Jokowi Banggakan Kabinetnya Banyak Diisi Alumni UI

Arsito Hidayatullah | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 02 Februari 2018 | 11:29 WIB
Jokowi Banggakan Kabinetnya Banyak Diisi Alumni UI
Presiden Jokowi di acara Dies Natalis ke-68 UI dan Peresmian Forum Kebangsaan UI, di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jumat (2/2/2018). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa banyak anak buahnya di Kabinet Kerja yang merupakan lulusan Universitas Indonesia. Para menteri di bidang ekonomi misalnya, rata-rata berasal dari UI, di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil.

"Terima kasih sebesar-besarnya kepada UI, sebab UI penyumbang terbanyak di Kabinet Kerja. Sampai saat ini ada enam alumni UI yang membantu saya di Kabinet Kerja," ‎kata Jokowi dalam sambutan di Dies Natalis ke-68 UI dan Peresmian Forum Kebangsaan UI, di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Selain empat nama di atas, ada juga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, serta Menko PMK Puan Maharani yang juga alumni UI. Kepala Staf Presiden Moeldoko juga lulusan S3 dari UI. Belum lagi ada Staf Khusus Presiden, seperti Sukardi Rinakit dan Johan Budi SP, yang juga lulusan UI.

"Ini menunjukkan UI itu gudangnya orang-orang pintar, UI itu sumbernya pejuang pembangunan, dan UI sumber inspirasi serta energi untuk satu tujuan Indonesia yang maju‎," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas menyampaikan, pemerintah saat ini tengah membangun infrastruktur di berbagai daerah dalam rangka pemerataan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Di antaranya adalah dengan membangun jalan, jembatan, tol laut, pelabuhan, airport, hingga listrik hingga ke daerah-daerah pelosok negeri.

Di wilayah timur Indonesia seperti di Papua misalnya, menurut Jokowi, kini pemerintah pun tengah gencar ‎menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, selama ini di sana akses jalan sulit, bahkan untuk menempuh perjalanan darat sejauh 200 kilometer saja butuh waktu dua hari.

"Itulah kenapa Trans Papua kita bangun, untuk membuka isolasi, untuk buka kawasan-kawasan terpencil di Papua," kata dia.

Jokowi menambahkan, pembangunan infrastruktur juga ditujukan untuk menunjang perekonomian di daerah, sehingga bangsa dan negara tidak ketinggalan dalam kompetisi global.

"Untuk membangun Indonesia maju, butuh SDM yang unggul dan andal. Di satu sisi membantu masalah-masalah mendasar, tapi di sisi lain butuh SDM yang mampu memenangkan kompetisi global," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buka Raker Kemendag, Jokowi 'Semprot' Menteri Enggartiasto Lukita

Buka Raker Kemendag, Jokowi 'Semprot' Menteri Enggartiasto Lukita

Bisnis | Rabu, 31 Januari 2018 | 21:45 WIB

Menkes Bilang Tawaran Jokowi Relokasi Warga Papua Mesti Dikaji

Menkes Bilang Tawaran Jokowi Relokasi Warga Papua Mesti Dikaji

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 16:59 WIB

Ada Bom Bunuh Diri, Ini Alasan Jokowi Masih Berani ke Afghanistan

Ada Bom Bunuh Diri, Ini Alasan Jokowi Masih Berani ke Afghanistan

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 14:32 WIB

Terkini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:16 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:06 WIB

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!

Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB