itu, para jenderal menyodorkan dokumen buatan mereka yang mengklaim PKI berada di belakang gerakan 30 September.

"Soekarno menolak membaca tulisan buatan para jenderal itu dan memarahi mereka karena mencoba menyalahkan PKI dalam peristiwa tersebut. Setelahnya, para jenderal itu keluar ruangan dengan rasa kecewa serta frustrasi," tulis Kedubes AS dalam telegram tersebut.

baca juga

Kejadian itu juga diperkuat dengan laporan Kedubes Australia yang berhasil "didapat" Kedubes AS. Dalam laporan Kedubes Australia, Soekarno tak mau membaca makalah buatan TNI tersebut dan memarahi TNI karena mencoba menyalahkan PKI.

"Beda keterangan 'sumber kita' dengan laporan Kedubes Australia adalah, mereka (Australia) melaporkan hanya Jenderal Nasution yang menghadap Soekarno pada 11 Oktober. Pertemuan keduanya tertanggal itu dikonfirmasi jurnalis," demikian dalam telegram tersebut.

AS Tahu TNI AD Lakukan Pembunuhan

Dalam dokumen itu juga tercatat bahwa Kedubes AS dan Departemen Luar Negeri AS tahu tentang pembunuhan yang dilakukan TNI Angkatan Darat terhadap orang-orang yang dituduh sebagai PKI.

Dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa pejabat AS memiliki informasi yang kredibel yang bertentangan dengan cerita TNI yang menyeramkan tentang penculikan, penyiksaan dan pembunuhan 7 jenderal.

Secara khusus, dokumen rahasia AS itu menyebutkan pembunuhan massal setelah G30S itu diperintahkan oleh Soeharto (Presiden kedua RI). Perintah itu disebut sebagai upaya kudeta, tapi akhirnya gagal.  Selain itu disebutkan pembantaian itu dibantu oleh Ansor, organisasi sayap Nahdlatul Ulama.

Salah satu dokumen dari pejabat Kedubes AS di Jakarta, Mary Vance Trent. Trent menyebutkan jika diperkirakan korban pembunuhan itu sampai 100.000 orang. Informasi lain, di Bali korbannya sampai 80 ribu orang.

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan, mendiang pengacara Senior Adnan Buyung Nasution mengetahui pembantaian itu, tapi dia meminta peristiwa itu untuk dirahasiakan. Pada era 1965, Adnan menjadi jaksa di Kejaksaan Agung. Adnan disebut berkomunikasi sekitar Oktober 1965 dengan sekretaris kedutaan AS untuk tekait masalah intelijen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokumen Rahasia AS Ungkap Cerita Baru Tentang PKI Tahun 1965

Dokumen Rahasia AS Ungkap Cerita Baru Tentang PKI Tahun 1965

News | Rabu, 18 Oktober 2017 | 03:05 WIB

'Raja Majalah Porno' Tawarkan Rp134 Miliar untuk Gulingkan Trump

'Raja Majalah Porno' Tawarkan Rp134 Miliar untuk Gulingkan Trump

News | Senin, 16 Oktober 2017 | 13:05 WIB

Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

Amerika Serikat Keluar dari UNESCO

News | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 02:13 WIB

Tato Menteri Susi Ditaksir Mantan Menlu Amerika Serikat

Tato Menteri Susi Ditaksir Mantan Menlu Amerika Serikat

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:38 WIB

Korut Tuding CIA Hendak Bunuh Kim Jong Un dengan Racun

Korut Tuding CIA Hendak Bunuh Kim Jong Un dengan Racun

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 13:58 WIB

Iklan Sabun Dove Ini Kontroversial, Tuai Kecaman dan Boikot

Iklan Sabun Dove Ini Kontroversial, Tuai Kecaman dan Boikot

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 12:52 WIB

Muslimah yang Sedang Hamil Diseret Keluar Pesawat AS

Muslimah yang Sedang Hamil Diseret Keluar Pesawat AS

News | Minggu, 08 Oktober 2017 | 07:43 WIB

Ogah Pakai Jilbab, Gadis Grandmaster Catur Iran Membelot ke AS

Ogah Pakai Jilbab, Gadis Grandmaster Catur Iran Membelot ke AS

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 13:29 WIB

Lengkapi Berkas, Polda Harap Alfian Tanjung Segera Disidang

Lengkapi Berkas, Polda Harap Alfian Tanjung Segera Disidang

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 09:11 WIB

Heboh Isu PKI dan Komunisme, Anggun pun Unjuk Bicara

Heboh Isu PKI dan Komunisme, Anggun pun Unjuk Bicara

Entertainment | Rabu, 04 Oktober 2017 | 16:08 WIB

Terkini

Kamar Mewah Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Benarkah Ferdy Sambo Pernah Menghuninya?

Kamar Mewah Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Benarkah Ferdy Sambo Pernah Menghuninya?

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:43 WIB

Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa dan Polisi, Kejati Sulut Bongkar Fakta Sebenarnya

Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa dan Polisi, Kejati Sulut Bongkar Fakta Sebenarnya

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:42 WIB

Gyaru Itu Artinya Apa? Mengenal Tema Ulang Tahun Hanum Mega yang Curi Perhatian

Gyaru Itu Artinya Apa? Mengenal Tema Ulang Tahun Hanum Mega yang Curi Perhatian

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:40 WIB

Kapolda Riau-Pangdam Diminta Tindak Mafia Solar, Edy Natar: Kalau Tak Bisa Suruh Pindah!

Kapolda Riau-Pangdam Diminta Tindak Mafia Solar, Edy Natar: Kalau Tak Bisa Suruh Pindah!

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 09:37 WIB

Beda Kelas dan Segmen, Jangan Tertukar Antara Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport

Beda Kelas dan Segmen, Jangan Tertukar Antara Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 09:35 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Apek di Dalam Tabung Mesin Cuci, Mudah Dilakukan di Rumah

7 Cara Menghilangkan Bau Apek di Dalam Tabung Mesin Cuci, Mudah Dilakukan di Rumah

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:31 WIB

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Temuan Kamar 'Apartemen' di Lapas Cibinong, DPR: Jangan Cuma Jadi Catatan, Tindak Tegas!

Temuan Kamar 'Apartemen' di Lapas Cibinong, DPR: Jangan Cuma Jadi Catatan, Tindak Tegas!

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

×