Kata-kata Terakhir Slamet, Korban Ledakan Pabrik Petasan

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Minggu, 29 Oktober 2017 | 00:01 WIB
Kata-kata Terakhir Slamet, Korban Ledakan Pabrik Petasan
Korban pabrik petasan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Danis Setyaningsih tampak tegar melihat peti jenazah Slamet Rahmat (27) yang berada di mobil ambulans milik RS Polri untuk dibawa menuju Garut.

Slamet merupakan satu dari 48 korban tewas akibat ledakan pabrik mercon milik PT. Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017). Danis yang datang bersama putranya yang berusia 2 tahun 3 bulan tak menyangka suaminya ikut menjadi korban ledakan di pabrik mercon. Danis diingat di hari-hari terakhir sebelum Slamet wafat adalah keluhan terhadap pekerjaan dan panasnya mesin pembuat mercon.

"Nggak, nggak ada (Pesan terakhir). Cuma suka bilang kerja capek, pulang malam terus. Terus panas. (Keluhan) paling soal bahan kimia ya.Tapi kan bahaya ya. Mesinnya panas," ujar Danis yang menahan kesedihan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Slamet kata Danis pernah menceritakan pabrik tersebut sebelumnya hanya tempat penyimpanan kembang api bukan petasan.

"Nggak ya, kan waktu pertama itu nggak petasan cuma penyimpanan kembang api. Bukan produksi petasan," kata dia.

Tak hanya itu, Danis menuturkan terakhir berkomunikasi dengan Slamet, Rabu (25/10/2017). Ketika itu Slamet hanya mengabarkan sepulangnya dari bekerja.

"Terakhir ngabarin pukul 22.30 WIB, bilang baru pulang. Rabu malam itu. Cuma bilang, 'saya baru pulang kerja'. Sudah gitu," kata Danis.

Ia juga mengatakan sebelum kejadian ledakan, Slamet kata Danis sering pulang lebih malam dari biasanya.

"Berangkat pukul 08.00 WIB, biasanya pulang Maghrib. Tapi akhir-akhir sekarang ini pulang malam terus. Pukul 22.00 atau 22.30," ucap Danis.

Slamet sudah ikut bekerja dengan pemilik pabrik PT. Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono sejak 2008. Namun ketika itu dirinya bekerja di pabrik stiker milik Indra Liyono yakni Panca Buana Global Karisma. Di PT. Panca Buana Cahaya Sukses, Slamet bertugas pengemas kembang api (packing).

"Sudah lama, dari 2008. Cuma di Panca Buana Global Karisma di pabrik stiker. Nah terus tutup, pindah yang kesini. Tapi masih bos yang sama. Tetep ikut Pak Indra Liyono. Jadi dari pabrik stiker. Sekarang mah di sana bagian packing," tutur Danis.

Mengetahui Kabar Suaminya

Danis mengaku baru mendengar kabar ledakan pabrik mercon dari keluarganya, Kamis (28/10/2017) pagi. Mendengar kabar tersebut, dirinya bersama keluarganya langsung mencari informasi ke RS Polri, lantaran jenazah Slamet tidak berada di RSIA BUN Tangerang ataupun di RSUD Tangerang.

"Kita langsung nyewa mobil, terus menelpon staf-stafnya ya. Teman-temannya dapet informasi katanya disuruh langsung ke RS Polri. Soalnya data-data atas nama Slamet Rahmat nggak ketemu di RSIA BUN Tangerang atau RSUD Tangerang," kata Danis

Sesampainya di Posko Ante Mortem, Danis menyerahkan sejumlah data yang dibutuhkan tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri untuk dilakukan proses identifikasi jenazah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertambah, Korban Tewas Ledakan Pabrik Petasan Kini Jadi 48 Orang

Bertambah, Korban Tewas Ledakan Pabrik Petasan Kini Jadi 48 Orang

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 17:59 WIB

Tangis Keluarga saat Ambil Jenazah Korban Ledakan Pabrik Petasan

Tangis Keluarga saat Ambil Jenazah Korban Ledakan Pabrik Petasan

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 17:45 WIB

Bos Pabrik Petasan yang Terbakar Juga Dijerat Pasal Buruh Anak

Bos Pabrik Petasan yang Terbakar Juga Dijerat Pasal Buruh Anak

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 16:52 WIB

Ini Penyebab Utama Ledakan dan Kebakaran Pabrik Mercon Kosambi

Ini Penyebab Utama Ledakan dan Kebakaran Pabrik Mercon Kosambi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 15:44 WIB

Tukang Las Tersangka Ledakan Pabrik Petasan Kosambi Diduga Tewas

Tukang Las Tersangka Ledakan Pabrik Petasan Kosambi Diduga Tewas

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 15:14 WIB

Baru 4 Jenazah Buruh Pabrik Petasan Terbakar Teridentifikasi

Baru 4 Jenazah Buruh Pabrik Petasan Terbakar Teridentifikasi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 14:51 WIB

Dua Bos Pabrik Petasan yang Meledak Langsung Ditahan Polisi

Dua Bos Pabrik Petasan yang Meledak Langsung Ditahan Polisi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 14:19 WIB

Pabrik Petasan Terbakar, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Pabrik Petasan Terbakar, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 13:59 WIB

Pemilik Pabrik Petasan Terbakar di Kosambi Masih Diperiksa Polisi

Pemilik Pabrik Petasan Terbakar di Kosambi Masih Diperiksa Polisi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 13:33 WIB

Seno: Ibu Datang di Mimpiku, Bilang Masih di Dalam Pabrik....

Seno: Ibu Datang di Mimpiku, Bilang Masih di Dalam Pabrik....

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 12:37 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB