Pilkada Jateng Dibayangi Tingginya Golput

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 21 Januari 2018 | 04:15 WIB
Pilkada Jateng Dibayangi Tingginya Golput
Anggota KPU Hasyim Azhari menyampaikan pandangannya dengan didampingi anggota dan pejabat KPU lainnya, berikut anggota Bawaslu, dalam rapat koordinasi terkait Pilkada 2018 bersama perwakilan partai politik di Jakarta, Kamis (4/1/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi mengkhawatirkan potensi angka golongan putih yang tinggi pada penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

"Kalau melihat hanya dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, saya mengkhawatirkan angka golput meningkat," katanya, usai pencocokan dan penelitian data pemilih Pilgub Jateng 2018 di kediamannya di Semarang, Sabtu.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan semakin sedikitnya kandidat yang bersaing pada pemilihan kepala daerah (pilkada) akan membuat minat masyarakat untuk berpartisipasi pada pesta demokrasi setidaknya berkurang.

Berbeda, kata dia, jika pilkada diikuti lebih dari dua pasangan calon yang membuat masyarakat memiliki banyak alternatif memilih sosok pemimpinnya sehingga minat masyarakat dengan sendirinya lebih besar.

Setidaknya ada dua pasangan calon yang sudah ditetapkan koalisi partai politik untuk bersaing pada Pilgub Jateng 2018, yakni Ganjar Pranowo (petahana) dan Taj Yasin diusung koalisi PDI Perjuangan beserta sejumlah parpol.

Pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang kedua, yakni Sudirman Said dan Ida Fauziah yang diusung oleh koalisi sejumlah parpol, seperti Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Supriyadi mengatakan sosialisasi kepada masyarakat terhadap program, termasuk menyadarkan betapa pentingnya menggunakan hak pilih sebagai warga negara, tetap dilakukan berapapun jumlah calonnya.

Kalau pasangan calon yang ikut semakin banyak, kata dia, sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat lebih merata, minimal dari kampanye yang dilakukan pasangan calon yang bersangkutan, ditambah parpol pengusung.

"Ini menjadi kerja keras dari parpol pengusung dan pendukung, bukan hanya pasangan calon. Bagaimana mengoptimalkan mesin parpol yang dimilikinya untuk menyampaikan program agar golput bisa ditekan," katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU), kata dia, harus bisa memaksimalkan perannya untuk menyosialisasikan kepada masyarakat secara merata agar menyadari pentingnya menggunakan hak pilih untuk menentukan masa depan.

Tak hanya itu, Supriyadi mengatakan sosialisasi sebenarnya tidak bisa hanya mengandalkan peran KPU, tetapi seluruh elemen masyarakat, mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga camat, lurah, dan jajaran RT/RW.

"Kami berharap masyarakat sadar pentingnya menggunakan hak pilih pada pilkada. Hak pilih mereka menentukan masa depan Jateng. Jangan sampai ada warga yang tidak menggunakan hak pilihnya," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Semarang ke Jakarta, Ganjar Temui Surya Paloh di Gondangdia

Dari Semarang ke Jakarta, Ganjar Temui Surya Paloh di Gondangdia

News | Rabu, 10 Januari 2018 | 17:13 WIB

Gerindra dan PKB Usung Sudirman Said-Ida Fauziah di Jateng

Gerindra dan PKB Usung Sudirman Said-Ida Fauziah di Jateng

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 19:37 WIB

PKS: Duet Sudirman Said-Ida Fauziyah Belum 100 Persen

PKS: Duet Sudirman Said-Ida Fauziyah Belum 100 Persen

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 13:37 WIB

PKB Ajukan Ida Fauziyah Dampingi Sudirman Said di Pilkada Jateng

PKB Ajukan Ida Fauziyah Dampingi Sudirman Said di Pilkada Jateng

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 12:47 WIB

Dampingi Ganjar, Gus Yasin Siap Jalankan Perintah Partai

Dampingi Ganjar, Gus Yasin Siap Jalankan Perintah Partai

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 07:07 WIB

Terkini

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB