Kembar Siam Salma - Sofia Sukses Jalani Operasi Pemisahan

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 01 Februari 2018 | 03:17 WIB
Kembar Siam Salma - Sofia Sukses Jalani Operasi Pemisahan
Ilustrasi Operasi pemisahan kembar siam. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Bayi kembar siam yang dirawat di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya, Salma dan Sofia, sukses menjalani operasi darurat pemisahan yang berlangsung selama empat jam.

"Terdapat beberapa masalah saat proses operasi darurat pemisahan. Tim terlebih dahulu mencari liver yang ada di kedua bayi. Liver dari Salma ada di tempatnya dan bisa dideteksi. Saat Dicari lagi kandung empedu, kandung empedu ada," kata Ketua Tim Pembedahan kembar siam RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Poerwadi usai melakukan operasi, Rabu (31/1/2018).

Kemudian tim mencari liver Sofia. Liver Sofia ketutup bongkahan usus. Bongkahan itu baru bisa diurai dan dicari dan ketemu.

"Masalahnya setelah bongkahan usus diurai, ada kelainan lain yaitu kandung empedu sofia letaknya satu garis yang tidak semestinya. Livernya ada di bawah. Selain itu, usus 12 jari dari Sofia dan Salma menyatu," kata dia dilansir Antara.

Poerwadi menyebut operasi kali ini bukanlah operasi yang kecil. Itu dikarenakan bayi lahir, sudah mengalami risiko stres. Stres dari rahim ibu ke hidup sendiri.Lalu dari awalnya yang tidak perlu makan minum, kemudian hidup di luar dengan udara seperti ini.

"Bayi ini sakit. Bayi ini ketika lahir berat badannya berisiko dan harus dioperasi. Bayi ini risikonya R pangkat enam. Pangkat enam bisa dikurangi dengan profesionalisme, pengalaman, fasilitas serta doa. Kami bisa memecahkan dalam waktu empat jam," katanya.

Poerwadi mengatakan, risiko operasi sudah dilewati bayi tersebut. Namun risiko akan terjadi pada 24 jam pertama. Sebab, bayi masih dalam nafas bantuan sampai bayi mampu bernafas sendiri. Risiko yang paling ditakuti adalah bayi mengalami hipotermia.

"Risiko berikutnya adalah infeksi. Karena memotong usus dan juga omphalogennya seperti itu sangat berisiko. Mudah-mudahan bayi diberikan kesembuhan. Kita awasi ketat dari menit ke menit," tuturnya.

Masalah utama yang dihadapi tim dokter ialah saat penyambungan usus. Hal itu karena di dekatnya lambung, di usus 12 jari di situ tempatnya cairan keras seperti asam lambung, getah pangkreas dan empedu. pihaknya pun harus menjahit betul-betul benar agar tidak terjadi kebocoran.

Bayi Salma dan Sofia juga dibantu mesin napas dan selalu dimonitor aliran darah sampai ke jaringan. Keadaan bayi Sofia yang paling dikhawatirkan karena sempat drop.

Selain itu, Poerwadi mewaspadai bekas operasi pada dinding perut terbuka. Jika dipaksa, maka akan tekanan tinggi dan akan dilakukan tambal dengan bahan sintetis. Bahan itu harus dilapisi oleh kulit setelah itu dikelupas lalu ditarik ke tengah dan mana dipasang vakum yang makin lama akan makin mendekat.

"Kami mewaspadai adanya infeksi, karena menyambung usus. Kedua adalah kebocoran. Takut merasuk jaringan sekitarnya. Hiperlordosis tidak ada masalah. Anak akan menyesuaikan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi Ini Lahir dengan 2 Batang Tubuh, 4 Lengan dan Kaki

Bayi Ini Lahir dengan 2 Batang Tubuh, 4 Lengan dan Kaki

Health | Senin, 26 Juni 2017 | 07:20 WIB

Berhasil Dipisahkan, Kembar Siam Rafky-Rifky Dibolehkan Pulang

Berhasil Dipisahkan, Kembar Siam Rafky-Rifky Dibolehkan Pulang

Health | Rabu, 05 April 2017 | 15:49 WIB

Cerita Yuni Sebelum Lahirkan Kembar Siam Rafky-Rifky

Cerita Yuni Sebelum Lahirkan Kembar Siam Rafky-Rifky

Lifestyle | Minggu, 12 Februari 2017 | 10:00 WIB

Terkini

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB