Gerombolan Tak Dikenal Provokasi Konpers FRI West Papua di YLBHI

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Selasa, 14 November 2017 | 15:45 WIB
Gerombolan Tak Dikenal Provokasi Konpers FRI West Papua di YLBHI
Gerombolan tak dikenal yang memprovokasi konferensi pers FRI West Papua di kantor YLBHI, Jakarta, Selasa (14/11/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Konfrensi Pers Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua di kantor YLBHI, Jakarta, Selasa (14/11/2017), sempat diwarnai ketegangan.

Pasalnya seusai konfrensi pers mengklarifikasi isu penyanderaan 1.300 warga Tembagapura, mendadak ada segerombolan orang melakukan aksi membentangkan dua spanduk di dalam kantor tersebut.

Isi spanduk itu provokatif. Spanduk pertama bertuliskan: "TPN-OPM Pembunuh TNI-Polri. TPN-OP Pemberontak Terhadap NKRI".

Sementara spanduk kedua bertuliskan, "TPN-OPM Pemerkosa dan Pembunuh Pendatang di Papua. TPN-OPM Penyandera 1.300 Warga, Sehingga Mereka Kelaparan dan Terisolasi".

Pengamatan Suara.com di lokasi, segerombolan orang tak dikenal ini datang bersama seorang perempuan paruh baya. Namun, mereka tidak mau menyebutkan identitasnya atau dari kelompok mana.

"Kami bukan dari organisasi, kami orang Timur,  kami pembela NKRI," kata seorang pria yang mengaku bernama Anton Siotang kepada wartawan.

Pria paruh baya yang berbadan tegap ini mengenakan kacamata hitam. Dia meminta para awak media untuk memotret spanduk yang ia bentangkan.

"Silahkan difoto ini. Jadi NKRI adalah harga mati, gerakan OPM itu adalah pemberontak dan harus dibubarkan," tudingnya.

baca juga

Sebelumnya, FRI-WP mengklarifikasi isu mengenai penyanderaan 1.300 warga di Tembagapura, Timika, Papua oleh kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menurut FRI-WP. tidak ada aksi penyanderaan terhadap seribuan warga Papua dan karyawan PT Freeport oleh sayap militer OPM, ykani Tentara Pembebasan Nasional Papu Barat (TPN-PB).

"Tidak ada penyanderaan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap warga Banti maupun buruh Freeport di sana," kata Surya Anta, juru bicara FRI-WP.

Dia mengakui telah berkomunikasi dengan kelompok sipil di Tembagapura. Berdasarkan informasi yang ia kumpulkan, kelompok bersenjata TPN-PB tidak melakukan kekerasan apalagi pembunuhan terhadap warga.

Isu penyanderaan, pemerkosaan dan pembunuhan itu dinilai bagian dari propaganda hitam yang senagaj disebar oleh aparat TNI dan Polri.

"isu itu adalah black propaganda pemerintah Indonesia dalam hal ini yang dilakukan TNI dan Polri," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FRI West Papua: OPM Tak Sandera 1.300 Warga Tembagapura

FRI West Papua: OPM Tak Sandera 1.300 Warga Tembagapura

News | Selasa, 14 November 2017 | 15:22 WIB

TNI Bergerak Bebaskan 1.300 Warga Mimika yang Disandera

TNI Bergerak Bebaskan 1.300 Warga Mimika yang Disandera

News | Kamis, 09 November 2017 | 17:17 WIB

Baku Tembak di Tembagapura, Kondisi 2 Anggota Brimob Membaik

Baku Tembak di Tembagapura, Kondisi 2 Anggota Brimob Membaik

News | Minggu, 22 Oktober 2017 | 09:19 WIB

Baku Tembak di Tembagapura, Dua Brimob Luka Tembak

Baku Tembak di Tembagapura, Dua Brimob Luka Tembak

News | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 23:42 WIB

Panglima OPM Kembali ke NKRI, Dukung Pembangunan Jokowi di Papua

Panglima OPM Kembali ke NKRI, Dukung Pembangunan Jokowi di Papua

News | Senin, 04 September 2017 | 17:30 WIB

Australia Didesak Selesaikan Kasus Pengibaran Bendera OPM

Australia Didesak Selesaikan Kasus Pengibaran Bendera OPM

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 22:01 WIB

100 Eks OPM Nyatakan Setia Kepada NKRI

100 Eks OPM Nyatakan Setia Kepada NKRI

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 10:52 WIB

Kasus Papua, Ini Fakta dan Isu Versi Polisi Buat Mengacau Yogya

Kasus Papua, Ini Fakta dan Isu Versi Polisi Buat Mengacau Yogya

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:33 WIB

Tito Harus Jelaskan Peristiwa Penahanan Aktivis Papua di Yogya

Tito Harus Jelaskan Peristiwa Penahanan Aktivis Papua di Yogya

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:30 WIB

Polda DIY Bantah Biarkan Mahasiswa di Asrama Papua Kelaparan

Polda DIY Bantah Biarkan Mahasiswa di Asrama Papua Kelaparan

News | Minggu, 17 Juli 2016 | 08:02 WIB

Terkini

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB