Alumni 212 Akui Pernah Ajukan La Nyalla ke Gerindra untuk Pilkada

Reza Gunadha | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 12 Januari 2018 | 20:14 WIB
Alumni 212 Akui Pernah Ajukan La Nyalla ke Gerindra untuk Pilkada
Jubir FPI Slamet Maarif di sela-sela aksi yang dilakukan Aliansi Tolak Kezaliman Facebook, di gedung perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]

Suara.com - Juru bicara FPI Slamet Maarif menyesalkan keputusan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Ketiga partai tersebut, plus PKB, resmi mengusung Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

"Ya pasti lah semua alumni 212 menyayangkan. Partai-partai yang berkoalisi dengan kami (kelompok 212)  tidak mencalonkan (tokoh sendiri), bahkan ikut bergabung," ujar Slamet di depan kantor Facebook, gedung perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Ketua Presidium Alumni Aksi 212 ini membenarkan, pihaknya sempat mengajukan lima nama kepada Partai Gerindra.

Satu dari lima nama tersebut adalah La Nyalla Mattalitti. Tetapi, kelima nama tersebut tidak ada yang dipilih oleh partai yang diketuai Prabowo Subianto sebagai cagub atau cawagub di Pilkada Jawa Timur.

"Ada rekomendasi ulama Jawa Timur untuk mengusung alumni 212, Pak La Nyalla, bahkan diusulkan lima nama yang Kiai Khathath—nama beken Gatot Saptono—sampaikan, lima-limanya ditolak oleh Gerindra gitu," tukasnya.

Kumpulan massa Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 di Jakarta itu belum memutuskan akan mendukung siapa dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Slamet mengatakan, keputusan itu baru akan diambil pada akhir Januari 2018, atau setelah mereka melakukan Musyawarah Kerja Nasional.

"Kami akan musyawarahkan untuk menentukan sikap presidium 212 pada Pilkada 2018. Hasil Mukernas salah satunya agendakan wilayah mana saja yang kita dukung dan support oleh alumni 212," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Gerindra: La Nyalla itu Dulu Titipan Presidium 212

Partai Gerindra: La Nyalla itu Dulu Titipan Presidium 212

News | Jum'at, 12 Januari 2018 | 18:25 WIB

'Nyanyian' La Nyalla Soal Prabowo Tak Perlu Dibesar-besarkan

'Nyanyian' La Nyalla Soal Prabowo Tak Perlu Dibesar-besarkan

News | Jum'at, 12 Januari 2018 | 17:29 WIB

La Nyalla Klaim 'Dipalak' Prabowo, Demokrat: Kalau Kami Tidak

La Nyalla Klaim 'Dipalak' Prabowo, Demokrat: Kalau Kami Tidak

News | Jum'at, 12 Januari 2018 | 12:33 WIB

La Nyalla Klaim 'Dipalak' Prabowo Rp40 M, Fadli Zon Membantah

La Nyalla Klaim 'Dipalak' Prabowo Rp40 M, Fadli Zon Membantah

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 19:24 WIB

Pilkada 2018 Marak Calon Tunggal, Gerindra: Merusak Demokrasi

Pilkada 2018 Marak Calon Tunggal, Gerindra: Merusak Demokrasi

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 18:23 WIB

Terkini

Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan

Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati

Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:17 WIB

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:11 WIB

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:00 WIB

Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan

Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:13 WIB

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:10 WIB

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:09 WIB

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:45 WIB

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB