Apa Kabar Proyek LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi?

Rabu, 10 Januari 2018 | 03:16 WIB
Apa Kabar Proyek LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi?
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, Selasa (28/11).

Suara.com - Rangkaian kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) akan mengutamakan konten lokal di mana semua pemangku kepentingan dalam negeri dalam produksi kereta akan dilibatkan.

"Semua terlibat, ada BPPT, ada INKA, ada KAI, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN," kata Luhut dalam acara minum teh bersama wartawan di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa.

Mantan Menko Polhukam itu menuturkan pihaknya menggelar rapat koordinasi Selasa siang untuk membahas pengadaan rangkaian kereta untuk proyek LRT Jabodebek yang ditargetkan bisa beroperasi 2019.

Dengan mengedepankan konten lokal dalam proyek tersebut, ia berharap hal itu akan mendorong kebangkitan industri dalam negeri.

Menurut dia, Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan industri perkeretaapian. PT INKA sendiri sebagai BUMN produsen kereta api juga telah memiliki kisah sukses dalam proyek kereta api bandara dan LRT Palembang.

"Kalau ini momentum jalan, maka Indonesia secara bertahap dan pasti masuk ke dalam pembangunan industri dalam negeri," katanya seraya menjelaskan PT LEN Industri dan PT Barata Indonesia akan juga masuk dalam pengadaan kereta LRT Jabodebek.

Kendati demikian, Luhut mengatakan pemerintah tidak akan gegabah untuk sepenuhnya mengandalkan dalam negeri karena tetap membutuhkan konsultasi dengan pihak yang lebih berpengalaman.

Selain itu, propulsi atau motor penggerak kereta listrik juga akan tetap diimpor walaupun tetap disyaratkan adanya alih teknologi.

"Kami sepakat akan menyiapkan konsultan asing untuk memonitor pembangunan, sehingga kualitasnya juga tidak kurang. Propulsi kita akan pakai tetap dari luar karena kita belum bisa bikin mesinnya. Tapi kita minta alih teknologi," katanya.

Baca Juga: Mantan Bintang Wigan Meninggal di Usia 29 Karena Leukemia

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama INKA Muhammad Nur Shodiq mengatakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam pengadaan rangkaian kereta ditargetkan minimal sebesar 42 persen.

"Kami rencananya untuk LRT Jabodebek, kita bisa untuk TKDN minimal 42 persen. Tapi kita berharap bisa lebih dari itu," katanya.

INKA akan bekerjasama dengan investor utama proyek senilai Rp29,9 triliun itu, PT KAI, untuk memproduksi rangkaian kereta dalam waktu 15 bulan. Pekerjaan pengadaan kereta akan dimulai 15 Januari 2018.

Anggaran pengadaan rangkaian kereta adalah Rp4,05 triliun yang sudah termasuk dalam total anggaran proyek secara keseluruhan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI