Suara.com - Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gandung Pardiman mendesak DPP Partai berlambang pohon beringin mengutamakan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa daripada kepentingan lain.
Menurut Gandung, Munaslub adalah kepastian bagi para kader di daerah terutama dalam menyambut momen Pilkada serentak 2018.
"DPP harus segera melakukan upaya progresif, jangan membuat masalah baru. Kami di daerah meminta (DPP) memprioritaskan desakan aspirasi dari daerah. Jangan sampai daerah timbul kemarahan," kata Gandung di Yogyakarta, Senin (11/12/2016).
Gandung meminta DPP tak mencari alasan lain agar agenda Munaslub yang telah disepakati oleh semua DPD I se-Indonesia, termasuk dengan mengutamakan pergantian Setya Novanto di jabatan Ketua DPR.
"Pengganti (Setya Novanto) di DPR kita serahkan (setelah) Munaslub," ujar Gandung.
Sebelumnya 31 DPD I menyerahkan berkas usulan Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar. Berkas tersebut diterima langsung oleh Plt Ketua Umum Idrus Marham.
Menyusul desakan Munaslub, Ketua Umum Partai Golkar non-aktif yang kini telah ditahan KPK karena kasus dugaan korupsi KTP Elektronik tiba-tiba mengirimkan surat pengunduran diri ke DPR dan menunjuk Wasekjen Partai Golkar Aziz Syamsudin untuk menggantikan posisinya di DPR.