Palestina di Seberang Terlihat, Papua di Pelupuk Tak Tampak

Reza Gunadha

Sabtu, 23 Desember 2017 | 10:47 WIB
Palestina di Seberang Terlihat, Papua di Pelupuk Tak Tampak
Mahasiswa Papua menggelar aksi di Surabaya, Jawa Timur, 2 Desember 2013. Aksi itu untuk menuntut kemerdekaan Papua Barat. Papua mendeklarasikan kemerdekaan dari Belanda tahun 1961, namun Indonesia mengambilalih daerah itu pada 1963. [JUNI KRISWANTO/AFP]

Karena marah, warga lantas menahan perahu cepat milik perusahaan sebagai jaminan. Aksi spontanitas warga itu direspons perusahaan dengan mendatangkan Brimob guna menekan.

Ketika rakyat ditekan, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), yakni Tentara Pembebasan Nasional (TPN) melalui insureksi. Lima orang Brimob dan satu karyawan perusahaan itu mati.

Aparat merespons insureksi itu. Mereka melakukan pencarian pelaku. Namun, saat melakukan pencarian, mereka diduga melakukan penyiksaan, pembunuhan, dan penghilangan paksa di Wasior.

Empat warga tewas, satu perempuan mengalami kekerasan seksual, 5 orang hilang, dan 39 warga mengaku disiksa.

Selain peristiwa Wasior, ada pula insiden di Wamena pad 4 April tahun 2003. Persisnya ketika warga merayakan Hari Paskah, terdapat penyisiran aparat di 25 kampung.

Penyisiran itu dilakukan setelah sekelompok massa tak dikenal membobol gudang senjata Markas Kodim 1702/Wamena. Selain membobol, kelompok itu juga membunuh 2 anggota Kodim, yakni Lettu Napitupulu dan Prajurit Ruben Kana. Sementara satu serdadu terluka.

Dalam penyisiran di 25 desa itu, Komnas HAM melaporkan 9 warga sipil tewas, dan 38 lainnya luka berat.

Tak hanya itu, terdapat pula pemindahan paksa warga 25 kampung yang menyebabkan 42 orang meninggal karena kelaparan, dan kemerdekaan 15 lainnya dirampas.

Selang 11 tahun, persisnya pada 8 Desember 2014 tengah malam, satu mobil hitam melaju dari Enaro ke Kota Madi yang diduga dikendarai dua oknum TNI.

baca juga

Mobil itu dihentikan tiga remaja. Mereka meminta lampu mobil itu dinyalakan untuk menghindari kecelakaan menjelang perayaan Natal.

Penumpang mobil itu marah. Mereka kembali ke markas di Madi Kota untuk mengajak sejumlah rekan kembali ke Togokotu, tempat mereka dihentikan oleh tiga remaja tersebut.

Sesampainya di lokasi, satu remaja itu dipukul sampai babak belur. Keesokan hari, warga Paniai berkumpul di lapangan Karel Gobay, dan mendesak aparat bertanggung jawab.

Namun, belum sempat bernegosiasi, aparat TNI dan Polri diduga sudah melakukan penembakan ke arah warga. Hasilnya, 4 warga tewas, 13 orang terluka. Satu dari 13 orang yang terluka akhirnya meninggal di RS Mahdi.

Ormas-ormas Papua seperti Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) maupun Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI West Papua), secara rutin menggelar aksi maupun kegiatan kampanye lain guna mendesak penyelesaian kasus-kasus itu. Namun, aksi-aksi itu jarang mendapat respons dari pemerintah.

Diplomat-diplomat Indonesia di PBB juga menyanggah terjadinya pelanggaran HAM di Papua.

"Jika Indonesia memiliki sesuatu untuk disembunyikan dalam masalah hak asasi manusia di zaman sekarang ini, di era teknologi terbuka, semua orang akan tahu jika tuduhan semacam itu ada,” kata Sekretaris III Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB Ainan Nuran, saat Debat Umum Majelis Umum PBB ke-72, 25 September 2017.

Dalam persidangan itu, pelanggaran HAM di Papua menjadi perdebatan hangat.Isu itu muncul setelah pada 21 September, Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai mendesak Dewan HAM PBB menyelediki kasus-kasus HAM di Papua.

Sikap para diplomat itu tampak membenarkan sindiran Pastor John Jonga yang juga peraih Yap Thiam Hien Award 2009 dalam seminar LIPI.

"Dalam penegakan hukum dan HAM, pemerintah (Jokowi) sudah bentuk tim waktu zamannya Pak Luhut (Luhut Pandjaitan). Tapi sampai saat ini tidak ada bunyi. Gerakannya  kayak tidak ada apa-apa. Jadi apa yang mau diharapkan dari penegakan hukum. Satu pun tidak ada di zaman Jokowi. Masih ada penyisiran di Nduga. Ada 4 orang yang sudah ditembak, entah itu masih hidup atau sudah meninggal. Tetapi peristiwa ini menambah panjang korban pelanggaran HAM di Papua. Saya kira Papua tidak lebih penting daripada Palestina," demikian pernyataan lengkap John dalam seminar tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kehabisan Dana, Kebun Binatang di Gaza Jual 3 Ekor Anak Singa

Kehabisan Dana, Kebun Binatang di Gaza Jual 3 Ekor Anak Singa

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 05:45 WIB

Jokowi: Perempuan Berperan Majukan Indonesia

Jokowi: Perempuan Berperan Majukan Indonesia

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 17:03 WIB

Jokowi Tawar Menawar Harga dengan Mama-Mama Papua

Jokowi Tawar Menawar Harga dengan Mama-Mama Papua

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 13:21 WIB

Israel Larang Bendera Palestina Dikibarkan di Yerusalem

Israel Larang Bendera Palestina Dikibarkan di Yerusalem

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 09:02 WIB

PBB Tolak Klaim AS yang Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

PBB Tolak Klaim AS yang Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 06:00 WIB

Terkini

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

Nayeon TWICE Ungkap Judul Lagu Utama dan Jadwal Teaser Single Baru, NA-sty

Nayeon TWICE Ungkap Judul Lagu Utama dan Jadwal Teaser Single Baru, NA-sty

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:48 WIB

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:45 WIB

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

×