AS 'Petieskan' Dana Bantuan USD65 Juta untuk Palestina

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 17 Januari 2018 | 16:56 WIB
AS 'Petieskan' Dana Bantuan USD65 Juta untuk Palestina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP)

Suara.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memastikan, bakal menangguhkan bantuan dana senilai USD65 juta yang sedianya diberitakan kekepada Palestina.

Dana itu ”dibekukan” setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik pendanaan tersebut pada dua pekan sebelumnya.

"Bantuan itu tidak dibatalkan, tapi hanya dibekukan sementara untuk pertimbangan lebih lanjut," juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert dalam konferensi pers yang dilansir Anadolu Agency, Rabu (17/1/2018).

Nauert mengatakan, AS masih akan mengirimkan USD60 juta dari total dana sebesar USD125 juta ke Badan Bantuan dan Urusan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA). Tapi, sisa dana USD65 juta akan ”dipetieskan”.

Ia mengatakan, kiriman sisa dana AS akan bergantung pada "beberapa perbaikan" yang akan dilakukan badan yang menyediakan layanan sosial dan kesehatan bagi para pengungsi Palestina di Tepi Barat, Gaza, Suriah, Lebanon dan Yordania tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan memotong bantuan untuk orang-orang Palestina, termasuk ke UNRWA, setelah Palestina mengecam keputusannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sementara itu, Nauert mengklaim bahwa keputusan tersebut tidak didasari unsur politis atau berhubungan dengan deklarasi Trump, namun hanya sekadar kekhawatiran akan pengelolaan dana oleh UNRWA.

Ia juga mengatakan bahwa AS mengharapkan negara-negara lain untuk ikut terlibat dan menyumbangkan lebih banyak dana untuk badan tersebut.

UNRWA, yang telah membantu lebih dari lima juta warga Palestina yang mengungsi akibat konflik Arab-Israel sejak 1948, dituding menyokong militan Palestina.

Pada Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan sepihak tersebut memicu kecaman dan kritik dari negara-negara Arab dan Muslim.

Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena Yerusalem Timur dicita-citakan sebagai ibu kota Palestina di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Palestina Tolak Tawaran Jadikan Abu Dis sebagai Ibu Kotanya

Palestina Tolak Tawaran Jadikan Abu Dis sebagai Ibu Kotanya

News | Selasa, 16 Januari 2018 | 16:22 WIB

AS Dukung Indonesia Basmi Pencurian Ikan

AS Dukung Indonesia Basmi Pencurian Ikan

Bisnis | Selasa, 16 Januari 2018 | 15:03 WIB

Palestina Pertimbangkan Pengakuan Kedaulatan Israel

Palestina Pertimbangkan Pengakuan Kedaulatan Israel

News | Selasa, 16 Januari 2018 | 13:14 WIB

Riset: Kebijakan Trump Batasi Muslim Ubah Opini Publik

Riset: Kebijakan Trump Batasi Muslim Ubah Opini Publik

News | Minggu, 14 Januari 2018 | 15:02 WIB

Korut: Buku 'Fire and Fury' Sinyal Kematian Rezim Donald Trump

Korut: Buku 'Fire and Fury' Sinyal Kematian Rezim Donald Trump

News | Minggu, 14 Januari 2018 | 13:20 WIB

Terkini

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB