Ada 5 Orang yang Larang Yenny Wahid Jadi Cagub Jawa Timur

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 04 Januari 2018 | 17:07 WIB
Ada 5 Orang yang Larang Yenny Wahid Jadi Cagub Jawa Timur
Yenny Wahid. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Direktur Wahid Insitute Zannubah Arrifah Cahfsoh atau Yenny Wahid menyebut ada lima orang yang tak memberikan restu untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

Lima orang tersebut yang memutuskan dirinya untuk tidak maju bersaing dengan sesama kader Nahdlatul Ulama yakni Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa.

"Semua yang terlibat ya bukan hanya kyai, ada lima orang yang memutuskan. Jumlahnya harus ganjil," ujar Yenny di Wahid Foundation, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Meski begitu, Yenny tak menyebut sosok kelima orang itu. Namun lima orang tersebut yakni Sinta Nuriyah Wahid yang merupakan ibunda, ayah mertua dan tiga orang kyai NU yang merupakan pemimpin spiritual Yenny.

"(Keluarga) Pasti, ibu saya, bapak mertua saya termasuk yang saya minta pertimbangan. Yang tiga lagi adalah spiritual leader, pemimpin spiritual. Jadi kyai, orangtua semua masuk. Suara bulat menahan saya untuk tidak maju pilkada Jawa Timur," kata dia.

Yenny pun menceritakan saat dirinya berkonsultasi dengan ibunya untuk maju di Pilkada Jawa Timur, Sinta Wahid berpesan untuk tidak mengejar kekuasaan atau jabatan. Ia pun diingatkan perihal sang ayah, Gus Dur yang menjadi presiden karena takdir bukan karena ambisi.

"Dari awal sudah ditanamkan hal itu, jangan cuma mengejar kekuasaan jabatan tapi yang dikejar kemanfaatan bagi umat dan masyarakat. Itulah yang kami pegang erat-erat," kata Yenny.

"Ibu saya selalu mengingatkan bapak saya jadi presiden pun takdir dari Allah jadi nggak pakai biaya politik, nggak pakai timses. Karena memang sudah ditakdirkan. Jadi jangan ngoyo mengejar jabatan. Jangan terlalu berambisi untuk jabatan tapi boleh ambisi untuk mengejar kebaikan," sambungnya.

Yenny pun menambahkan pertimbangan lain dirinya tak maju di Pilkada Jawa Timur, agar umat NU tidak terpolarisasi atau terpecah di Pilkada 2018.

baca juga

"Karena kami meyakini bahwa tugas sejarah dari keluarga Gus Dur adalah untuk  menyatukan umat, terutama dalam hal ini umat NU yang punya potensi akan terpolarisasi atau terpecah dengan adanya pilkada 2018," ucap Yenny.

"Jadi kami punya tugas justru untuk memastikan masyakarat kemudian bebas dari konflik, mungkin bukan dari bebas konflik. Tapi kami ingin memastikan bahwa Pilkada itu tidak kemudian menyebabkan konflik yang melebar di tengah-tengah masyarakat, ini tugas kami sebagai keluarga Gusdur. Kami yakini, tugas kami adalah menjaga persatuan terutama di kalangan masyarakat NU," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita di Balik Yenny Wahid Menolak 'Pinangan' Prabowo

Cerita di Balik Yenny Wahid Menolak 'Pinangan' Prabowo

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 15:35 WIB

Jika Yenny Wahid Ikut Pilkada Jatim, Apa Kata Khofifah?

Jika Yenny Wahid Ikut Pilkada Jatim, Apa Kata Khofifah?

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 04:05 WIB

Yenny Harus Bersabar Dulu, Beri Kesempatan Khofifah dan Gus Ipul

Yenny Harus Bersabar Dulu, Beri Kesempatan Khofifah dan Gus Ipul

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 06:30 WIB

Bursa Jatim 1, Prabowo Subianto Sedih Ditolak Yenny Wahid

Bursa Jatim 1, Prabowo Subianto Sedih Ditolak Yenny Wahid

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 20:44 WIB

Yenny Wahid Tolak Tawaran Gerindra Jadi Cagub Jawa Timur

Yenny Wahid Tolak Tawaran Gerindra Jadi Cagub Jawa Timur

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 20:09 WIB

Terkini

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB