Paus Fransiskus Bela Rohingya, Warga Myanmar Murka

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 06 Desember 2017 | 12:27 WIB
Paus Fransiskus Bela Rohingya, Warga Myanmar Murka
Paus Fransiskus menemui pengungsi Rohingta di Bangladesh [AFP]

Suara.com - Keputusan Paus Fransiskus untuk menggunakan diksi "Rohingya" dan meminta maaf kepada komunitas minoritas itu di pengungsian Bangladesh atas penganiayaan militer Myanmar terhadap mereka, menuai kecaman.

Sri Paus menggunakan diksi "Rohingya" dan meminta maaf kepada warga minoritas tersebut, saat mengunjungi mereka di pengungsian Bangladesh, Jumat (1/12/2017) pekan lalu.

Diksi "Rohingya" adalah terma yang tak bisa diterima oleh banyak warga Myanmar. Mereka menyebut kaum minoritas itu dengan sebutan "Bengali", yang berkonotasi imigran ilegal dari Bangladesh.

Kecaman dan hinaan terhadap Paus Fransiskus dilontarkan warganet Myanmar. Mereka menuduh Paus tak konsisten, karena saat mengunjungi Myanmar, pemimpin umat Katolik sedunia itu tak memakai kata "Rohingya".

"Dia seperti kadal yang bisa mengubah-ubah warna karena cuaca," tulis seorang pengguna Facebook di Myanmar bernama Aung Soe Lin, seperti dilansir AFP.

"Meski dia pemimpin agama, seharusnya ia menjadi seorang agen penjualan karena bisa menggunakan kata yang berbeda seperti itu," kecam akun lainnya, Soe Seo.

"Paus Fransiskus adalah orang suci. Tapi, dia mengatakan hal berbeda di sini (Myanmar) dan berbicara berbeda pula di negara lain," tukas akun Ye Linn Maung.

Keputusan Paus yang tak menggunakan diksi "Rohingya" saat berkunjung ke Myanmar tersebut, disambut baik oleh pemeluk Katolik di negeri tersebut.

Sebab, sebelum Sri Paus datang, mereka mengkhawatirkan imam mereka tersebut menggunakan kata "Rohingya" sehingga dikhawatirkan militer Myanmar bakal menindas umat Katolik yang minoritas.

Sementara saat mengunjungi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh, Sri Paus menggunakan kata "Rohingya" untuk menegaskan sikap keberpihakannya.

"Tuhan hari ini hadir sebagai Rohingya," kata Paus Fransiskus saat bertemu 16 pengungsi Rohingya yang berhasil kabur setelah diburu militer Myanmar sejak 25 Agustus lalu.

Paus Fransiskus mengakui tragedi persekusi dan penganiayaan militer Myanmar sangat berat untuk dihadapi kaum minoritas Rohingya.

Sri Paus menuturkan, dirinya meminta maaf atas nama pihak penganiaya dan orang-orang yang tak peduli terhadap nasib Rohingya.

"Tragedi yang kalian hadapi sangat keras. Atas nama orang-orang yang telah menganiaya kalian, yang telah melukai kalian, dan ketidakpedulian dunia, saya meminta pengampunan dari kalian semua," pintanya.

Ia lantas memegang semua tangan perwakilan Rohingya yang hadir dan mendengarkan seluruh keluh kesah beserta harapan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungi Rohingya, Doa Paus Fransiskus Ini Bikin Terharu

Kunjungi Rohingya, Doa Paus Fransiskus Ini Bikin Terharu

News | Minggu, 03 Desember 2017 | 05:30 WIB

Temui Rohingya, Paus Fransiskus: Aku Berharap Kalian Mengampuniku

Temui Rohingya, Paus Fransiskus: Aku Berharap Kalian Mengampuniku

News | Sabtu, 02 Desember 2017 | 16:14 WIB

Kunjungi Pengungsi Rohingya, Paus Fransiskus Dikira Ulama

Kunjungi Pengungsi Rohingya, Paus Fransiskus Dikira Ulama

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 15:07 WIB

Aung San Suu Kyi Dianugerahi Penghargaan Islamopobia 2017

Aung San Suu Kyi Dianugerahi Penghargaan Islamopobia 2017

News | Senin, 27 November 2017 | 08:02 WIB

Akhirnya, Myanmar dan Bangladesh Setujui Pemulangan Rohingya

Akhirnya, Myanmar dan Bangladesh Setujui Pemulangan Rohingya

News | Jum'at, 24 November 2017 | 03:00 WIB

Terkini

Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam

Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:28 WIB

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:20 WIB

Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB

Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:17 WIB

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:15 WIB

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:30 WIB

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:16 WIB

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:53 WIB

Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok

Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:47 WIB

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:34 WIB

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:30 WIB