Dedi Usul Ketum Hasil Munaslub Memimpin Lima Tahun

Ririn Indriani, Dian Rosmala

Selasa, 19 Desember 2017 | 02:13 WIB
Dedi Usul Ketum Hasil Munaslub Memimpin Lima Tahun
Dedi Mulyadi saay menghadiri Munaslub Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017). (Suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak setuju jika Ketua Umum hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kali ini hanya untuk meneruskan sisa waktu masa kepemimpinan Setya Novanto yang cuma tinggal 1,5 tahun lagi.

Ia mengatakan secara nasional partai Golkar dalam empat tahun terakhir selalu mengadakan Munas akibat konflik internal yang selalu muncul. Tentunya hal ini menguras energi besar dan hanya berfokus pada konflik politik internal.

"Dan pelaksanaan Munaslub kali ini memiliki energi cukup besar, karena tidak ada lagi pertentangan antara orang per orang, kelompok antar kelompok, faksi per faksi, semua kader fokus membesarkan partai ke depan," kata Dedi usai pembukaan Munaslub Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017).

Namun, lanjut dia, energi yang besar itu akan sia-sia apabila ketua umum yang dihasilkan hanya punya waktu 1,5 tahun memimpin, dan kemudian setelah itu akan digelar Munaslub lagi. Padahal, momentum politik ke depan harus betul-betul dipersiapkan.

"1,5 tahun itu tentu sangat terbatas. Kita memikirkan Pemilukada dan Pemilu Legislatif. Kita tidak memiliki waktu membangun postur partai ini ke depan, karena usia kepemimpinan terbatas," ujar Dedi.

Oleh sebab itu, DPD Golkar Jawa Barat akan mengusulkan dalam Munaslub agar masa kepemimpinan Ketua Umum baru maksimal lima tahun. Itu tidak hanya berlaku bagi DPP saja, melainkan juga berlaku untuk DPD tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota

"Musyawarah ini mestinya menjadi musyawarah nasional bukan luar bisa, dengan kepemimpinan 5 tahun dan berlaku bukan hanya DPP partai Golkar, tetapi berlaku untuk semua pihak, dari mulai DPP Golkar, DPD I, DPD II seluruh Indonesia, pimpinan kecamatan, desa dan keluruhan," tutur Dedi.

Seluruh tingkatan Partai Golkar mulai dari pusat sampai desa itu ditentukan melalui Musyawarah Nasional yang digelar pada Selasa (19/12/2017).

"Teknisnya saya akan mengusulkan lima tahun secara menyeluruh. Maka waktu 5 tahun ini Munaslub 2021. Tetapi berpikirnya adalah menitip golkar ke depan dalam menata infrastruktur partai yang baik," kata Dedi.

Mempersipakan kaderisasi yang memadai, sehingga Partai Golkar menjadi partai yang modern pada Pemilu 2023. Gagasan tersebut akan Dedi sampaikan dalam pandangan umum DPP Partai Golkar Jawa Barat dalam forum Munaslub.

"Saya yakin akan mendapatkan apresiasi. Semua orang cukup lelah dengan kegiatan politik yang terlalu rutin dilakukan oleh Partai Golkar. Semua orang ingin menjadikan Golkar menjadi partai yang berkarya dan kekaryaan dan pembicaraan adalah kerja dan karya nyata, bukan hanya aturan perebutan struktur kepemimpinan partai," kata Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Golkar "Ceraikan" Ridwan Kamil, Apa Kata Dedi Mulyadi?

Golkar "Ceraikan" Ridwan Kamil, Apa Kata Dedi Mulyadi?

News | Senin, 18 Desember 2017 | 12:06 WIB

Golkar: Dedi Mulyadi Kandidat Terkuat Gantikan Emil

Golkar: Dedi Mulyadi Kandidat Terkuat Gantikan Emil

News | Senin, 18 Desember 2017 | 02:16 WIB

Golkar Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi Sudah Tahu

Golkar Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi Sudah Tahu

News | Minggu, 17 Desember 2017 | 23:00 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×