Partai Golkar: Setnov Harus Bongkar Kasus e-KTP di Persidangan

Reza Gunadha

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:34 WIB
Partai Golkar: Setnov Harus Bongkar Kasus e-KTP di Persidangan
Sidang dakwaan Setya Novanto di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12).

Suara.com - Partai Golkar berharap penyelesaian kasus dugaan korupsi dana proyek KTP elektronik yang melibatkan eks ketua umumnya, Setya Novanto, dapat diselesaikan secara gamblang.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Dave Laksono mengatakan, kasus itu harus disingkap secara jelas, sehingga diketahui siapa saja yang terciprat uang rasywah proyek tersebut.

"Harus ditelanjangi semua permasalahan ini sehingga jelas, mulai dari persoalan apa saja, siapa saja penerimanya, siapa yang menikmati, siapa saja yang membuat proyek KTP-el," Ujar Dave dalam diskusi berjudul 'Setnov Effect' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Dave menceritakan, KTP-el awalanya diberlakukan agar dapat memperbaiki sistem pendataan masyarakat.

Targetnya jelas, kata dia, yakni agar warga tidak memiliki KTP ganda, dan memudahkan pemerintah mendata demografis.

"Tetapi karena dirusak oleh keinginan sekelompok elite sehingga yang tadinya bisa untuk menyejahterakan malah menyusahkan rakyat,” tukasnya.

Untuk menguak kebenaran dan membuktikan kredibilitas KPK, Dave merasa Setnov dan semua pihak harus membongkar permasalah ini.

"Pak Setnov dan semua pihak yang sudah di pengadilan harus membongkar permasalahan ini. Kalau benar ada kasus korupsi, siapa saja yang menerima dana dibongkar dan diberitahukan, pemberian buat siapa, dimana, berapa jumlahnya," tuturnya.

"Jadi tidak ada lagi dusta di antara kita dan kebenaran benar terkuak, sehingga tidak hanya pada individu (Setya Novanto) yang menerima hukuman dari pemerintah, tetapi yang lain juga," tandasnya. (Julistania)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengacara Setnov: Kasus e-KTP Jangan Dibesar-besarkan

Pengacara Setnov: Kasus e-KTP Jangan Dibesar-besarkan

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:05 WIB

Partai Gerindra: Setnov Nanti Bakal Divonis Sangat Ringan

Partai Gerindra: Setnov Nanti Bakal Divonis Sangat Ringan

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:29 WIB

Pengacara Setnov: KPK Mainkan Politik Belah Bambu

Pengacara Setnov: KPK Mainkan Politik Belah Bambu

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 13:35 WIB

KPK Dikritik Jangan Cuma Menguliti Partai Golkar Soal e-KTP

KPK Dikritik Jangan Cuma Menguliti Partai Golkar Soal e-KTP

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 13:20 WIB

Partai Gerindra: Kenapa Setnov Sendirian yang Dijerat KPK?

Partai Gerindra: Kenapa Setnov Sendirian yang Dijerat KPK?

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 13:02 WIB

Terkini

Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi

Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 22:46 WIB

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:43 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:40 WIB

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

×