Era Anies-Sandi, Gerak Wartawan Balai Kota Dibatasi, Kenapa?

Yazir Farouk | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 03 November 2017 | 08:28 WIB
Era Anies-Sandi, Gerak Wartawan Balai Kota Dibatasi, Kenapa?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno membuat sejumlah aturan baru untuk wartawan di Balai Kota. Aturan tersebut mengenai tata cara peliputan yang harus dipatuhi jurnalis jika mau mendapatkan informasi.

Setelah Anies dan Sandiaga resmi menjabat Senin (16/10/2017), wartawan tak bisa lagi menunggu di lantai 2, depan ruang kerja Wakil Gubernur Jakarta. Bila berkaca pada era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan berlanjut ke Djarot Saiful Hidayat, wartawan diperbolehkan menunggu di sana dan melakukan sesi wawancara (doorstop) dengan siapaun nara sumber yang ada.

Sekarang, sesi wawancara terpusat di ruang Balairung dan konsepnya seperti konferensi pers. Anies dan Sandiaga juga hanya mau menerangkan topik yang ada saat itu. Misalnya, Anies dan Sandiaga melakukan pertemuan tertutup. Kemudian, saat konferensi pers keduanya bisa dibilang irit bicara jika mendapat pertanyaan di luar agenda pertemuan itu.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik, Dian Ekowati, angkat bicara mengenai perubahan ini. Dia menjelaskan, seluruh wawancara dipusatkan di Balairung agar terlihat lebih tertib saja. Apalagi, di sana terdapat latar belakang logo Pemprov DKI berwarna cokelat tua, di sisi kanan dan kiri juga ada ondel-ondel.

"Dikonsentrasikan untuk doorstop dikumpul di balairung. Itu hanya semata mata lebih tertib dan tertata rapi kan. Sekarang memang di Balairung," kata Dian saat dihubungi, Jumat (3/10/2017).

Dian menerangkan, pemerintah DKI masih berkomitmen menjadikan pemerintahan yang transparan dan terbuka. Hal itu kata dia, sudah diarahkan langsung oleh Anies dan Sandiaga saat menggelar acara coffee morning bersama media.

"Sama gubernur juga disampaikan bahwa SKPD kalau dikonfirmasi sama media ya harus diberi penjelasan. Itu kan statemennya Pak Gubernur dan Wagub seperti itu," kata Dian.

Tapi pernyataan itu seakan terbalik di lapangan. Sikap sejumlah kepala dinas yang dikonfirmasi wartawan tidak mau banyak berkomentar saat ditanya mengenai persoalan yang lebih teknis. Sebelumnya penjelasan teknis dilakukan oleh kepala dinas.

Saat ditanya soal reklamasi, Ketua Bappeda Tuty Kusumawati sempat menghindar, Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Edy Junaedi juga tidak mau menyebut bukti prostitusi di Alexis. Ada juga Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah yang tidak mau menjelaskan hasil rapat penataan Tanah Abang, meski rapat sudah dilakukan berkali-kali. Mayoritas dari mereka mengatakan Anies atau Sandiaga yang akan menjelaskannya kepada awak media.

"Nanti dulu ya, besok, ini rapatnya sudah. Nanti dulu, sabar. Sama Pak Wagub yang akan sampaikan," kata Andri saat ditanya soal penataan Tanah Abang.

Tetapi saat ditanya soal reklamasi ke Anies, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu irit bicara. Ia hanya meminta wartawan melihat janji Anies dan Sandiaga di website soal reklamasi 17 di teluk Jakarta, "janji kami masih sama".

Soal Tanah Abang, Anies juga banyak mengatakan "lihat nanti" tanpa menerangkan solusi penataan yang jelas ke media.

Selanjutnya beberapa rapat yang biasanya dilakukan terbuka kini diperintahkan tertutup bagi awak media. Contohnya adalah rapat pengarahan gubernur kepada SKPD terkait dengan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD tahun 2018 yang dilaksanakan, Rabu (1/11/2017).

Kemarin, saat Anies dan Sandi memberikan pengarahan untuk para Kepala Badan Usaha Milik Daerah Jakarta juga tertutup. Wartawan yang sudah masuk dan duduk di Ruang Pola, tempat pengarahan itu berlangsung diminta untuk keluar.

"Ya itu mungkin sudah pengaturannya agar lebih tertib, lebih konsentrasi," kata Dian saat menjawab rapat dua pengarahan tersebut tertutup untuk media.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Walhi Dorong Anies Cabut Izin Reklamasi

Walhi Dorong Anies Cabut Izin Reklamasi

News | Jum'at, 03 November 2017 | 05:07 WIB

Anies Minta Program Normalisasi Sungai Dilanjutkan

Anies Minta Program Normalisasi Sungai Dilanjutkan

News | Jum'at, 03 November 2017 | 00:50 WIB

Penetapan UMP DKI, Anies-Sandi Klaim Berpihak pada Kaum Lemah

Penetapan UMP DKI, Anies-Sandi Klaim Berpihak pada Kaum Lemah

News | Kamis, 02 November 2017 | 23:13 WIB

Buruh Jakarta Gratis Naik Bus TransJakarta, Sandiaga: Ini Inovasi

Buruh Jakarta Gratis Naik Bus TransJakarta, Sandiaga: Ini Inovasi

News | Kamis, 02 November 2017 | 18:31 WIB

Satu dari 23 Janji Anies-Sandi Kampanye Dijalankan

Satu dari 23 Janji Anies-Sandi Kampanye Dijalankan

News | Kamis, 02 November 2017 | 17:34 WIB

Sandiaga Segera Umumkan Penataan Tanah Abang, Tak Pakai Satpol PP

Sandiaga Segera Umumkan Penataan Tanah Abang, Tak Pakai Satpol PP

News | Kamis, 02 November 2017 | 17:18 WIB

Terkini

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB