Mantan Wapres Argentina Dibekuk Terkait Kasus Korupsi

Yazir Farouk | Suara.com

Sabtu, 04 November 2017 | 06:55 WIB
Mantan Wapres Argentina Dibekuk Terkait Kasus Korupsi
Ilustrasi korupsi. (Shutterstock)

Suara.com - Mantan wakil presiden Argentina Amado Boudou ditangkap pada Jumat (3/11/2017) terkait tuduhan korupsi. Boudou merupakan wapres dan menteri perekonomian di bawah kepemimpinan mantan Presiden Argentina Cristina Fernandez.

Polisi menangkap Boudou dan satu orang lainnya yang diduga sebagai rekan Boudou, Jose Maria Nunez Carmona, di kawasan elite Buenos Aires atas dugaan melakukan pemerasan dan pencucian uang.

Stasiun televisi lokal memperlihatkan Boudou, dengan muka muram dan mengenakan kaus polos hitam, berdiri diapit dua petugas keamanan.

Pada beberapa foto lainnya yang diperlihatkan di televisi, Boudou, dalam keadaan tangan diborgol, berdiri di suatu tempat yang tampaknya merupakan kediamannya.

Kuasa hukum Boudou, Eduardo Duranona mengecam penangkapan kliennya dengan menyebutnya sebagai "kesewenang-wenangan."

"Kami tidak pernah mendapatkan masalah, dan dalam semalam, hanya dalam pekan ada keluhan kepada Majelis Hakim, perintah penahanan dikeluarkan," kata Eduardo Duranona, di televisi lokal.

Boudou, ahli ekonomi berusia 55 tahun, menghadapi tiga dakwaan "penumpukan kekayaan secara terlarang" pada 2009, yaitu tahun ketika ia dipromosikan dari kepala penatagunaan keamanan sosial Argentina menjadi menteri ekonomi di bawah Presiden Cristina.

Boudou menjadi wakil presiden pada 2011 ketika Cristina terpilih kembali sebagai presiden. Namun, Boudou kerap tak muncul di muka umum selama periode empat tahun itu sementara tuduhan bahwa ia melakukan korupsi terus meningkat.

Ia dan Carmona "membangun skema kejahatan mereka setidaknya sejak awal Agustus 2009, ketika Amado Boudou menjabat sebagai Menteri Perekonomian dan Keuangan, hingga Desember 2015 ketika jabatannya sebagai wakil presiden berakhir," menurut surat perintah penahanan.

Sebelumnya, mantan menteri perencanaan di bawah presiden Cristina Fernandez, Julio De Vido, ditangkap pada 25 Oktober, hanya tiga hari setelah koalisi "Ayo Berubah" yang diusung presiden Argentina saat ini, Mauricio Macri, menyapu kemenangan dalam pemilihan Argentina.

Cristina sendiri sedang menghadapi tuduhan korupsi dari masa kepemimpinannya sebagai presiden selama delapan tahun. Namun, ia akan mendapat kekebalan dari penahanan setelah terpilih menjadi anggota Senat di bawah sistem pendaftaran Argentina kendati ia berada di posisi kedua di bawah Macri.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat sore, partai "Kesatuan Warga Negara" pimpinan Cristina Fernandez menuding Macri memanfaatkan sistem peradilan untuk menghukum lawan-lawan politik dan membuat demokrasi Argentina rentan terhadap "risiko". [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB