KPK Periksa 4 Saksi di Kasus Mega Korupsi BLBI

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Rabu, 08 November 2017 | 11:41 WIB
KPK Periksa 4 Saksi di Kasus Mega Korupsi BLBI
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi periksa empat saksi untuk tersangka Syafruddin Arsyad Tumenggung, Rabu (8/11/2017). Mereka adalah Pengacara Ivan Almaida Baely dan Firmansyah, mantan Direktur Utama Pelaksanaan PT Danareksa Rudy Suparman dan mantan Direktur Utama Bahana Sekuritas Rinaldi Firmansyah.

Syafruddin terjerat dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas kepada pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia Tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia kepada Badan Penyehatan Pernankan Nasional.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAT," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

KPK sudah menerima hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan terkait kerugian negara yang diakibatkan oleh kasus tersebut.

BPK menemukan kerugian negara dari kebijakan tersebut adalah Rp4,58 triliun dari total kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPPN sebesar Rp4,8 triliun

Menurut hasil audit investigatif BPK, disimpulkan, adanya indikasi penyimpangan dalam pemberian SKL pada BDNI, yaitu: SKL tetap diberikan walaupun belum menyelesaikan kewajiban atas secara keseluruhan. Nilai Rp4,8 triliun terdiri dari: Rp1,1 triliun yang dinilai suistanable dan ditagihkan kepada petani tambak, sedangkan Rp3,7 triliun tidak dilakukan pembahasan dalam proses restukturisasi yang menjadi kewajiban obligor yang belum ditagihkan.

Dari nilai Rp1,1triliun itu kemudian dilelang oleh Pusat Pemulihan Aset dan didapatkan Rp220 miliar. Sementara sisanya Rp4,58 triliun menjadi kerugian negara.

Sebelumnya, KPK menduga kerugian negara yang disebab kan oleh kasus BLBI hanya Rp3,7 triiun. Namun, ternyata angka tersebut bertambah 0,88 triliun sehingga menjadi Rp4,58 triliun.

Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan seorang tersangka. Dia adalah bekas Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesan KPK untuk Tamu Undangan Pernikahan Putri Jokowi

Pesan KPK untuk Tamu Undangan Pernikahan Putri Jokowi

News | Rabu, 08 November 2017 | 06:59 WIB

Besok Puterinya Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Solo

Besok Puterinya Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Solo

News | Selasa, 07 November 2017 | 18:14 WIB

Makna Prosesi Adat Jawa Pernikahan Kahiyang

Makna Prosesi Adat Jawa Pernikahan Kahiyang

Lifestyle | Selasa, 07 November 2017 | 17:47 WIB

Presiden Jokowi Sebut Bunga Rentenir Bisa 12 Kali Lipat Bank

Presiden Jokowi Sebut Bunga Rentenir Bisa 12 Kali Lipat Bank

Bisnis | Selasa, 07 November 2017 | 17:36 WIB

Jokowi Diskusi Soal Tanah dengan Kakek Usia 96 Tahun

Jokowi Diskusi Soal Tanah dengan Kakek Usia 96 Tahun

News | Selasa, 07 November 2017 | 16:22 WIB

Usai Siraman Kahiyang, Jokowi Langsung Berangkat Kerja

Usai Siraman Kahiyang, Jokowi Langsung Berangkat Kerja

News | Selasa, 07 November 2017 | 12:54 WIB

Kunjungi Sragen, Jokowi Bagi - bagi Sertifikat Tanah

Kunjungi Sragen, Jokowi Bagi - bagi Sertifikat Tanah

Bisnis | Selasa, 07 November 2017 | 12:51 WIB

Presiden Jokowi Pasang Bleketepe

Presiden Jokowi Pasang Bleketepe

Foto | Selasa, 07 November 2017 | 12:38 WIB

Sungkeman Pranikah, Ini Pesan yang Dibisikkan Jokowi ke Kahiyang

Sungkeman Pranikah, Ini Pesan yang Dibisikkan Jokowi ke Kahiyang

News | Selasa, 07 November 2017 | 11:19 WIB

Terkini

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:16 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:06 WIB

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB