Hasil Investigasi, Ini Penyebab Jatuhnya Dinding MRT

Ririn Indriani, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 04 November 2017 | 17:59 WIB
Hasil Investigasi, Ini Penyebab Jatuhnya Dinding MRT
Pagar pembatas MRT jatuh. [Antara]

Suara.com - Direktur Konstruksi PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRTJ) Silvia Halim membeberkan penyebab jatuhnya parapet (pagar atau dinding pelindung) MRT di Jalan Wijaya II yang terjadi pada Jumat (3/11) pukul 21.00 WIB.

Ia mengatakan penyebab jatuhnya parapet MRT akibat kondisi pekerjaan Lifting Plan yang dibuat tidak spesifik, untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder dan tidak mengikuti Risk Assessment – Job Safety Analysis dan Lifting Plan yang sudah tercantum dalam Method Statement, yaitu lifting boom yang terlalu panjang.

"Selain itu juga kurang adanya pengawasan dari Supervisor di lapangan mengakibatkan kejadian ini," ujar Silvia melalui keterangan persnya, Sabtu (4/11/2017).

Tak hanya itu, kata Silvia, MRTJ juga mengambil tindakan dengan memperbaiki lifting plan dan method statement untuk instalasi OCS parapet di atas girder, agar lebih detail dan spesifik, melakukan re-training untuk seluruh Operator, melakukan re-training mengenai lifting operation untuk seluruh pekerja.

PT MRTJ juga melakukan traffic management sebelum melakukan pengangkatan, yaitu pada saat mulai persiapan pekerjaan lifting, memperbaiki sistem komunikasi dan koordinasi serta komando yang jelas untuk setiap grup pekerjaan pemasangan parapet, menambah jumlah flagman yang mengatur traffic management dan melakukan perbaikan pada struktur yang terdampak dari kejadian.

"Atas insiden ini pihak PT MRT Jakarta melakukan evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta," tutur Silvia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pihaknya akan memberikan sanksi terhadap operator Truck Mount Crane dan demerit poin atas kasus tersebut.

"PT MRT Jakarta akan mengambil sanksi utk mengeluarkan operator Truck Mounted Crane (poin 1), serta demerit poin terhadap kontraktor. PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul dari insiden ini. Kami terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kualitas kerja dari proyek MRT Jakarta," ucap Silvia.

Ia pun mengungkapkan hasil investigasi PT MRT Jakarta yakni pada Jumat (3/11/2017) pukul 20.50, material OCS Parapet (tembok pembatas jalur layang) dengan berat tiga ton mulai diangkat dengan Truck Mounted Crane, untuk dipasang di jalur kereta layang.

Ketika pengangkatan OCS Parapet tersebut di ketinggian 20 cm dan melakukan pemindahan, tiba-tiba kondisi boom (lengan crane) goyang. Akibatnya operator gagal untuk mengontrol posisi boom yang mengakibatkan boom memanjang, sehingga radius boom melebihi yang seharusnya sampai dengan kurang lebih 8 m.

Kondisi inilah yang mengakibatkan Crane tidak dapat berdiri dengan stabil saat mengangkat OCS. Hal ini menyebabkan material OCS yang sedang diangkat terjatuh.

Kemudian pada pukul 20.52 WIB, terjadi insiden yaitu jatuhnya OCS di atas jalan raya yang mengenai mobil dan sepeda motor (pengendara sepeda motor menghindari jatuhnya OCS tersebut).

"Pada saat kejadian, tim konstruksi di bawah girder, belum mempersiapkan traffic management (memasang barikade dan rambu lainnya) karena pada waktu itu, pekerjaan di atas girder seharusnya masih pada tahap handling material yang belum berdampak pada lalu lintas dibawah girder," jelas Silvia.

OCS Parapet ini, lanjut dia, menimpa kendaraan bermotor roda dua dan membentur mobil Daihatsu Xenia.  Silvia mengatakan, atas kejadian tersebut, pengendara motor atas nama Syamsudin mengalami Luka memar dan lecet.

Syamsudin pun sudah diberikan penanganan medis oleh pihak RS Pertamina. Sementara pengendara mobil tidak mengalami luka.

"Korban telah diberi obat dan diperban pada bagian kaki oleh pihak RS. Korban sudah diizinkan pulang malam itu juga. Terdapat kerusakan pada bagian belakang (sisi kiri) mobil, yaitu lampu belakang sebelah kiri dan kaca sebelah kiri pecah, serta goresan pada badan mobil sebelah kiri. Semua kerugian material dan biaya pengobatan ditanggung seluruhnya oleh kontraktor," jelas Silvia merinci.






Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investigasi Robohnya Parapet MRT Ditargetkan Selesai Siang Ini

Investigasi Robohnya Parapet MRT Ditargetkan Selesai Siang Ini

News | Sabtu, 04 November 2017 | 09:36 WIB

Dinding MRT Jatuh dan Timpa Sepeda Motor di Panglima Polim

Dinding MRT Jatuh dan Timpa Sepeda Motor di Panglima Polim

News | Sabtu, 04 November 2017 | 00:21 WIB

Pemasangan Rel Proyek MRT

Pemasangan Rel Proyek MRT

Foto | Selasa, 31 Oktober 2017 | 18:24 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×