Begini Protes Wartawan Myanmar Atas Penangkapan Wartawan Reuters

Dythia Novianty

Minggu, 17 Desember 2017 | 01:09 WIB
Begini Protes Wartawan Myanmar Atas Penangkapan Wartawan Reuters
Pengungsi Rohingya. [Anton Raharjo/Anadolu Agency]

Suara.com - Sekelompok wartawan Myanmar mengatakan mereka akan mengenakan kaos kemeja hitam sebagai protes atas penangkapan dua wartawan Reuters yang dituduh melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi negara itu, sementara tekanan atas Myanmar agar membebaskan keduanya terus berkembang.

Komite Perlindungan bagi Wartawan Myanmar, kelompok wartawan lokal yang telah berunjuk rasa terhadap penuntutan wartawan, melukiskan penangkapan-penangkapan tersebut tidak adil yang berdampak pada kebebasan media.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, komite itu mengatakan para anggotanya akan mengenakan kaos kemeja hitam untuk menandakan masa gelap kebebasan media di Myanmar. Mereka menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat kedua wartawan itu, Wa Lone (31) dan Kyaw Soe Oo (27).

"Para wartawan dari seluruh negeri diminta untuk ikut serta dalam Kampanye Hitam," demikian grup tersebut. Ditambahkan, komite itu juga akan menyelenggarakan protes-protes resmi dan doa.

Belum jelas berapa besar dukungan yang kelompok itu akan peroleh dari para wartawan Myanmar.

Komite Perlindungan bagi Wartawan Myanmar dibentuk menanggapi penahanan editor sebuah surat kabar pada Juni akibat penyiaran sebuah kartun yang membuat militer negara itu tersinggung, kata wartawan video A Hla Lay Thu Zar, salah seorang anggota komite eksekutif kelompok tersebut yang berjumlah 21 orang.

"Seorang wartawan harus punya hak untuk mendapatkan informasi dan menulis berita sesuai etika," ujar A Hla Lay Thu Zar merujuk ke kasus dua wartawan Reuters itu.

Myo Nyunt, seorang deputi direktur di Kementerian Informasi Myanmar, mengatakan kepada Reuters bahwa kasus tersebut tak ada kaitan dengan kebebasan pers.

"Ini terkait dengan Undang-Undang Rahasia Resmi," kata dia.

baca juga

"Para wartawan hendaknya dapat memberitahu apa yang rahasia dan apa yang tidak... kami sudah punya kebebasan pers. Sudah ada kebebasan untuk menulis dan berbicara... Sudah ada kebebasan pers jika Anda mengikuti aturan-aturan."

Ketika ditanya tentang "kampanye hitam" para wartawan lokal, ia berkata, setiap orang dapat menyampaikan perasaan-perasaannya. Tekanan dari berbagai negara Kedua wartawan itu menghilang pada Selasa (12/12/2017) malam, setelah diundang makan bersama perwira polisi di pinggiran Yangon, kota terbesar di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillersen, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani dan para pejabat pemerintah dari Inggris, Kanada, Bangladesh dan Swedia telah menyerukan pembebasan mereka.

Kedua wartawan itu bekerja di Reuters untuk meliput sebuah krisis yang menimpa 655.000 Muslim Rohingya. Mereka melarikan diri dari penumpasan militer yang bengis terhadap para militan di negara bagian Rakhine.

Kementerian Informasi menyatakan kedua wartawan tersebut telah "secara ilegal memperoleh informasi dengan tujuan membaginya ke media asing", dan menyiarkan sebuah foto keduanya yang sedang diborgol. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara-gara Ini, Dua Wartawan Reuters Ditangkap di Myanmar

Gara-gara Ini, Dua Wartawan Reuters Ditangkap di Myanmar

News | Kamis, 14 Desember 2017 | 07:00 WIB

Pembangunan RS Bantuan Indonesia di Rakhine Masuki Fase Kedua

Pembangunan RS Bantuan Indonesia di Rakhine Masuki Fase Kedua

News | Kamis, 23 November 2017 | 15:10 WIB

Menlu Retno: Media Harus Promosikan Pola Pikir Damai ke Publik

Menlu Retno: Media Harus Promosikan Pola Pikir Damai ke Publik

News | Selasa, 17 Oktober 2017 | 20:31 WIB

Mahasiswa UBK Galang Dana di Jalan Raya untuk Pengungsi Rohingya

Mahasiswa UBK Galang Dana di Jalan Raya untuk Pengungsi Rohingya

News | Selasa, 19 September 2017 | 16:27 WIB

Amnesty International: Indonesia Pasti Didengar oleh PBB

Amnesty International: Indonesia Pasti Didengar oleh PBB

News | Jum'at, 15 September 2017 | 18:38 WIB

Cina Penjarakan Jurnalis Perempuan Senior

Cina Penjarakan Jurnalis Perempuan Senior

News | Jum'at, 17 April 2015 | 14:08 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB