Novanto Ditahan KPK, Dedi Mulyadi Berharap Golkar Jaga Soliditas

Yazir Farouk | Dian Rosmala | Suara.com

Sabtu, 18 November 2017 | 02:02 WIB
Novanto Ditahan KPK, Dedi Mulyadi Berharap Golkar Jaga Soliditas
Bupati Purwakarta, Jawa Barat Dedi Mulyadi. (suara.com/Dedi Mulyadi)

Suara.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi berharap seluruh kader serta pengurus partai berlambang pohon beringin itu tetap kompak dan solid meskipun Ketua Umum Setya Novanto tengah didera persolan hukum.

Bupati Purwakarta ini tidak begitu setuju dengan Musyawarah Nasional Luar Biasa yang dihadiri sebanyak 28 dari 34 Ketua DPD Partai Golkar seluruh Indonesia di Hotel Oriental Mandarin, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (16/11/2017) malam.

Dedi mengatakan, Munaslub yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham tersebut mestinya tak perlu dilakukan, mengingat hingga saat ini
Novanto masih resmi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Dewan Pimpinan Pusat Golkar ya harus segera mengambil langkah strategis. Simpan seluruh agenda jangka pendek, soliditas partai yang harus lebih diutamakan untuk menata kembali Partai Golkar secara jangka panjang," kata Dedi, Jumat (17/11/2017).

Alasan itulah yang membuat Dedi tidak menghadiri Munaslub Partai Golkar. Terlepas saat itu juga ada agenda konsolidasi DPP Jawa Barat serta pertemuan warga terkait dengan Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

"Saya kira jangan dulu lah kita bicara siapa Ketua Umum barunya atau siapa Pltnya. Hal yang paling penting adalah selamatkan Golkarnya dulu. Kita komunikasikan dulu dengan para sesepuh, dewan pembina, para tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap Partai Golkar. Insya Allah ada jalan demi penyelamatan partai kita ini," ujarnya menuturkan.

Lebih lanjut, Dedi juga berharap agar azas praduga tidak bersalah tetap dikedepankan dalam penanganan kasus yang menimpa Novanto.

"Kita harus patuh terhadap proses hukum yang tengah berlangsung saat ini. Saya yakin seluruh kader termasuk Pak Ketua Umum juga begitu. Pak Setnov pasti memberi contoh bahwa warga Partai Golkar taat hukum," kata Dedi.

Meskipun tidak mendapat dukungan dari DPP Partai Golkar untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi mengaku sangat peduli dengan nasib Partai Golkar. Sebab itu, Dedi tak ingin kasus dugaan korupsi KTP Elektronik yang menimpa Novanto menghilangkan fokus pengurus dan kader menata partai ke arah yang lebih baik.

Seperti diketahui, Novanto yang saat ini sudah ditahan KPK karena kasus dugaan korupsi KTP Elekronik dinilai berdampak buruk lada elektabilitas partai yang dipimpinnya. Sejumlah lembaga survei menunjukkan saat ini elektabilitas partai Golkar berada di bawah sejumlah partai seperti PDI Perjuangan dan Gerindra.

Dorongan pergantian Ketua Umum Partai Golkar pun mencuat sejak politisi senior Partai Golkar yang kini tengah menjabat Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Novanto harus diganti. Pernyataan keras tersebut disampaikan Kalla dengan menganalogikan kondisi kapal yang kehilangan kaptennya, sesaat Novanto dikabarkan tiba-tiba menghilang dari upaya penjemputan paksa penyisik KPK pada Rabu (15/11/2017) malam.

Sementara, Dedi oleh sejumlah pihak dianggap sebagai orang yang paling tersakiti lantaran Ketua Umum partai Golkar, Novanto justru menunjuk Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Padahal Dedi Mulyadi merupakan kader Partai Golkar asli yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Kedekatan Setnov dan Wartawan yang Sopiri Saat Kecelakaan

Begini Kedekatan Setnov dan Wartawan yang Sopiri Saat Kecelakaan

News | Sabtu, 18 November 2017 | 01:03 WIB

KPK Tunggu Setnov Sehat untuk Diperiksa dan Disidang

KPK Tunggu Setnov Sehat untuk Diperiksa dan Disidang

News | Jum'at, 17 November 2017 | 23:00 WIB

Keluarga Ogah Teken Berita Acara Penahanan Novanto

Keluarga Ogah Teken Berita Acara Penahanan Novanto

News | Jum'at, 17 November 2017 | 22:31 WIB

Novanto Ditahan, Pengacara: Tanya Sama KPK, Tahan Alasannya Apa?

Novanto Ditahan, Pengacara: Tanya Sama KPK, Tahan Alasannya Apa?

News | Jum'at, 17 November 2017 | 21:44 WIB

Akhirnya, KPK Tahan Setya Novanto

Akhirnya, KPK Tahan Setya Novanto

News | Jum'at, 17 November 2017 | 21:35 WIB

Fahri: Harusnya Situasi Stabil, Tapi Kacau Lagi Kayak Gini

Fahri: Harusnya Situasi Stabil, Tapi Kacau Lagi Kayak Gini

News | Jum'at, 17 November 2017 | 21:22 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB