Keluhkan Penanganan Banjir Era Anies, Warga Rawajati Kenang Ahok

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Selasa, 06 Februari 2018 | 16:31 WIB
Keluhkan Penanganan Banjir Era Anies, Warga Rawajati Kenang Ahok
Para pegungsi korban banjir menempati bangunan gedung setengah jadi di lokasi sebuah kampus di kawasan Rawajati, Cililitan, Jakarta, Selasa (6/2).

Suara.com - Warga Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan di Jalan Bina Warga mengeluhkan penanganan pascabanjir oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada Selasa (6/2/2018).

Meski banjir sudah surut di wilayah Rawajati, tumpukan lumpur setinggi lutut orang dewasa masih menggenangi pemukiman warga tersebut.

Salah satu persoalan warga, lantaran kurang sigap Pihak Pemprov DKI yang belum mendatangkan alat penyedot lumpur maupun mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan rumah warga.

"Ini kalau zaman gubernur yang lalu, malamnya itu petugas langsung mendata kebutuhan warga dan besok paginya semuanya sudah didatangakan, itu pas yang pimpin Pak Ahok cepat bantu warga atasi banjir dibanding sekarang," Rosid Abdul, warga RT 2, RW 7, Jalan Bina Warga, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2018).

Rosid menambahkan sampai kini alat bantu untuk membersihkan lumpur didalam rumah dari pihak Pemprov DKI juga belum sama sekali datang. Warga membersihkan rumah hanya dengan alat yang seadannya seperti cangkul dan ember.

"Belum ada, damkar datang mas. Kan semprotin lumpur pake air dari mobil pemadam jadi cepat bersihinnya, sekarang nggak ada nggakntau kenapa. Kami bersihin sendiri pakai ada saja," ujar Rosid.

Hal sama diungkapkan Aspas (56), warga RT 1, RW 7, mengatakan perbantuan untuk makanan warga juga jarang diberikan.

"Ini kami dapat makan nasi bungkus, jarang - jarang mas. Untuk makan pagi aja baru dikasih siang. Itu warga juga ada yang nggak kebagian nggak rata semua," kata Aspas.

Menurut Aspas cukup berbeda penanganan banjir ketika masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Lantaran semua kebutuhan warga ketika itu sangat diperhatikan seperti makanan maupun kebutuhan lainnya.

baca juga

"Sekarang jauh banget, nggak kaya dulu bantuan apa saja ada kaya pakaian, makanan nggak kurang kami di sini ngungsi," ujar Aspas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banjir Surut, Anies Baswedan: Kami Gelar Operasi Karbol

Banjir Surut, Anies Baswedan: Kami Gelar Operasi Karbol

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 15:55 WIB

11.450 Orang  Jadi Korban Banjir Jakarta, 6.532 Jiwa Mengungsi

11.450 Orang Jadi Korban Banjir Jakarta, 6.532 Jiwa Mengungsi

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 15:26 WIB

Tak Ada yang Menemani, Anies Sendirian Pantau Pintu Air Manggarai

Tak Ada yang Menemani, Anies Sendirian Pantau Pintu Air Manggarai

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 14:53 WIB

Anies Jadikan Sekolah SD Tempat Pengungsian Banjir Kampung Melayu

Anies Jadikan Sekolah SD Tempat Pengungsian Banjir Kampung Melayu

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 14:47 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×