Dua Pengacara Dampingi Setnov di Pemeriksaan Kasus Kecelakaan

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Kamis, 23 November 2017 | 17:11 WIB
Dua Pengacara Dampingi Setnov di Pemeriksaan Kasus Kecelakaan
Tim pengacara tersangka Setya Novanto, Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (23/11/2017). (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Tim pengacara tersangka Setya Novanto, Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (23/11/2017).

Kedatangan keduanya untuk mendampingi klien mereka yang akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Berlian, Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2017) lalu.

"Kita sekarang mau datang mendampingi beliau untuk dua hal. Pertama untuk mendampingi dalam perkara yang ditangani Polda," kata Otto di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Terkait kasus yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto ini, penyidik Polda Metro Jaya sudah tiba di gedung KPK untuk memeriksa Novanto. Direktur Lalu Lintas Polda Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra mengatakan sudah berkoordinasi dengan KPK untuk memeriksa Novanto di Gedung KPK.

"Kita sudah kordinasi dengan KPK,kita menjemput bola melayani beliau dengan membawa penyidik ke sini. Jadi kita sudah buat surat beberapa hari yang lalu ke ketua KPK untuk memeriksa korban ini," kata Halim saat tiba di gedung KPK.

Dalam kecelakaan ini, Novanto dikabarkan mengalami benjol bagian kepala dan luka di tangannya. Akibatnya dia langsung dilarikan ke rumah sakit Medika Permata Hijau pasca tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan tiang listrik terjadi. Sementara ajudan Novanto yang adalah seorang polisi dan sopirnya Hilman Mattauch tidak mengalami luka.

Dalam kasus kecelakaan tunggal ini, Hilman sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Karena itu, pemeriksaan Novanto pada hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Hilman.

Otto mengatakan selain mendapingi Novanto dalam kasus kecelakaan, dia dan Fredrich akan mendampingi Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Pada hari ini Novanto diperiksa sebagai tersangka oleh KPK.

"Dan satu lagi dalam kasus korupsi yang ditangani KPK, jadi dua hal ini," kata Otto.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terungkap! Ini Kecepatan Rinci Mobil Setnov Sebelum Tabrak Tiang

Terungkap! Ini Kecepatan Rinci Mobil Setnov Sebelum Tabrak Tiang

News | Kamis, 23 November 2017 | 16:38 WIB

KPK Cegah Istri Setya Novanto ke Luar Negeri di Kasus e-KTP

KPK Cegah Istri Setya Novanto ke Luar Negeri di Kasus e-KTP

News | Kamis, 23 November 2017 | 16:28 WIB

Setya Novanto Diperiksa Sebagai Tersangka

Setya Novanto Diperiksa Sebagai Tersangka

Foto | Kamis, 23 November 2017 | 16:21 WIB

Polisi Sudah di KPK, Siap Garap Novanto

Polisi Sudah di KPK, Siap Garap Novanto

News | Kamis, 23 November 2017 | 15:39 WIB

Setya Novanto Diperiksa KPK Sebelum Digarap Polda Metro Jaya

Setya Novanto Diperiksa KPK Sebelum Digarap Polda Metro Jaya

News | Kamis, 23 November 2017 | 13:32 WIB

Pertahankan Setnov Jadi Ketua DPR sama dengan Melawan Rakyat

Pertahankan Setnov Jadi Ketua DPR sama dengan Melawan Rakyat

News | Kamis, 23 November 2017 | 13:19 WIB

Deisti Tagor Diam Saja Setelah Menjenguk Novanto di Sel KPK

Deisti Tagor Diam Saja Setelah Menjenguk Novanto di Sel KPK

News | Kamis, 23 November 2017 | 12:59 WIB

Novanto Senang Dibawakan Buku Renungan Kalbu

Novanto Senang Dibawakan Buku Renungan Kalbu

News | Kamis, 23 November 2017 | 12:51 WIB

Politisi PKB Minta Kasus Novanto Jadi Prioritas MKD

Politisi PKB Minta Kasus Novanto Jadi Prioritas MKD

News | Kamis, 23 November 2017 | 12:07 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×