DPR Anggap Serius Kebakaran Pabrik Petasan di Kosambi Tangerang

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Jum'at, 27 Oktober 2017 | 10:58 WIB
DPR Anggap Serius Kebakaran Pabrik Petasan di Kosambi Tangerang
Petugas forensik memindahkan jenazah korban kebakaran pabrik kembang api yang terjadi di wilayah Kosambi, Tangerang, Banten untuk dilakukan identifikasi di RS Polri Keramat Jati, Jakarta, Kamis (26/10).

Suara.com - Kebakaran melanda PT Panca Buana Cahaya Sukses di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Belimbing, RT 20, RW10, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017) kemarin. 47 orang tewas dan 46 orang mengalami luka bakar.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Daulay meminta Kementerian Tenaga Kerja untuk segera melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini.

Pasalnya, kecelakaan ini dinilai sebagai kecelakaan kerja yang jumlah korbannya cukup tinggi di tahun ini. Karena itu, mesti diusut secara tuntas agar diketahui pihak yang bertanggung jawab di balik kecelakaan tersebut.

"Kelihatannya, aspek kesehatan dan keselamatan kerja tidak benar-benar diperhatikan dan diterapkan. Pegawai pengawas ketenagakerjaan sepertinya tidak bekerja maksimal. Buktinya, keselamatan kerja di pabrik petasan ini luput dari pengawasan mereka," kata Saleh dihubungi, Jakarta, Jumat (27/10/2018).

Selain itu, politikus PAN ini mengkritisi terkait pembangunan pabrik petasan yang berada di kawasan padat penduduk dinilai tidak selayaknya diberi izin.

Sebab, secara faktual, kawasan tersebut terdapat fasilitas umum seperti sekolah yang betul-betul harus aman dari potensi kecelakaan seperti ini. Ada kesan bahwa izin operasional pabrik tersebut dikeluarkan tanpa kajian yang baik.

"Saya meminta agar menaker langsung turun ke lokasi kejadian. Menteri harus melihat secara langsung dan bertemu dengan para korban dan keluarganya. Ini bagian dari tanggungjawab yang perlu ditunaikan," ujar dia

Dia juga meminta supaya, hasil investigasi dan penyelidikan kasus ini bisa dibuka ke publik secara luas. Jika ada yang terbukti bersalah, harus dikenakan sanksi.

"Dengan begitu, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang," katanya

baca juga

"Selain itu, saya mendoakan agar 10 orang pekerja yang belum diketahui nasibnya segera ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat wal’afiat. Ini adalah kecelakaan kerja yang menimbulkan duka mendalam bagi kita semua," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bos Pabrik Petasan yang Terbakar Digelandang ke Polda Metro

Bos Pabrik Petasan yang Terbakar Digelandang ke Polda Metro

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 10:32 WIB

Polisi Selidiki Pabrik Petasan yang Terbakar Gunakan Buruh Anak

Polisi Selidiki Pabrik Petasan yang Terbakar Gunakan Buruh Anak

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 08:58 WIB

Menaker Duga Pabrik Petasan yang Terbakar Gunakan Buruh Anak

Menaker Duga Pabrik Petasan yang Terbakar Gunakan Buruh Anak

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 07:52 WIB

Bupati Tangerang: Pabrik Petasan yang Meledak Itu Berizin Usaha

Bupati Tangerang: Pabrik Petasan yang Meledak Itu Berizin Usaha

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 07:34 WIB

Cari Korban Pabrik Mercon Maut Datanglah ke Posko RS Polri

Cari Korban Pabrik Mercon Maut Datanglah ke Posko RS Polri

News | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:11 WIB

Kebakaran Pabrik Mercon Tewaskan 47 Orang, Bos Masih di Malaysia

Kebakaran Pabrik Mercon Tewaskan 47 Orang, Bos Masih di Malaysia

News | Kamis, 26 Oktober 2017 | 19:33 WIB

Sebagian Mayat Masih Berasap Saat Tiba di RS Polri

Sebagian Mayat Masih Berasap Saat Tiba di RS Polri

News | Kamis, 26 Oktober 2017 | 19:22 WIB

Identifikasi 47 Jenazah Korban Kebakaran

Identifikasi 47 Jenazah Korban Kebakaran

Foto | Kamis, 26 Oktober 2017 | 19:00 WIB

Kebakaran Pabrik Kembang Api

Kebakaran Pabrik Kembang Api

Foto | Kamis, 26 Oktober 2017 | 18:46 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×