Array

Mantan Ketua MK: Pemberantasan Korupsi Masih Terfokus di Hilir

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Sabtu, 23 Desember 2017 | 19:07 WIB
Mantan Ketua MK: Pemberantasan Korupsi Masih Terfokus di Hilir
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jimly Asshiddiqie [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Jimly Asshiddiqie menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintah bersama penegak hukum masih terfokus di hilir atau dalam artian masih berkutat soal penegakan hukum dan belum menyentuh hulu.

"Selama ini yang dibahas selalu di hilir saja. Padahal penjara sudah penuh terutama di kota-kota besar," katanya di Kota Solok, Sumatera Barat, Sabtu (23/12/2017).

Ia menyampaikan hal itu saat tampil sebagai pembicara pada seminar nasional dengan tema Korupsi Masalah dan Solusi Untuk Indonesia Bersih bersama akademisi Universitas Andalas Padang, Dr Asrinaldi.

Menurutnya, jika ada orang yang masuk penjara karena melakukan korupsi, yang taubat setelah keluar penjara hanya 30 persen selebihnya malah dendam.

"Sementara urusan hulu belum tersentuh, seperti bagaimana mencegah orang melakukan korupsi," tambahnya.

Secara sederhana korupsi adalah penyalahgunaan posisi dengan cara menyimpang untuk mengambil yang bukan hak.

"Benang merahnya ambil sebatas hak dan kewajiban jangan sampai kurang," ujarnya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini memberi contoh, kalau seorang pegawai tidak boleh mengambil gaji lebih dari hak, tetapi tidak boleh pulang lebih cepat dari jadwal karena itu adalah kewajiban.

Kemudian seseorang harus bisa membedakan mana yang urusan pribadi dan mana yang urusan kantor.

Baca Juga: Tio Pakusadewo Empat Kali Beli Sabu dari Perempuan Berinisial V

"Jangan sampai menggunakan kedudukan untuk urusan pribadi," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan tidak boleh ada permufakatan dalam melakukan korupsi dan untuk mencegah perlu ditanamkan budaya integritas.

Sementara itu, Asrinaldi menilai, salah satu pemicu korupsi adalah adanya budaya patron klien antara penguasa dengan rakyat.

"Hal ini memberi ruang bagi elit untuk melakukan korupsi setelah berkuasa," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI