Serangan Teroris New York, Polisi Perketat Keamanan Jelang Natal

Chaerunnisa

Rabu, 13 Desember 2017 | 07:33 WIB
Serangan Teroris New York, Polisi Perketat Keamanan Jelang Natal
Sebuah percobaan serangan di stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) pagi waktu setempat. (AFP)

Suara.com - Kepolisian New York mengatakan, akan menyesuaikan rencana pengamanan untuk perayaan Malam Tahun Baru di Time Square setelah terjadi percobaan pengeboman bunuh diri di lorong kereta bawah tanah di kawasan itu. Malam pergantian di Time Square biasanya dipadati oleh ratusan ribu orang yang merayakannya.

Pada Selasa, seorang lelaki Bangladesh berusia 27 tahun didakwa oleh pengadilan federal melakukan kejahatan terorisme dengan meledakan bom pipa di lorong pejalan kaki di bawah tanah Time Square, awal pekan ini. Bahan kimia di dalam bom pipa yang dibawanya menyulut, namun pipanya sendiri tidak meledak. Sejumlah pejabat mengatakan, insiden itu melukai tersangka pelaku dan tiga orang yang lewat.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) Senin depan akan melakukan penelaahan dengan segera dan berkedalaman terhadap insiden itu untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi serangan seperti itu, kata John Miller, wakil komisioner urusan intelijen dan kontraterorisme.

"Saya yakin, ini adalah untuk pertama kalinya kita melihat seseorang dengan bom bunuh diri di tempat transportasi umum dan sebenarnya punya bom yang bisa berfungsi. Jadi kami akan meneliti ini," kata Miller, seperti diwartakan Antara.

Rencana pengamanan New York juga akan mengacu pada pertimbangan atas serangan-serangan yang sudah terjadi, seperti penembakan massal di Las Vegas pada 1 Oktober yang menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya. Begitu kata Miller.

Dengan demikian, warga New York akan melihat ada peningkatan keberadaan jumlah polisi di sekitar transportasi umum dan tempat-tempat kerumunan orang, kata Miller. Ia tidak merinci langkah-langkah spesifik yang dimaksud.

Namun menurut Kevin Harrington yang merupakan mantan kepala detektif NYPD dan saat ini menjabat sebagai kepala operasi perusahaan swasta MG Security Services, itu berarti bahwa dalam jangka pendek, lebih banyak polisi bersenjata berat dan dengan keahlian khusus akan dikerahkan ke jalan.

Selain itu, akan ada lebih banyak pengerahan anjing-anjing kepolisian, pemeriksaan tas serta penempatan titik-titik pemeriksaan, kata Kevin.

NYPD menjalin kerja sama dengan kepolisian negara asing untuk berbagi informasi intelijen dan taktik serta melekatkan para personelnya di 13 kepolisian di seluruh dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Tahan Tersangka Serangan Teroris New York

Polisi Tahan Tersangka Serangan Teroris New York

News | Selasa, 12 Desember 2017 | 13:01 WIB

Ini Informasi Seputar Pelaku Teror Ledakan New York

Ini Informasi Seputar Pelaku Teror Ledakan New York

News | Selasa, 12 Desember 2017 | 06:44 WIB

Motif Ledakan New York Disebut karena Dendam Pengakuan Yerusalem

Motif Ledakan New York Disebut karena Dendam Pengakuan Yerusalem

News | Selasa, 12 Desember 2017 | 03:41 WIB

Imam Masjid New York: Trump Tebar Kebencian, Korbankan Warga AS

Imam Masjid New York: Trump Tebar Kebencian, Korbankan Warga AS

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 13:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×