Sandiaga Janji Mengajak Buruh Diskusi soal UMP

Pebriansyah Ariefana | Bagus Santosa | Suara.com

Minggu, 05 November 2017 | 11:27 WIB
Sandiaga Janji Mengajak Buruh Diskusi soal UMP
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengajak elemen buruh untuk duduk bersama dalam membahas masalah upah minimum provinsi.

Ajakan duduk bersama ini dilakukan karena elemen buruh akan melakukan unjuk rasa supaya pemerintah provinsi DKI Jakarta merevisi UMP 2018 yang sudah ditetapkan sebesar Rp3.648.035. ‎Mereka akan beraksi di Kantor Balai Kota 10 November nanti.

"Saya melihat ini sebagai silaturahim. Saya sudah undang teman-teman untuk duduk bersama. Kunci adalah bagaimana kesejahteraan buruh kita tingkatkan, ada kenaikan yang kita lakukan secara cukup fundamental yang ada penurunan biaya hidupnya. Teman-teman ingin berdiskusi lagi, yuk kita sama-sama diskusi," kata Sandiaga di acara Car Free Day, Jakarta, Minggu (5/11/2017).

Sejumlah elemen buruh akan melakukan aksi menolak UMP yang dianggap rendah ini. Adalah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia yang melakukan aksi demonstrasi di Istana Negara dan Kantor Balai Kota Jakarta pada 10 November.

Aksi ini meminta supaya pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Formula Kenaikan Upah Minimum. PP ini pula yang menjadi dasar untuk penentuan upah minimum provinsi.

"Kita sudah berniat ini sudah lama. Karena ini biang keroknya di PP 78," kata Ketua Harian atau Deputi Presiden KSPI ‎Muhamad Rusdi di Kantor KSPI, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Rusdi mengatakan, PP ini yang membuat UMP menjadi rendah. Aturan ini pula, kata Rusdi, yang membuat Pemerintah Provinsi DKI menetapkan UMP pada 2018 sebesar Rp.3.648.035.

KSPI menganggap angka itu masih kurang dari hitungan mereka. Mereka menghitung bahwa UMP di Jakarta pada 2018 sebesar Rp3.917.000. Di mana angka itu merupakan dari KHL Rp3.603.000 ditambah inflasi untuk 2018. Mereka pun berencana untuk melakukan aksi di Kantor Balai Kota sebelum menuju ke Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

"Sebelum ke Istana, kami akan mampir ke Balai Kota Jakarta untuk meminta Anies-Sand untuk merevisi UMP. Jangan malu merevisi UMP. Karena pada tahun 2010, Fauzi Bowo pernah melakukan revisi. Kami ‎minta Anies-Sandi merevisi UMP Rp3.648.035 menjadi Rp917.000," kata dia.

Angka ini, kata Rusdi, mesti diperjuangkan karena DKI Jakarta adalah barometer perekonomian di Indonesia. ‎Sehinga, hal itu bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain dalam membuat kebijakan.

"Dan hari ini kami akan ajukan surat (izin aksi demonstrasi) ke Mabes dan Polda," katanya.

Aksi ini bakal menghadirkan 20ribu sampai 30ribu buruh yang datang dari berbagai daerah. Bahkan, Rusdi mengatakan untuk yang berasal dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akan melakukan longmarch. Sedangkan yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur akan menggunakan kereta dan bus. Para peserta aksi ini akan menuntut supaya PP Nomor 78 tadi dicabut.

"Ya ini akan seperti aksi 212. Akan ada 20 sampai 30 ribu orang yang datang ke Istana," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Beri Keringanan ke Proyek yang Tak Punya Amdal Lalin

Sandiaga Beri Keringanan ke Proyek yang Tak Punya Amdal Lalin

News | Minggu, 05 November 2017 | 09:59 WIB

Sayembara Sandiaga Cari Sepatu, Pemenang Bakal Dikirim ke Italia

Sayembara Sandiaga Cari Sepatu, Pemenang Bakal Dikirim ke Italia

News | Jum'at, 03 November 2017 | 18:12 WIB

Sandiaga Uno Dibentak dan Dimaki Tukang Ojek di Tanah Abang

Sandiaga Uno Dibentak dan Dimaki Tukang Ojek di Tanah Abang

News | Jum'at, 03 November 2017 | 15:07 WIB

10 November, Buruh Mau Demonstrasi seperti 'Aksi 212'

10 November, Buruh Mau Demonstrasi seperti 'Aksi 212'

News | Jum'at, 03 November 2017 | 14:01 WIB

Poin Kontrak Politik Ini yang Bikin Buruh Cabut Dukungan ke Anies

Poin Kontrak Politik Ini yang Bikin Buruh Cabut Dukungan ke Anies

News | Jum'at, 03 November 2017 | 13:12 WIB

Jurnalis di Balai Kota Dibatasi, Sandiaga: Dulu kan 'Acak Kadut'

Jurnalis di Balai Kota Dibatasi, Sandiaga: Dulu kan 'Acak Kadut'

News | Jum'at, 03 November 2017 | 13:03 WIB

Era Anies-Sandi, Gerak Wartawan Balai Kota Dibatasi, Kenapa?

Era Anies-Sandi, Gerak Wartawan Balai Kota Dibatasi, Kenapa?

News | Jum'at, 03 November 2017 | 08:28 WIB

Penetapan UMP DKI, Anies-Sandi Klaim Berpihak pada Kaum Lemah

Penetapan UMP DKI, Anies-Sandi Klaim Berpihak pada Kaum Lemah

News | Kamis, 02 November 2017 | 23:13 WIB

KSPI: Anies-Sandiaga Lip Service dan Gagal Paham Jakarta

KSPI: Anies-Sandiaga Lip Service dan Gagal Paham Jakarta

News | Kamis, 02 November 2017 | 21:56 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB