Tim DVI Minta Keluarga Bawa Foto Tersenyum Korban Pabrik Petasan

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Minggu, 29 Oktober 2017 | 06:09 WIB
Tim DVI Minta Keluarga Bawa Foto Tersenyum Korban Pabrik Petasan
Korban ledakan pabrik petasan Surnah, lahir pada 8 Mei 2003, teridentidikasi. (suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Polri Sukanto Komisaris Besar Polisi Sumirat membeberkan empat kegiatan dalam proses identifikasi jenazah korban ledakan pabrik petasan PT. Panca Buana Cahaya Sukses.

Sumirat menuturkan langkah pertama yang dilakukan tim DVI yakni melakukan tahapan pemeriksaan ante mortem. Ante mortem mengumpulkan data-data saat korban masih hidup. Caranya identifikasi primer seperti melakukan sidik jari, sidik gigi, DNA serta properti yang melekat yang digunakan korban sebelum meninggal.

"Juga dibutuhkan juga data sekunder, baik itu medis, baik yang tekait apda tubuh, si korban pada saat itu ada. Mungkin ada tahi lalat di mana? Tato di mana? Juga ditambahakan properti yang melekat pada saat itu apa saja, misal jam tangan dan sebagai itu yang namanya anti mortem," ujar Sumirat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Langkah kedua yang dilakukan tim DVI yaitu tahap Post Mortem yang merupakan data yang diambil setelah seseorang meninggal dunia.

"Post Mortem, ialah data yang diambil pada saat seseorang telah meninggal. Dirinci dilihat secara detail data-data yang ada, kita sama kan giginya seperti apa, DNA-nya seperti apa, DNA nya, properti nya juga," kata dia.

Kemudian yang ketiga proses rekonsiliasi yakni mencocokkan data ante mortem dan post mortem dari jenazah.

"Rekonsiliasi adalah mencocokan. Dalam dua kali, dalam dua layar, layar kiri itu anti mortem, layar kanan pos mortem. Nah dicocokan, mana yang cocok dari Pos Mortem dan anti mortem. Setelah itu cocok, didiskusikan dan seterusnya dan akhirnya mendapat keputusan (identifikasi)," tutur Sumirat.

Selanjutnya, ia menuturkan, tahap keempat yakni tahap Debriefing. Adapun fase debriefing yakni semua orang yang terlibat dalam proses identifikasi berkumpul untuk melakukan evaluasi terhadap semua hal yang berkaitan dengan proses identifikasi korban.

"Ada defbrefing yaitu kita evaluasi setiap kegiatan, setiap kegiatan kita evaluasi, setelah rekonsilisasi pun kita lakukan itu (debriefing)," kata dia.

Lebih lanjut, Sumirat menuturkan, dalam kasus ledakan pabrik petasan yang menewaskan 48 orang dan puluhan orang mengalami luka-luka pihaknya kesulitan melakukan identifikasi. Maka dari itu, Sumirat meminta keluarga korban membawa foto tersenyum serta catatan medis untuk memudahkan melakukan identifikasi terhadap korban.

"Kita utamanya saat ini, meminta keluarga korban membawa foto sebanyak mungkin yang terkait pada saat dia tersenyum. Selain itu, kita meminta keluarga korban untuk membawakan data di mana korban pernah sakit gigi, baik itu dirumah sakit atau dari Puskesmas. Di Rumah Sakit atau Puskesmas, dokter akan memiliki catatan medis terkait gigi, ini akan sangat membantu, misal tambalanya di mana, pakai kawat atau nggak," ucap Sumirat.

Selain menyerahkan foto gigi korban yang tersenyum, ia juga meminta keluarga korban juga membawa sikat gigi ke Tim DVI.

"Foto Gigi sikat gigi di sini dipakai untuk penelusuran DNA juga. Jadi memang kita butuhkan kan. Jadi kalau orang sikat gigi, pasti ada yang tersisa di situ nyangkut di situ ada darahnya ada apanya nanti kita lagi-lagi untuk alat penelusuran," tandasnya.

Total ada empat jenazah yang sudah teridentifikasi yang diserahkan ke pihak keluarga. Sementara 43 kantong jenazah belum teridentifikasi di RS Polri.

Untuk diketahui, pabrik mercon di kompleks Pergudangan 99, Kosambi, Tangerang terbakar, Kamis (26/10/2017). Dalam peristiwa itu, sedikitnya 47 buruh pabrik tersebut tewas terbakar. Satu orang yang dirawat di RSUD Tangerang dinyatakan meninggal. Sementara puluhan lainnya terluka bakar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Desak Kemenaker Periksa Izin Pabrik Petasan yang Terbakar

DPR Desak Kemenaker Periksa Izin Pabrik Petasan yang Terbakar

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 22:43 WIB

Kata-kata Terakhir Slamet, Korban Ledakan Pabrik Petasan

Kata-kata Terakhir Slamet, Korban Ledakan Pabrik Petasan

News | Minggu, 29 Oktober 2017 | 00:01 WIB

Bertambah, Korban Tewas Ledakan Pabrik Petasan Kini Jadi 48 Orang

Bertambah, Korban Tewas Ledakan Pabrik Petasan Kini Jadi 48 Orang

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 17:59 WIB

Tangis Keluarga saat Ambil Jenazah Korban Ledakan Pabrik Petasan

Tangis Keluarga saat Ambil Jenazah Korban Ledakan Pabrik Petasan

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 17:45 WIB

Bos Pabrik Petasan yang Terbakar Juga Dijerat Pasal Buruh Anak

Bos Pabrik Petasan yang Terbakar Juga Dijerat Pasal Buruh Anak

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 16:52 WIB

Ini Penyebab Utama Ledakan dan Kebakaran Pabrik Mercon Kosambi

Ini Penyebab Utama Ledakan dan Kebakaran Pabrik Mercon Kosambi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 15:44 WIB

Tukang Las Tersangka Ledakan Pabrik Petasan Kosambi Diduga Tewas

Tukang Las Tersangka Ledakan Pabrik Petasan Kosambi Diduga Tewas

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 15:14 WIB

Baru 4 Jenazah Buruh Pabrik Petasan Terbakar Teridentifikasi

Baru 4 Jenazah Buruh Pabrik Petasan Terbakar Teridentifikasi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 14:51 WIB

Dua Bos Pabrik Petasan yang Meledak Langsung Ditahan Polisi

Dua Bos Pabrik Petasan yang Meledak Langsung Ditahan Polisi

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 14:19 WIB

Terkini

Pemprov DKI Bagikan 357 Toren Gratis di Jakarta Timur, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

Pemprov DKI Bagikan 357 Toren Gratis di Jakarta Timur, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:29 WIB

4 Tentara BAIS TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga 'Double Agent'

4 Tentara BAIS TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga 'Double Agent'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:23 WIB

Hujan Deras Lumpuhkan Changi, 319 Penumpang Terjebak 2,5 Jam di Batam

Hujan Deras Lumpuhkan Changi, 319 Penumpang Terjebak 2,5 Jam di Batam

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:23 WIB

Hantavirus Masuk Singapura? Dua Penumpang Kapal MV Hondius Diisolasi

Hantavirus Masuk Singapura? Dua Penumpang Kapal MV Hondius Diisolasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:11 WIB

Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang

Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:58 WIB

Sambut HUT ke-499, Jakarta Gelar Car Free Day di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi, Cek Titik Parkirnya!

Sambut HUT ke-499, Jakarta Gelar Car Free Day di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi, Cek Titik Parkirnya!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:48 WIB

Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:33 WIB

Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!

Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:23 WIB

Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!

Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:04 WIB

Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:49 WIB