Benarkah LGBT Sudah Masuk ke Desa?

Ardi Mandiri, Nikolaus Tolen

Sabtu, 23 Desember 2017 | 16:39 WIB
Benarkah LGBT Sudah Masuk ke Desa?
Ilustrasi LGBT. (Shutterstock)

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Nasional Perempuan Budi Wahyuni tidak terima kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender terus disudutkan. Apalagi kalau disebut sudah bertumbuh hingga ke desa-desa di seluruh Indonesia.

"Nggak gitu dong, mana buktinya LGBT dari desa ke desa. Statemen juga tidak boleh mendiskreditkan satu kelompok tertentu," katanya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/12/2017).

Dia juga mempersoalkan pernyataan bahwa kaum LGBT ini secara masif melakukan promosi. Menurutnya, hal itu hanya sebagai bentuk solidaritas untuk mengepresikan diri mereka.

"Kalau tadi disampaikan  bahwa promosi, sebetulnya teman-teman ini melakukan sebagai bentuk solidaritas, mereka punya hak untuk mengekspresikan, untuk berkumpul dan kemudian kalau mereka menyampaikan pendapat," kata Budi.

Budi mengatakan salah satu hal yang disorot oleh orang yang menentang eksitensi kaum LGBT di Indonesia adalah tingginya tingkat paedofilia. Namun, menurutnya, meningkatnya kejahatan seksual tersebut tidak disebabkan oleh kaum LGBT.

"Tapi yang harus diperhatikan juga bahwa sebetulnya kekerasan seksual yang tadi disampaikan itu, atau paedofil dalam hal ini, sebetulnya bukan hanya dilakukan oleh teman-teman yang berorientasi seksual homo, karena kekerasan seksual terhadap anak ini juga dilakukan oleh heteroseksual, tapi memang tidak diekspose secara tegas," katanya.

Budi mengatakan, dirinya sangat menentang akan adanya kekerasan seksual terhadap anak-anak dan remaja. Namun, dia meminta agar kaum LGBT tidak didiskriminasikan.

"Yang menarik, tidak sedikit dalam kenyataannya teman-teman ini mendapatkan perlakukan diskriminasi yaitu menyangkut didalam berkehidupan yang paling basic. Misalnya dalam mengikuti pendidikan, kemudian kesehatan, lapangan pekerjaan," kata Budi.

"Ini yang perlu kita pikirkan juga, karena memang diawali dari konstruksi sosial yang lebih diarahkan ke heteroseksual ini, kemudian orang yang kalau mempunyai orientasi seksual yang berbeda itu seolah-olah dia jahat, bahwa mereka ini tidak semuanya seperti itu. Bahkan ini merupakan bagian dari hak mereka yang karena situasinya memang tidak memungkinkan,"  tambahnya.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat Indonesia agar tidak cepat menghakimi kaum LGBT sebagai kelompok yang paling bersalah dalam tingginya kejahatan seksual.

"Pengalaman sebagai seorang konselor, termuda dari klien yang saya dampingi itu adalah usianya 13 tahun, dia betul-betul merasa tidak nyaman dengan situasi yang dia alami. Bahwa kita ingin menghilangkan juga perlakuan diskriminatif yang bukan semata-mata karena kesalahan teman-teman  (LGBT)ini," tutup Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Psikolog Sindir Hakim MK yang Tolak Uji Materi soal LGBT

Psikolog Sindir Hakim MK yang Tolak Uji Materi soal LGBT

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 14:28 WIB

Pakar Hukum Pidana: Pilihan Jadi LGBT Bukan Hak Asasi Manusia

Pakar Hukum Pidana: Pilihan Jadi LGBT Bukan Hak Asasi Manusia

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 14:24 WIB

Buntut Putusan MK, Pakar Cemas Festival LGBT Pindah ke Indonesia

Buntut Putusan MK, Pakar Cemas Festival LGBT Pindah ke Indonesia

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 13:52 WIB

Komnas Perempuan akan Awasi Perubahan KUHP Terkait Kesusilaaan

Komnas Perempuan akan Awasi Perubahan KUHP Terkait Kesusilaaan

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:18 WIB

Lelaki Homoseksual Miliki Gen-gen Unik

Lelaki Homoseksual Miliki Gen-gen Unik

Tekno | Jum'at, 08 Desember 2017 | 18:55 WIB

Terkini

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

News | Senin, 01 Juni 2026 | 23:46 WIB

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:41 WIB

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:03 WIB