Kunjungi Pengungsi Rohingya, Paus Fransiskus Dikira Ulama

Reza Gunadha

Jum'at, 01 Desember 2017 | 15:07 WIB
Kunjungi Pengungsi Rohingya, Paus Fransiskus Dikira Ulama
Paus Fransiskus. (AFP)

Suara.com - Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia yang bertahta di Vatikan, Paus Fransiskus, mengunjungi Myanmar dan Bangladesh pada pekan ini, untuk mengadvokasi komunitas Rohingya yang menjadi korban perburuan militer.

Seperti dilansir NDTV, Kamis (30/11/2017), sebelum Sri Paus mengunjungi kamp pengungsian di Bangladesh, banyak warga Rohingya di sana yang dimintakan komentar mengenai rencana tersebut oleh awak media.

Namun, mayoritas warga Rohingya di pengungsian padat penghuni tersebut justru mengangkat alis ataupun bahu tanda tidak mengetahui sosok Sri Paus.

"Siapa dia?" kata banyak pengungsi saat ditunjukkan foto Sri Paus menjelang kedatangannya.

Awak media dan pengurus pengungsian menunjukkan foto Sri Paus. Tapi, mereka tetap tak mengetahui sosok tersebut dan justru menebak sekenanya.

Ada Rohingya yang menyebut Paus Fransis sebagai seorang raja kaya raya. Ada pula yang menebak Sri Paus adalah selebriti Amerika Serikat. Sejumlah orang memercayai Sri Paus adalah politikus Bangladesh. Bahkan, ada yang menyebut Sri Paus adalah seorang ulama Islam.

”Kupikir, aku pernah melihatnya di acara berita televisi, tapi dia siapa ya? Apakah beliau ini adalah orang penting?” kata perempuan Rohingya berusia 42 tahun, Nurul Qadar.

”Tampaknya dia seorang tokoh agama. Aku berharap, suaranya (Sri Paus) bisa didengar oleh pemerintah Myanmar,” tutur pengungsi lain, Mujibur Rahman (40).

Orang Bijak

baca juga

Adalah Hassan Arraf, imam warga Muslim Rohingya di pengungsian Kutupalong, menjadi satu-satunya orang yang mengetahui sosok Paus Fransiskus.

"Aku tahu, dia adalah Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia. Dia adalah pemimpin umat agama lain, tapi aku meyakini dia adalah orang bijak," tutur Arraf.

Ia mengatakan, beragam siksaan militer Myanmar terhadap komunitas Rohingya tidak bisa dibenarkan oleh agama apa pun, termasuk Katolik.

Karenanya, sang imam meyakini Sri Paus akan berada di pihak mereka.

"Kupikir, Paus Fransiskus bisa merasakan apa yang kami rasakan. Dan dia bisa mempertanyakan penyiksaan kepada pemerintah Myanmar dan menyelesaikan masalah kami secara damai," harapnya.

Untuk diketahui, Caritas, sayap kemanusiaan Gereja Katolik Roma, membantu menyediakan makanan terhadap 40.000 keluarga Rohingya di kamp pengungsian Bangladesh.

"Dia datang... sebagai simbol rekonsiliasi. Kami berharap kunjungannya ini menimbulkan dampak positif, menciptakan solusi terbaik bagi krisis kemanusiaan ini," tutur direktur regional Caritas, James Gomes.

Paus Fransiskus mengunjungi Myanmar dan Bangladesh sejak 26 November hingga 2 Desember 2017. Sebelum mengunjungi kamp pengungsian di Bangladesh, ia menemui Konselor Aung San Suu Kyi dan militer Myanmar, meminta agar persekusi terhadap Rohingya dihentikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aung San Suu Kyi Dianugerahi Penghargaan Islamopobia 2017

Aung San Suu Kyi Dianugerahi Penghargaan Islamopobia 2017

News | Senin, 27 November 2017 | 08:02 WIB

Akhirnya, Myanmar dan Bangladesh Setujui Pemulangan Rohingya

Akhirnya, Myanmar dan Bangladesh Setujui Pemulangan Rohingya

News | Jum'at, 24 November 2017 | 03:00 WIB

Bahas Krisis Rohingya, Paus Akan Temui Panglima Tentara Myanmar

Bahas Krisis Rohingya, Paus Akan Temui Panglima Tentara Myanmar

News | Rabu, 22 November 2017 | 23:52 WIB

Amnesty International: Rohingya Korban Sistem Apartheid Myanmar

Amnesty International: Rohingya Korban Sistem Apartheid Myanmar

News | Rabu, 22 November 2017 | 04:22 WIB

Amnesty Internasional: Myanmar Mendesain Penindasan Rohingya

Amnesty Internasional: Myanmar Mendesain Penindasan Rohingya

News | Rabu, 22 November 2017 | 05:15 WIB

Terkini

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

×