Ketua Pemuda Muhammadiyah: Komitmen Jokowi Berantas Korupsi Parah

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Rabu, 27 Desember 2017 | 13:15 WIB
Ketua Pemuda Muhammadiyah: Komitmen Jokowi Berantas Korupsi Parah
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat diskusi bertajuk 'Catatan Akhir Tahun 2017: Satu Tahun Politik Antikorupsi Pemerintahan Jokowi' di gedung PP Muhamadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai komitmen Presiden Joko Widodo terhadap pemberantasan korupsi sangat rendah.

"Komitmen pemberantasan korupsi Jokowi itu parah," klaim Dahnil saat diskusi bertajuk 'Catatan Akhir Tahun 2017: Satu Tahun Politik Antikorupsi Pemerintahan Jokowi' di gedung PP Muhamadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).

Dahnil mengatakan, Presiden Jokowi dipilih rakyat karena dianggap punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Jokowi juga dianggapnya tidak punya beban masa lalu, sehingga komitmennya untuk memberantas korupsi dapat dipercaya. Namun, harapan tersebut tidak terwujud ketika satu Jokowi menjadi presiden.

"Jokowi saya anggap mendorong agenda pemberantasan korupsi ke era kegelapan. Kalau ada situasi dan kondisi sulit, era kepercayaan publik menjadi sangat lemah pada lembaga antikorupsi. Ini dipenuhi sikap pesimisme karena ada desain besar untuk mendemoralisasi agenda pemberantasan korupsi," katanya.

Dahnil mengatakan, demoralisasi terhadap pemberantasan korupsi bermula dari kantor presiden. Hal itu ditunjukkan dengan tidak tegasnya Jokowi ketika pimpinan KPK dikriminalisasi.

"Episentrumnya berasal dari kantor presiden. Pertama soal kriminialisasi terhadap pimpinan KPK dan aktivis antikorupsi, BW (Bambang Widjojanto) sama Novel (Baswedan) itu masif dilakukan ketika KPK berusaha menindak polisi. Itu kriminalisasi lucu-lucuan muncul," kata Dahnil.

Dahnil juga menyinggung upaya Panitia khusus hak angket terhadap KPK yang dinilainya salah satu upaya pelemahan terhadap KPK.

baca juga

Sementara terhadap kasus Novel, Presiden Jokowi dinilai tidak tegas karena tidak mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta.

"Ini masif sekali yang tidak kami temukan di rezim yang lalu. Sama karakternya, tapi tidak semasif sekarang. Sekarang ini, era pemerintahan Jokowi mengubur agenda pemberantasan korupsi," terangnya.

"Kasus novel adalah ujian pokok komitmen pemberantasan korupsi, pelemahan KPK hari ini kita anggap sukses, tapi di sisi lain ada masalah soal keberanian dan kasus tertentu yang berhubungan dengan kepoliian, nyaris KPK kehilangan nyali kalau berhubungan dgn kepolisian," tandasnya

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Bikin Polling di FB, Warganet Heboh

Jokowi Bikin Polling di FB, Warganet Heboh

Tekno | Selasa, 26 Desember 2017 | 19:55 WIB

Jokowi Dinilai Berhasil Beri Rasa Aman bagi Warga dan Investor

Jokowi Dinilai Berhasil Beri Rasa Aman bagi Warga dan Investor

News | Senin, 25 Desember 2017 | 06:06 WIB

Hadiri HUT Hanura, Jokowi: NKRI Selalu Diuji, namun Tahan Uji

Hadiri HUT Hanura, Jokowi: NKRI Selalu Diuji, namun Tahan Uji

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 20:08 WIB

Mantan Ketua MK: Pemberantasan Korupsi Masih Terfokus di Hilir

Mantan Ketua MK: Pemberantasan Korupsi Masih Terfokus di Hilir

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 19:07 WIB

Susuri Pantai Kuta, Jokowi: Bali Aman, Silakan Berlibur ke Bali

Susuri Pantai Kuta, Jokowi: Bali Aman, Silakan Berlibur ke Bali

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 21:18 WIB

Terkini

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Bogor | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

×