Ini Masalah Warga Gara-gara Daerah Johar Baru Dicap Hobi Tawuran

Siswanto

Rabu, 06 Desember 2017 | 18:02 WIB
Ini Masalah Warga Gara-gara Daerah Johar Baru Dicap Hobi Tawuran
Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru [suara.com/Handita Fajaresta]

Suara.com - Rumah Agus Buhari (35) dan rumah Ketua Rukun Warga 2, Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Zainal Arifin, berjarak sekitar 500 meter. Mereka beda RT. Agus di RT 10, sedangkan Zainal tinggal di RT 9.

Walau beda RT, persoalan yang terjadi di daerah ini sama. Soal susahnya pemuda cari pekerjaan.

Ketika ditemui Suara.com, Agus yang menjabat ketua karang taruna Kampung Rawa tengah berada di depan rumah yang sekaligus dimanfaatkan menjadi warung kelontong. Warung ini menjadi mata pencaharian Agus dan istri.

Agus di kampung ini biasa dipanggil Agus Gondrong. Waktu wartawan Suara.com ngobrol dengan Agus, istrinya tengah duduk di lantai sambil mengupas kol.

Agus tahu banyak soal persoalan ketenagakerjaan.

Agus mengakui daerahnya dulu sering terjadi tawuran. Agus sudah tinggal di daerah ini selama sekitar dua puluh tahun.

"Iya jadi sudah dicap (sering tawuran)," kata Agus.

Ketika sedang berbincang-bincang, sesekali ada pembeli datang. Istri Agus segera berdiri untuk melayani. Sementara Agus yang menerima uang pembayaran.

Agus mengakui sebagian perusahaan tak mau menerima sebagian pemuda kampungnya. Alasannya macam-macam. Tapi yang paling diingatnya, pengurus perusahaan menganggap negatif pemuda-pemuda dari Johar Baru. Perusahaan takut kalau-kalau diterima kerja, mereka bikin ulah.

"Kalau dia lamar (pekerjaan), pasti stigmanya itu. Begitu dia masuk kerja, alasan perusahaan ya 'saatnya masuk kerja, dia tawuran lagi. Bikin malu perusahaan kan.' Ya stigmanya itu," kata dia.

Melihat persoalan itu, Agus dan karang taruna berusaha membantu semampunya.

"Kalau saya berusaha aja sih ya, berusaha untuk menghilangkan cap itu dengan stigma jika ada yang melamar terus dia punya stigma seperti itu kita membantu, 'Pak tolong pak ini,' saya anggap ini karang taruna jugalah," katanya.

Agus tak punya data rinci mengenai kasus penolakan yang dilakukan perusahaan. Dia juga tak pegang data soal jumlah orang yang menganggur di kampungnya. Dia hanya memperkirakan sekitar 75 persen pemuda yang nganggur.

Tapi menurut pengamatannya, jumlah pengangguran menurun terus.

"Terus kalau yang masih nganggur, ya bangsa sekitar 75 persen ya. Masih yang belum keterimalah ya," kata dia.

Menurut dia pemuda yang masih menganggur berusia 25 tahun sampai 35 tahun.

Agus selalu menasihati para pemuda kampungnya agar mengembangkan diri. Produktif dan kreatif.

Agus mendorong mereka untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan peningkatan keterampilan, seperti membuat sepatu lukis, stik es krim daur ulang, hingga kerudung yang dilukis. 

Stik es krim daur ulang dibentuk seperti rumah-rumahan yang dilengkapi dengan jam yang masih hidup. Kerudung polos jenis Paris berbentuk segi empat dilukis bunga dan daun untuk mempercantik.

Sepatu lukis biasanya dibuat dari sepatu berbahan kanvas putih, kemudian diwarnai dan digambar menggunakan kuas dan cat air.

Disnaker

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jakarta Priyono tidak tahu informasi mengenai adanya perusahaan yang menyeleksi calon pekerja berdasarkan tempat tinggal. Priyono menanggapi pernyataan Ketua RW 3, Johar Baru,  Zainal Arifin.

"Wah, nggak ada info gitu. Nggak mungkin perusahan nolak warga (berdasarkan tempat tinggal)," ujar Priyono kepada Suara.com.

Sebelumnya, Zainal mengatakan banyak warganya  yang melamar pekerjaan, namun ditolak perusahaan gara-gara berasal dari kawasan yang dicap sering terjadi tawuran.

Priyono menduga perusahaan tidak menerima pekerja dari kampung itu karena tidak sesuai kriteria. Misalnya, kata dia, perusahaan membutuhkan tenaga akunting, sedangkan pelamar hanya memiliki pengalaman di bidang sekuriti.

"Umpamanya yang dibutuhkan akunting, dia punya (pengalaman) satpam. Bukan semata-mata penduduk (Johar Baru) itu," kata Priyono.

Priyono menegaskan hingga saat ini belum ada perusahaan di Jakarta yang menolak calon pekerja karena tinggal di wilayah tertentu. Selain itu, ia juga menjawab keluhan warga soal tidak adanya peran pemerintah dalam penyaluran pekerjaan. Ia menjelaskan setiap pelatihan tenaga kerja yang diadakan Pemerintah DKI pasti bekerja sama dengan perusahaan.

"Kadang kita lakukan pelatihan, mungkin penempatanya di luar DKI (calon pekerja itu) nggak sanggup, ada juga. Sebelum melakukan pelatihan kita kerja sama sama perusahaan-perusahaan," kata Priyono.

Sebelumnya, Zainal meminta pemerintah  menjembatani warganya yang ingin mencari pekerjaan. 

"Karena kalau dilihat dari KTP-nya Kampung Rawa, Johar Baru jarang diterima. Itu langkah apa? dan pihak pemerintah yang harus menjembatani," ujar Zainal kepada Gubernur Anies Baswedan di Gedung Pertemuan Pertamina, Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Hal itu diungkapkan Zainal pada acara kunjungan kerja gubernur dan wakil gubernur dengan jajaran Kota Administrasi Jakarta Pusat. (Handita Fajaresta)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jurus Jangka Panjang Pramono Anung Atasi Tawuran: Alihkan Energi Anak Muda ke Olahraga

Jurus Jangka Panjang Pramono Anung Atasi Tawuran: Alihkan Energi Anak Muda ke Olahraga

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam

Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar

Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu

Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Warga Gagalkan Rencana Tawuran di Depok, 3 Remaja Bawa Celurit Diamankan

Warga Gagalkan Rencana Tawuran di Depok, 3 Remaja Bawa Celurit Diamankan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Brimob dan Tim Perintis Presisi Ciduk 5 Remaja Tawuran di Jatinegara, Samurai Disita

Brimob dan Tim Perintis Presisi Ciduk 5 Remaja Tawuran di Jatinegara, Samurai Disita

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran

Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:50 WIB

Usai Pesta Miras, Remaja 19 Tahun Tewas dalam Tawuran di Cilincing

Usai Pesta Miras, Remaja 19 Tahun Tewas dalam Tawuran di Cilincing

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:48 WIB

Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'

Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'

News | Senin, 27 Juli 2026 | 11:46 WIB

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

News | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:34 WIB

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

News | Senin, 14 September 2026 | 14:33 WIB

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

×